Bisnis  

Cyber Security Agar Bisnis Anda Tetap Aman

Tantangan Cyber Security pada Fintech yang Perlu Diperhatikan
Tantangan Cyber Security pada Fintech yang Perlu Diperhatikan

Cyber security- Dengan semakin berkembangnya dunia informasi yang dilandaskan pada kemampuan digital dan internet, semakin banyak juga cara-cara yang digunakan oleh oknum-oknum untuk dapat mencuri data-data penting keuangan anda.

Kasus peretasan sudah banyak terjadi tidak hanya pada pribadi tapi juga menyasar ke perusahaan-perusahaan besar. Jika terjadi kebocoran data seperti nomor kartu kredit, kode OTP, kode-kode transaksi, data pribadi berhubungan dengan perbankan akan sangat riskan informasi itu digunakan untuk mencuri aset-aset.

Apa itu Cyber Security?

Dilansir dari Glints, Cyber Security adalah aktivitas untuk mengamankan sistem komputer dari adanya perbuatan akses ilegal.

Aktivitas itu mencakup kebijakan, alat, perangkat komputer dan software, konsep keamanan, aplikasi yang digunakan untuk melindungi aset pengguna.

Hal kecil yang kadang luput dilakukan dari para pemilik usaha adalah mengamankan data-data tersebut dengan berbagai langkah ekstra, sehingga tidak mudah untuk dicuri.

Antisipasi sekecil apapun yang terkait dengan keamanan data digital atau cybersecurity perlu dilakukan agar tidak menyesal kemudian.

Cara Melakukan Cyber Security

Berikut telah dirangkum dari beberapa sumber yang kredibel tentang cara untuk melakukan cyber security hanya untuk sobat Mibi:

1. Menggunakan Jasa Ahli IT

Ada sebuah diksi untuk mendukung pendapat ini adalah ‘serahkan semua pada ahlinya’. Pernyataan ini ada benarnya karena memang suatu keahlian itu didapat melalui proses pembelajaran yang panjang.

Dalam hal ini maka untuk keamanan data digital sebaiknya mempekerjakan mereka yang memiliki spesialisasi di bidang IT untuk membangun sistem mulai dari transaksi, laporan, sistem pembelian dan penjualan serta semua hal yang berhubungan dengan transaksi perbankan.

Baca juga  5 Rekomendasi Bisnis di Masa Pandemi

Cara ini dipandang lebih efektif ketimbang harus semua diurus sendiri karena belum tentu dimengerti. Anda bisa memperkerjakan mereka sebagai pihak ketiga atau sebagai vendor yang secara berkala ikut mengawasi dan melakukan maintenance pada sistem keamanan anda.

Paling minimal anda harus memperkerjakan seorang staff yang benar-benar mengerti persoalan cyber security, sehingga anda bisa melakukan pekerjaan yang lain dengan tenang.

2. Menggunakan Kombinasi Sandi yang Kuat

Jika anda memiliki begitu banyak nomor rekening yang dibuat untuk tujuan-tujuan khusus seperti khusus untuk melakukan pembelian dan penjualan saja, rekening khusus untuk operasional atau rekening khusus untuk pribadi, seyogyanya pakailah sandi untuk setiap rekening tersebut dengan sandi yang kuat.

Biasanya sandi yang dibuat adalah merupakan tanggal lahir atau kombinasi angka yang keluar dari tanggal lahir tersebut.

Hindarilah itu karena akan sangat mudah ditebak, dan gunakanlah sandi yang lain. Namun anda harus mencatatnya di buku atau di perangkat anda dan gantilah secara berkala.

Begitu juga dengan akun email anda atau aplikasi apapun yang anda gunakan untuk transaksi. Untuk email gunakan kombinasi angka, huruf, simbol dan besar kecilnya huruf agar tidak mudah ditembus ketika diretas.

Begitu juga dengan internet atau mobile banking yang mengharuskan adanya password untuk menjalankan aplikasi tersebut. Lebih baik sedikit ribet daripada harus menyesal kemudian.

3. Install AntiVirus yang Asli

Penggunaan anti virus juga sangat penting, mengingat bahwa komputer atau netbook anda adalah tempat segala informasi mulai dari laporan keuangan, transaksi keuangan, rekapan-rekapan penjualan dan pembelian dan data penting lainnya.

Dengan memasang software anti virus ini, akan ada peringatan dini jika ada serangan cyber crime atau malware yang bisa membahayakan data anda. Yang terpenting lagi gunakan anti virus yang berlisensi karena fiturnya tentunya lebih lengkap dan aman dari versi yang bebas biaya.

Baca juga  Lebih Mengenal Usaha Ritel dan Karakteristiknya

4. Update Software dan Aplikasi

Jangan abaikan jika ada notifikasi update terbaru untuk aplikasi dan software anda. Banyak orang yang menganggap itu gangguan padahal bisa saja berguna untuk banyak hal.

Dengan adanya update para pengembang sudah menyadari jika memang ada yang perlu diperbaiki terutama dalam hal cyber security untuk melakukan peningkatan pengamanan, agar data dan informasi pengguna tidak jebol. Lakukanlah update jika memang ada notifikasi tersebut, yang membutuhkan waktu tidak lama tetapi manfaatnya sangat besar.

5. Jangan Gunakan WiFi Publik

Tidak sadar ketika tidak sedang berada di kantor atau dirumah, dan terburu-buru menyelesaikan pekerjaan tertentu menggunakan WiFi umum yang tersedia untuk publik. Cara ini tidak aman dan harus dihindari, apalagi ketika mengakses ke data-data penting.

Ada kemungkinan jika data itu bocor dari penggunaan WiFi publik, sehingga lebih baik menunggu sampai dirumah atau kantor. Jika terpaksa menyelesaikan tugas di tempat-tempat umum, gunakanlah fasilitas portable hotspot dari paket data anda. Lebih baik berkorban sedikit demi keamanan daripada nantinya dipersalahgunakan.

6. Lakukan Back-up Data

Jangan pernah beranggapan jika menyimpan data di salah satu storage saja sudah cukup, tetapi usahakanlah menyimpan data di beberapa tempat yang aman.

Penggunaan hardisk external bisa menjadi pilihan karena kapasitas yang besar dan ukuran perangkat yang tidak terlalu besar sangat nyaman dibawa. Kelemahannya jika anda lupa membawa data ini maka tidak bisa mengakses karena bersifat offline.

Anda bisa membuat akun untuk penyimpanan seperti google drive ataupun cloud sehingga bisa biakses dimanapun dan kapanpun.

Image by Penulis

Info lain: Tantangan Cyber Security pada Fintech yang Perlu Diperhatikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *