Why The Rich Are Getting Richer Ringkasan

Why The Rich Are Getting Richer Ringkasan
Why The Rich Are Getting Richer Ringkasan

Mikaylabinar.com– Apa yang sekolah ajarkan tentang uang kepada kalian? bagi kebanyakan orang, jawabannya adalah “tidak banyak”. Inilah pertanyaan yang diajukan Robert T Kyosaki dalam buku Why The Rich Are Getting Richer

Bila ada hal yang mereka pelajari, yang mereka pelajari itu adalah ”Bersekolah untuk mendapatkan pekerjaan, lalu menabung, beli rumah, lepaskan diri dari utang, dan lakukan investasi jangka panjang di pasar modal”.

Ini mungkin nasihat yang bagus di era industri, tapi ini adalah nasihat usang untuk era informasi. Demikianlah yang disampaikan oleh Robert T Kyosaki dalam bukunya why the rich are getting richer.  

Sistem Pendidikan Yang Usang

Robert menyebutkan bahwa sistem pendidikan kita saat ini telah usang, sistem ini dirancang untuk era industri. Saat ini adalah era informasi, dimana banyak industri mengambil alih pekerjaan karyawan tradisional. Namun juga menciptakan peluang dan pengusaha yang sangat kaya, kreatif, ambisius, dan kooperatif.

Selama dua puluh tahun kedepan yang akan mengubah dunia adalah pengusaha yang ahli dalam hal teknologi bukan sekolah, pemerintah, birokrat, eksekutif perusahaan atau politisi.

Karl Marx mendifinisikan perjuangan kelas sebagai konflik antara kaum aristokrat, borjuis dan kaum proletar. Aristokrat merupakan kelas penguasa yang mewarisi kekayaan, hak istimewa, dan gelar khas monarki. Borjuis, merupakan kelas menengah.

Orang-orang yang sibuk memikirkan materi kepemilikan, tapi tidak punya daya dan ambisi, nyaman dengan kenyamanan. Sedangkan Kaum proletar, merupakan kelas penerima upah yang tidak memiliki modal dan sarana produksi. Orang yang menjual tenaga mereka untuk mencari nafkah dan merupakan kelas pekerja termiskin

Baca juga  Cara Orang Kaya Menghasilkan Uang

Era Agraria

Era agraria, raja dan ratu yang merupakan kalangan aristokrat adalah pemilik tanah. Para petani sebagai pekerja yang menggarap tanah tapi tidak memiliki tanah karena dimiliki oleh para tuan tanah dari kalangan aristokrat.

Kata real estate dalam bahasa spanyol berarti royal estate (tanah kerajaan). Era industri, kaum aristokrat mengacu pada pemilik raksasa industri seperti Henry Ford, John D Rockefeller dan JP Morgan. Ford memproduksi mobil, Rockefeller memproduksi bensin, dan Morgan menghasilkan uang

Pada Era informasi saat ini, kaum aristokrat baru adalah para ahli IT yang mengendalikan real estate siber seperti Steve Jobs dari Apple, Jeff Bezos dari Amazon, Sergey Brin dan Larry Page dari Google. Pada era Agraria kaum kaya disebut sebagai aristokrasi, hari ini mereka dinamakan kapitalis

Ketika orang tua berkata kepada anaknya untuk bersekolah agar bisa mendapatkan pekerjaan. Mereka menasihati anak mereka untuk menjadi seorang proletar-seseorang yang menjual tenaga mereka untuk uang, menjadi karyawan bukan pemilik produksi.

Lalu, apa yang sekolah ajarkan tentang uang kepada anda kalau hanya untuk menjadi ‘buruh’

Bila anak itu mendapatkan pekerjaan bergaji tinggi, mereka bergabung dengan kaum borjuis dan menjadi kelas menengah. Bahagia dengan perangkap materi seperti dapat mengenyam pendidikan perguruan tinggi di sekolah/universitas bergengsi, rumah, mobil, kenyamanan, selalu sejajar dengan tetangga.

Mereka senang mengemudikan mobil melewati perkampungan, rumah petak dan kediaman kaum proletar/kalangan marjinal. Memastikan anak-anak mereka tidak bersekolah yang sama dengan anak-anak proletar tersebut

Sebagian besar kaum borjuis mempunyai pekerjaan bergaji tinggi, banyak diantara mereka adalah spesialis yang bekerja secara mandiri seperti dokter dan pengacara, atau pengusaha usaha kecil. Namun, mereka bukan pemilik real estate atau sarana produksi. Orang-orang ini bekerja untuk uang

Baca juga  Pengertian Pengembangan Diri Dan Manfaatnya Dalam Bekerja

Orang Kaya Tidak Bekerja Untuk Uang

Dalam buku Why The Rich Are Getting Richer, disebutkan bahwa Orang kaya tidak bekerja untuk uang, mungkin sebagian besar diantara kita menolak konsep ini. Robert T Kyosaki menyebutnya bahwa penolakan itu karena pikiran kita telah deprogram untuk, “Bersekolah dan dapatkan pekerjaan”.

Mereka belum pernah dilatih untuk menjadi seseorang yang memiliki sarana produksi. Dengan kata lain, sistem pendidikan kita melatih siswa untuk menjadi proletar dan borjuis dan bukan menjadi kapitalis, orang-orang yang memiliki tanah, usaha dan modal.

Tak mengherankan ada jutaan orang yang bergantung kepada pemerintah untuk memberinya pekerjaan, gaji dan pensiun. Orang kaya tidak bekerja untuk uang, mereka menciptakan aset, menciptakan pekerjaan dan memainkan monopoli dalam kehidupan nyata.

Orang kaya bermitra dengan pemerintah, melakukan apa yang diinginkan pemerintah. Dan sebagai imbalannya, pemerintah memberi mereka insentif pajak untuk menjadi mitra yang baik. Pendidikan keuangan bukanlah tentang menabung karena dongeng itu telah usang. Menabung tidak akan menjadikan anda kaya karena pemerintah terus mencetak uang dan tingkat inflasi semakin tinggi.

Pendidikan keuangan bukanlah tentang pelajaran ekonomi atau MBA ( Master of Business Administration ) karena yang dipelajari tentang masalah keuangan  perusahaan dan anda tetap menjadi karyawan.

mengenal cashflow quadrant
Gambar. Cashflow quadrant Robert T Kyosaki

Pendidikan keuangan yang sebenarnya seharusnya tentang menjadi karyawan di kuadran E untuk memperoleh pengalaman di dunia nyata. Lalu menjadi pengusaha di kuadran S atau memiliki usaha paruh waktu dan membangun bisnis hingga terbentuk sistemnya. Serta menjadi investor professional di kuadran I.

Baca juga : Cashflow quadrant, memahaminya dengan mudah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *