Now You Know – 26 Desember: Perdamaian Pressburg Disepakati, Penemuan Radium oleh Marie dan Curie serta Gempa dan Tsunami Aceh Samudera Hindia 2004

2215455tsunami-aceh-hoshiko780x390-bc19cc7f
Gempa dan tsunami 2004 (photo: kompas)

Halo sobat Mibi hari ini tanggal 26 Desember telah tercatat dalam sejarah nasional dan dunia beberapa peristiwa penting dan menarik untuk disimak bersama sebagai pengetahuan umum diantaranya tsunami aceh yang terjadi di Samudera Hindia 2004.

Perdamaian Pressburg

Sebuah pejanjian perdamaian ditandangani bersama. Dari pihak Perancis diwakili oleh Napoleon Bonaparte dan dari pihak Austria diwakili oleh Franz II pada tanggal 26 Desember 1805. Karena Perancis memenangkan pertempuran dengan Austria sehingga ada konsekuensi dari kemenangan itu.

Pressburg menjadi tempat penandatanganan perjanjian itu (sekarang di wilayah Slovakia). Isi dari perjanjian harus membuat Austria menderita kehilangan banyak hal. Untuk menyerahkan semua yang telah diterimanya dari wilayah Venesia dalam Perjanjian Campo Formio kepada kerajaan Italia milik Napoleon; Tirol, Vorarlberg. Dan beberapa wilayah kecil di Bavaria; dan tanah barat lainnya dari monarki Habsburg hingga Württemberg dan Baden.

Austria setuju untuk mengakui para pemilih Bavaria dan Württemberg, yang bersekutu dengan Napoleon, ke pangkat raja. Dan untuk membebaskan mereka, serta Baden, dari semua ikatan feodal dengan Kekaisaran Romawi Suci yang sudah tidak ada. Sehingga secara tajam mengurangi pengaruh Austria di Jerman. Austria setuju untuk membayar ganti rugi sebesar 40.000.000 franc emas.

Sebagai kompensasi kecil, Napoleon mengizinkan Austria untuk mencaplok Salzburg, Berchtesgaden, dan perkebunan Ordo Teutonik.

Kekaisaran Prancis menerima Piedmont, Parma, dan Piacenza, dan sepenuhnya mengecualikan Austria dari pengaruh di Italia.

Perjanjian itu merupakan bagian integral dari kebijakan Napoleon untuk menciptakan cincin negara klien Prancis di luar Rhine, Pegunungan Alpen, dan Pyrenees.

Penemuan Radium oleh Marie dan Curie

Marie dan Pierre Curie mengumumkan penemuan radium. Unsur kimia yang secara alami ditemukan dalam uranium dan, pada tingkat lebih rendah, thorium pada tanggal 26 Desember 1898,

Baca juga  Now You Know – 10 Desember: Martin Luther Buku Exsurge Domine, Perjanjian Paris Dibuat, Pertamina didirikan dan Peringatan Hari HAM

Penemuan radium terjadi tanpa disengaja ketika kedua ilmuwan itu berusaha untuk memisahkan danta uranium dan uraninit (merupakan mineral dan bijih kaya akan kandungan uranium). Uraninit memiliki lebih banyak radioaktivitas daripada uranium yang dipisahkan saja.

Setelah memurnikan beberapa ton uraninit, dia dapat memperoleh sejumlah kecil senyawa yang mirip dengan barium dan elemen lain yang mirip dengan bismut (yang ternyata adalah polonium).

Radium berhasil ditemukan melalui usaha pemisahan dari senyawa yang disebut barium. Namun tidak larut, dan akhirnya didapatkanlah elemen yang kecil lalu dikenal dengan radium.

Nama radium dipilih pada tahun 1899, yang merupakan kata Prancis yang berasal dari bahasa Latin Modern untuk ‘radius’ atau sinar. Sebagai pengakuan atas radium yang memancarkan energi kuat dalam bentuk sinar.

Butuh bertahun-tahun bagi para ilmuwan untuk lebih memahami efek radium dan radioaktivitasnya. Kurangnya pengetahuan keluarga Curie sering menyebabkan, apa yang kita anggap hari ini, praktik tidak aman yang menyebabkan buku catatan laboratorium mereka, antara lain, menjadi sangat terkontaminasi oleh radium, yang membuatnya tidak aman untuk ditangani bahkan hingga hari ini.

Demikian pula, radium diyakini oleh beberapa orang memiliki kekuatan kuratif dan digunakan dalam krim wajah, perawatan spa, dan bahkan pasta gigi.

Itu juga digunakan untuk membuat cat radioluminescent untuk perangkat seperti jam tangan, yang menyebabkannya bersinar dalam gelap.

Radium tidak lagi digunakan dengan cara ini, dan hari ini pemahaman yang jauh lebih baik tentang radium dan karakteristiknya diketahui masyarakat.

Radium telah digunakan secara dalam hal kedokteran nuklir, tetapi sebaliknya, penggunaannya tetap terbatas dan memiliki beberapa aplikasi komersial.

Gempa dan Tsunami Aceh 2004

Salah satu bencana alam yang pernah tercatat dalam sejarah dunia terjadi tujuh belas tahun dari hari ini. Yaitu tepatnya di tanggal 26 Desember 2004 dengan adanya gempa bumi dahsyat berkekuatan 9,1 – 9,3 dalam skala intensitas Mercalli yang epicentrum terletak di lepas pantai Samudera Hindia di dekat pulau Sumatera.

Baca juga  Mengenal Konsep Pendidikan Menurut John Dewey

Gempa bumi itu juga memicu tsunami yang dikarenakan Lempeng Burma yang didorong naik ke Lempeng Hindia. Sehingga membuat gulungan ombak besar yang diperkirakan tingginya 30 meter yang menerjang 14 negara di Asia, Eropa. Bahkan dirasakan hingga ke benua Australia, dengan permukiman pesisir yang terkena dampak begitu hebat.

Beberapa negara terdampak sangat dahsyat Thailand, Sri Lanka, India dan Indonesia dengan jumlah kerusakan dan kematian yang paling besar diantara negara-negara lainnya dengan jumlah total kematian hingga menyentuh angka 280.000 jiwa melayang.

Sepanjang ditemukannya alat seismograf, ini adalah gempa bumi terparah ketiga dan durasi patahan terlama yang diperkirakan selama 8 – 10 menit. Dan juga banyak gempa lainnya di dunia terpicu karena kejadian ini.

Banyak kalangan baik organisasi internasional dan beberapaga negara memberikan sumbangan kemanusiaan yang jumahnya mencapai $ 14 milliar dollar. Dan khusus untuk Indonesia status bencana nasional diterapkan karena semua kegiatan ekonomi, sosial dan pemerintahan lumpuh akibat kerusakan yang begitu masif dari tsunami ini. Jumlah korban di Indonesia mencapai lebih dari 200.000 jiwa.

Pada tahun 2009 telah dibangun sebuah monumen di Banda Aceh yang dinamai museum tsunami Aceh yang diarsiteki oleh Ridwan Kamil dengan tampilan diorama-diorama peristiwa serta nama-nama korban.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *