Prinsip Supervisi Pendidikan

Masih Bingung soal Prinsip-Prinsip Supervisi Pendidikan? Intip di Sini!
Masih Bingung soal Prinsip-Prinsip Supervisi Pendidikan? Intip di Sini!

Prinsip-prinsip supervisi pendidikan masih membuat banyak orang bingung mengenai makna sesungguhnya. Namun sebelum membicarakan itu, Anda harus memahami dulu definisi dari supervisi pendidikan.

Untuk membahas ini, kita harus mengerti dulu makna pendidikan menurut John Dewey, yang merupakan salah satu tokoh penting di dunia dalam hal pendidikan.

Dalam pandangan John Deway, pendidikan adalah perkembangan yang sudah tumbuh sejak lahir hingga menjelang kematian. Dia memperkenalkan konsep pendidikannya melalui Experiential Learning, dimana pendidikan dapat di peroleh melalui pengalaman.

Setelah mengetahui makna pendidikan menurut bapak pendidikan sedunia, kita akan membahas definisi soal supervisi pendidikan. Ini merupakan usaha dalam memfasilitasi, membantu, dan memberi pelayanan sesuai kebutuhan guru agar menjadi lebih profesional dalam menjalankan tugasnya kepada anak didik.

Supervisi pendidikan juga diartikan sebagai segala bentuk bantuan dari pemimpin sekolah. Bantuan ini tertuju dengan perkembangan jiwa kepemimpinan para guru di dalam meraih tujuan di dunia pendidikan.

Prinsip-Prinsip Supervisi Pendidikan

Dalam hal ini, seorang kepala sekolah menjadi supervisor pendidikan tujuannya yakni meningkatkan mutu pembelajaran dan pendidikan secara komprehensif.

Secara umum, prinsip-prinsip supervisi pendidikan antara lain:

1. Prinsip Ilmiah

Prinsip ini memiliki beberapa ciri. Pertama, kegiatan supervisi dilakukan berdasarkan data obyektif yang dihasilkan saat kenyataan praktek pelaksanaan belajar mengajar.

Kedua, memperoleh data harus menggunakan alat perekam data seperti pedoman observasi, percakapan pribadi, angket, dan lain sebagainya. Ciri yang ketiga adalah kegiatan supervisi dilaksanakan secara terencana dan sistematis.

2. Prinsip Demokrasi

Prinsip ini menjunjung tinggi harga diri dan martabat guru. Segala bentuk layanan diberikan kepada guru wajib berdasarkan hubungan kemanusiaan yang erat dan hangat. Tentunya, prinsip ini bisa membuat para guru merasa aman saat menjalankan tugasnya. 

3. Prinsip Kerjasama

Prinsip ini mengembangkan usaha bersama dalam proses supervisi pendidikan. Para guru dan kepala sekolah harus saling memberikan dukungan, dorongan, hingga menstimulasi agar mereka yakin bisa tumbuh bersama.

4. Prinsip Konstruktif dan Kreatif

Semua pengajar bakal termotivasi soal pengembangan potensi kreativitas jika proses supervisi bisa menciptakan suasana yang menyenangkan, tidak membuat guru merasa terancam.

Andai prinsip-prinsip itu diterapkan secara benar, maka tujuan supervisi pendidikan bakal terwujud. Nah, tujuan supervisi pendidikan ini pada umumnya memberikan layanan, fasilitas, hingga bantuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh.

Tidak hanya itu, supervisi pendidikan juga memiliki misi sebagai kepastian atau jaminan mutu dari pihak sekolah kepada masyarakat terkait proses pembelajaran demi mewujudkan kualitas siswa yang lebih tinggi dari tahun ke tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *