Now You Know (04 November): Terpilihnya Barack Obama Sebagai Presiden Amerika ke 44, Perdana Menteri Jepang Dibunuh, Aksi 4 November di Jakarta

Now You Know (04 November): Terpilihnya Barack Obama Sebagai Presiden Amerika ke 44, Perdana Menteri Jepang Dibunuh, Aksi 4 November di Jakarta
Barack Obama

Hai sobat Mibi, hari ini, 4 November, tercatat di beberapa peristiwa penting dan menarik yang patut diketahui sebagai pembelajaran sejarah bagi kita seperti Barack Obama terpilih sebagai Presiden Amerika ke 44, Terbunuhnya Perdana Menteri Jepang.

Terpilihnya Barack Obama Sebagai Presiden Amerika ke 44

Menarik untuk disimak kisah tentang Presiden ke-44 Amerika Serikat ini. Obama semasa kecilnya pernah tinggal di Tebet, Jakarta, bersekolah di SD Negeri Menteng 3 karena ibunya, Ann Dunham menikah dengan pria Indonesia, Lolo Soetoro. Dia berpindah ke Honolulu untuk ikut kakek dan neneknya untuk bersekolah sampai dengan tingkat SMA.

Di Universitas Colombia, Obama melanjutkan pendidikannya dan kemudian dengan perjuangan pula kembali melanjutkan ke Harvard University untuk jurusan hukum.

Keadaan pada waktu itu, rasialisme masih sangat kental, yang membuat pemisahan antara kulit hitam dan putih dalam banyak hal seperti sosial, akses pekerjaan, sekolah dan lainnya

Sikapnya yang terus-menerus kritis terhadap kondisi rasialisme itu membuat namanya menjadi terkenal. Sikap kritisnya itu dia sampaikan melalui pidato atau tulisan-tulisan untuk persamaan hak antara warga kulit hitam dan putih.

Kegigihannya mengantarkan Obama menjadi senat di Illionis yang mana daerah itu termasuk daerah yang masih terbelakang.

Dengan berbekal pengalaman yang masih minim di dunia perpolitikan, baru sekitar 4 tahun, namun mendapat banyak dukungan dari masyarakat dan partai penyokongnya, Demokrat, sehingga pada tahun 2009 mengikuti pemilihan presiden.  

Pada tanggal 04 November 2009, Obama mendapatkan suara sekitar 69,4 juta, sementara pesaingnya yaitu John McCain mendapatkan sekitar 59,9 pemilih, sehingga terpilihanya Obama menjadi presiden Amerika Serikat.

Baca juga  Tragedi Bloody Sunday, Republik Kurdistan Mahadab dan Banjir Sulawesi Selatan

Terbunuhnya Perdana Menteri Jepang

Perdana Menteri Hara Takashi yang menjabat di tahun 1920an, dibunuh oleh seorang staf kereta api ketika dirinya sedang melakukan perjalanan ke Kyoto.

Permbunuhan itu terjadi pada tanggal 04 November 1921 di stasiun Tokyo oleh seorang yang kemudian diketahui namana Nakaoka Koichi.

Setelah diinvestigasi oleh pihak kepolisian diketahui bahwa pelaku kecewa karena kebijakannya hanya condong pada kelompok tertentu saja.

Kejadian itu tentunya membuat publik Jepang gempar karena peristiwa itu pertama kali terjadi pembunuhan terhadap publik figur di Jepang.

Terkait kebijakannya yang dianggap tidak adil dan yang membuatnya terbunuh adalah terkait dengan disingkirkannya kaum liberal dan sosialis di Jepang dan penolakannya atas hak universal.

Untuk menggantikan Takashi, maka Takahashi Korekiyo naik menjadi Perdana Menteri sekaligus sebagai Presiden untuk melanjutkan apa yang dipandang baik dari kabinet sebelumnya.

Aksi Pengerahan Massa 212 di Jakarta

Pada 4 November 4 tahun silam, tepatnya di tahun 2016, aksi demo besar-besaran dilakukan oleh sekumpulan besar orang yang berbondng-bondong datang ke Istana Merdeka untuk melakukan demonstrasi karena adanya dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama atau biasa disapa Ahok.

Jumlah orang yang melakukan demonstrasi waktu itu diperkirakan sebanyak 200.000 yang berasal dari berbagai daerah.

Tuntutan mereka waktu itu adalah untuk memenjarakan Ahok karena pernyataannya yang dianggap kontroversi.

Dilansir dari Wikipedia, pada waktu itu NU dan Muhammadiyah menganjurkan kepada pengikutnya untuk tidak ikut turun ke jalan agar tidak mengganggu aktivitas warga, namun disisi lain juga mendorong untuk proses hukum tetap dilanjutkan oleh pihak berwajib.

Pasukan TNI dan kepolisian telah menyiagakan pasukannya yang diperkirakan sejumlah 70.000 personel untuk ikut mengamankan aksi.

Baca juga  Skema Ponzi Itu Apa ? Berikut Modus dan Permainannya

Massa aksi seharian melakukan orasi dan meneriakkan yel-yel untuk mendesak proses hukum, yang dilakukan sampai pukul 18.30.

Pada pukul itu seharusnya massa sudah membubarkan diri namun akhirnya terjadi kericuhan. Suasana kondusif baru bisa didapatkan kembali sekitar pukul 21.00 dan dini hari massa baru membubarkan diri.

Info lain: 5 Pengaruh Kurs Rupiah Jika Terjadi Inflasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *