Cara Membuat Anggaran Pribadi dengan 6 Langkah

5 Langkah Mudah Dalam Membuat Anggaran Pribadi
5 Langkah Mudah Dalam Membuat Anggaran Pribadi (Photo: Nick Morrison via Unsplash)

Jika Anda ingin meraih tujuan finansial maka perlu membuat anggaran pribadi. Tulisan Cara Membuat Anggaran Pribadi ini bisa dijadikan sebagai panduan dalam meraih tujuan finansial

Anggaran pribadi atau rumah tangga adalah ringkasan yang membandingkan dan melacak pendapatan dan pengeluaran untuk periode tertentu, biasanya satu bulan.

Anggaran akan menunjukkan berapa banyak uang yang Anda harapkan untuk masuk, kemudian membandingkannya dengan pengeluaran yang Anda perlukan—seperti cicilan rumah dan asuransi—dan pengeluaran yang tidak perlu, seperti hiburan atau makan di luar.

Alih-alih melihat anggaran sebagai hal yang negatif, Anda dapat melihatnya sebagai alat untuk mencapai tujuan keuangan Anda.

A. Apa itu Anggaran?

Anggaran bulanan tertulis adalah alat perencanaan keuangan yang memungkinkan Anda merencanakan berapa banyak yang akan Anda belanjakan atau hemat setiap bulan. Ini juga memungkinkan Anda untuk melacak kebiasaan pengeluaran.

Membuat anggaran merupakan bagian penting untuk menjaga keuangan Anda tetap teratur. Itu karena anggaran mengenalkan keseimbangan.

Jika Anda membelanjakan lebih sedikit di satu bidang, Anda dapat membelanjakan lebih banyak di bidang lain, menambah tabungan, atau berinvestasi dalam membangun kekayaan.

Pada akhirnya, hasil anggaran baru akan menunjukkan dari mana uang Anda berasal, berapa jumlahnya, dan ke mana semua itu pergi setiap bulan.

B. Cara Membuat Anggaran Pribadi :

Sebelum mulai membuat anggaran, temukan template bagus yang dapat Anda gunakan untuk mengisi angka pengeluaran dan pendapatan. Dengan template yang bagus Anda tidak akan bosan melihatnya

Baca juga  Berapa Persen Saving Dari Gaji Untuk Keamanan Finansial?

1. Catat semua pendapatan atau pemasukan

Berapa penghasilan Anda setiap bulan? Catat semua pemasukan baik berupa gaji tetap ataupun sampingan. Anda bisa baca cara alokasi gaji bulanan agar tidak cepat habis

Jika Anda wiraswasta atau memiliki sumber pendapatan luar, seperti tunjangan anak atau Jaminan Sosial, sertakan juga ini.

Catat semua pendapatan Anda dalam sebulan sebagai jumlah pendapatan bulanan.

2. Buat Daftar Pengeluaran Bulanan

Tuliskan daftar semua pengeluaran Anda selama sebulan. Daftar ini dapat mencakup:

  1. Cicilan rumah
  2. Cicilan mobil
  3. Asuransi
  4. Kebutuhan pokok seperti beras, lauk dll
  5. Biaya sekolah anak
  6. Perawatan Pribadi
  7. Makan di luar
  8. Penitipan anak
  9. Biaya transportasi
  10. Perjalanan
  11. Cicilan pinjaman
  12. Tabungan

Gunakan laporan mutasi bank, kwitansi, dan laporan kartu kredit Anda dari tiga bulan terakhir untuk mengidentifikasi semua pengeluaran.

3. Tentukan Pengeluaran Tetap dan Pengeluaran Tidak Tetap

Pengeluaran tetap adalah pengeluaran wajib yang Anda bayar dengan jumlah yang sama untuk setiap waktu.

Sertakan item seperti pembayaran hipotek atau sewa, pembayaran mobil, layanan internet set-fee, penjemputan sampah, dan penitipan anak reguler.

Jika Anda membayar pembayaran menggunakan kartu kredit, sertakan jumlah itu dan pengeluaran penting lainnya yang cenderung tetap sama dari bulan ke bulan.

Jika Anda berencana untuk menabung dalam jumlah tetap atau melunasi sejumlah utang setiap bulan, sertakan juga tabungan dan pembayaran utang sebagai pengeluaran tetap.

Pengeluaran Tidak Tetap adalah pengeluaran yang berubah dari bulan ke bulan, seperti:

  1. Bahan makanan
  2. Bensin
  3. Hiburan
  4. Makan di luar
  5. Hadiah

Mulailah menetapkan nilai pengeluaran untuk setiap kategori, dimulai dengan pengeluaran tetap Anda. Kemudian, perkirakan berapa banyak yang harus Kalian keluarkan per bulan untuk masing-masing pengeluaran tidak tetap.

Baca juga  4 Cara Mengelola Uang Gaji 3 Juta Agar Cukup Sebulan

Jika tidak yakin berapa banyak yang Anda belanjakan untuk setiap kategori, tinjau dua atau tiga bulan terakhir transaksi kartu kredit atau bank Anda untuk membuat perkiraan kasar.

4. Jumlahkan Pendapatan dan Pengeluaran Bulanan

Jika penghasilan Anda lebih tinggi dari pengeluaran, artinya Anda memulai dengan baik. Uang ekstra ini berarti Anda dapat memasukkan dana ke bidang anggaran, seperti tabungan pensiun atau melunasi utang.

Jika pengeluaran lebih dari penghasilan, itu berarti Anda mengeluarkan uang lebih banyak dan perlu melakukan beberapa perubahan.

5. Lakukan Penyesuaian pada Pengeluaran

Jika Anda berada dalam situasi di mana pengeluaran lebih tinggi daripada pendapatan, temukan area dalam pengeluaran mana yang dapat dipotong. Cari tempat yang bisa Anda hemat seperti mengurangi makan di luar

Usahakan agar kolom pendapatan dan pengeluaran seimbang. Keseimbangan yang sama ini berarti semua pendapatan Anda diperhitungkan dan dianggarkan untuk tujuan pengeluaran atau tabungan tertentu.

6. Bagaimana Menggunakan Anggaran

Setelah menyiapkan anggaran, Anda harus memantau dan terus melacak pengeluaran di setiap kategori, idealnya setiap hari dalam sebulan.

Spreadsheet atau aplikasi penganggaran yang sama yang digunakan untuk membuat anggaran Anda juga dapat digunakan untuk mencatat total pengeluaran dan pendapatan.

Mencatat apa yang Anda belanjakan sepanjang bulan akan menjaga Anda dari pengeluaran berlebihan dan membantu Anda mengidentifikasi pengeluaran yang tidak perlu atau pola pengeluaran yang bermasalah.

Luangkan beberapa menit setiap hari untuk mencatat pengeluaran Anda, daripada menundanya sampai akhir bulan.

Saat menggunakan anggaran, perhatikan berapa banyak yang telah Anda belanjakan.

Setelah mencapai batas pengeluaran dalam suatu kategori, Anda harus menghentikan jenis pengeluaran tersebut untuk bulan tersebut atau memindahkan uang dari kategori lain untuk menutupi pengeluaran tambahan.

Baca juga  Inilah Penyebab Kegagalan Mengelola Keuangan Pribadi

Tujuan dalam menggunakan anggaran Anda harus menjaga pengeluaran sama atau lebih rendah dari pendapatan untuk bulan tersebut.

C. Tips Membuat Anggaran Umum

Terdapat beberapa tips cara membuat anggaran pribadi bulanan yang bisa Anda lakukan, diantaranya sebagai berikut:

  1. Jika Anda bekerja berdasarkan komisi, agresiflah dalam menabung untuk membantu menutupi periode ketika pasar sedang lesu.
  2. Jika memiliki masalah arus kas karena Anda hanya dibayar sebulan sekali, bagi pembayaran itu dalam beberapa minggu, dan simpan uang tunai yang Anda rencanakan untuk dibelanjakan di sisa minggu di akun terpisah sampai Anda membutuhkannya.
  3. Bayar dengan kartu kredit hanya jika Anda memiliki uang untuk melunasinya di akhir bulan. Jika tidak, Anda akan berhutang bunga di atas harga apa pun yang Anda beli.
  4. Sesuaikan anggaran setiap bulan dan awasi pengeluaran besar yang hanya terjadi setiap beberapa bulan, seperti pembayaran asuransi.
  5. Jika Anda cenderung membelanjakan lebih banyak dalam kategori tertentu, alihkan ke anggaran hanya tunai.
  6. Setelah pengeluaran Anda lebih rendah dari pendapatan, buat anggaran untuk tujuan tabungan sebelum meningkatkan pengeluaran.
  7. Luangkan waktu untuk mempelajari keterampilan keuangan lainnya untuk meningkatkan literasi keuangan dan menjadikan uang bekerja untuk Anda.

Baca juga: Cara membuat anggaran bulanan dengan aturan 50/30/20

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *