Indikator Fibonacci Retracement dan Extension Pada Analisis Saham

indikator fibonacci saham
Indikator Fibonacci Saham dan Cara Menggunakannya

Mikaylabinar.com Ada dua jenis indikator Fibonacci yaitu indikator fibonacci retracement dan fibonacci extension. Keduanya dibahas dalam halaman ini, mari simak lebih lanjut

Fibonacci menjadi salah satu indikator favorit para trader di dunia. Ini karena keandalannya dalam memperkirakan pergerakan harga saham terutama dalam menentukan level support dan resistance. Indikator ini menggunakan deret angka Fibonacci  yang ditemukan oleh Leonardo Fibonacci

Siapa Leonardo Fibonacci ?

Fibonacci lahir pada tahun 1170 dari keluarga seorang pedagang Italia kaya bernama Guglielmo Fibonacci. Fibonacci muda memiliki kegemaran dalam berhitung dan senang mempelajari matematika.

Dia mempelajari sistem angka hindu dan arab yang dianggapnya lebih sederhana dibandingkan dengan angka pada sistem romawi. Begitupula dengan sistem penghitungannya yang dianggap lebih mudah.

Pada tahun 1202 di usia 32 tahun Leonardo Fibonacci mulai memperkenalkan sistem angka hindu-arab ke daratan eropa.

Fibonacci juga memperkenalkan aritmatika, yaitu dasar 10 digit, kosong, koma, decimal dan pecahan, yang sampai sekarang masih kita gunakan.

Angka Fibonacci

Masih banyak lagi model hitungan dan persamaan yang ditemukan oleh dia namun yang paling terkenal yaitu deret angka Fibonacci. Deret ini muncul dengan rangkaian angka 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89, 144…..dan seterusnya.

Rangkaian angka ini dimulai dengan angka 1. Kemudian angka selanjutnya diperoleh dengan menambahkan satu angka sebelumnya. Sebagai contoh dimulai dengan angka 1. Kemudian angka 1+0=1, angka 1+1 = 2, angka 2+1 = 3, angka 3+2=5 dan seterusnya.

Yang menarik adalah apabila kita menghitung rasio setelah beberapa angka pertama. Maka akan selalu diperoleh nilai decimal .618. contoh 55/34= .6176; 144/89= .6179

Selain itu, jika angka terakhir dari deret Fibonacci dibagi dengan jumlah semua angka yang terdapat dalam deret fibonacci, maka hasilnya adalah 0.38, sebagai contoh:

Baca juga  Cara Menggunakan Indikator DMI Directional Movement Index pada Saham

34/ (1 + 1 + 2 + 3 + 5 + 8 + 13 + 21 + 34)= 0.38

89/ (1 + 1 + 2 + 3 + 5 + 8 + 13 + 21 + 34 + 55 + 89)= 0.38

Keajaiban Fibonacci

Keajaiban angka Fibonacci membuat orang menjulukinya sebagai angka Tuhan (God Numbers) karena deretan angka ini memiliki hubungan dengan gejala alam. Jika anda menghitung cabang dari sebuah pohon maka akan didapat angka-angka Fibonacci.

Apabila Anda menjumlahkan kelopak suatu bunga seperti bunga aster akan didapatkan bahwa bunga tersebut memiliki jumlah kelopak rata-rata sebanyak 34 atau 35 kelopak bunga bahkan ada yang sampai 89 kelopak sesuai angka Fibonacci.

Mungkin anda bilang ini hoaks, coba buktikan sendiri dengan menghitung kelopak bunga atau cabang tanaman yang terdapat di halaman rumah anda.

Indikator Fibonacci Retracement dan Extension

Deret Fibonacci dapat diterapkan dalam dunia trading stock, cryptocurrency maupun forex karena memiliki sistem trading yang sama. Setelah dirumuskan, Fibonacci dibagi menjadi dua kelompok yaitu:

  1. Fibonacci Retracement, terdiri dari level : 0.236, 0.382, 0.500, 0.618, 0.764. deretan angka ini sebagai informasi support dan resistance dimana biasanya trader akan melakukan open buy/sell setelah harga menyentuh titik-titik level tersebut.
  2. Fibonacci Extension, terdiri dari level: 0, 0.382, 0.618, 1.000, 1.382, 1.618. umumnya trader menggunakan posisi level ini untuk menentukan titik dimana mereka harus mengambil TP (take profit) atau keuntungan.

Penggunaan indikator Fibonacci dalam dunia trading yaitu untuk menentukan atau memprediksi level pergerakan harga market.

Dengan cara ini maka trader akan tahu sampai dimana harga market akan rebound.

Indikator Fibonacci saham ini sudah popular di dunia trading hampir semua platform trading memiliki fitur kalkulator yang secara otomatis akan menghitug angka Fibonacci, Jadi anda tidak perlu capek-capek menghitungnya sendiri cukup pertajam kemampuan analisanya saja. 

Dalam dunia trading biasanya yang paling banyak digunakan oleh trader yaitu Fibonacci retracement karena dinilai tingkat akurasinya lebih jitu Untuk mengukur level support and resistace dalam time frame 1 hari atau 1 minggu ( D-1 atau W-1 ). Sedangkan pada time frame yang lebih kecil sering kali tidak tepat penggunaannya.

Baca juga  Perbedaan Technician dan Chartist dalam Teknikal Analisis

Untuk skala kecil Fibonacci Extension kadang lebih cocok untuk time frame H-1dan H-4 dipadukan dengan Elliot Wave.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan

  1. Level Fibonacci akan bekerja dengan baik jika terjadi suatu tren
  2. Untuk dapat menggunakan Fibonacci, anda harus menentukan ayunan (range ) harga terendah dan tertinggi
  3. Level koreksipada Fibonacci retracement biasanya pergerakan koreksi berada pada level :
    0.382 atau 38.2%,
    0.50 atau 50%,
    0.618 atau 61.8%
  4. Pergerakan ekspansi setelah terjadinya koreksi, biasanya akan menuju level:
    0.618
    1.618
    2.618
    4.235

Cara Menggunakan Indikator Fibonacci Saham

Disini saya akan mencoba menggunakan indikator Fibonacci retracement seperti disinggung pada paragraph sebelumnya dimana Fibonacci retracement lebih favorit digunakan oleh para trader.

Penggunaan Fibonacci ini untuk menentukan kapan saatnya yang tepat untuk mendapatkan harga yang bagus baik pada saat buy atau sell.

Yang perlu dilakukan adalah angka 100% sebagai titik landasan untuk menarik garis Fibonacci dan angka 0% menjadi ujung dari tarikan garis.

Jika trend-nya turun dan anda ingin mengetahui sampai dimana harga akan turun maka pertama yang anda lakukan adalah tarik garis dari  titik tertinggi (100%) ke arah titik harga terendah (0%).

Atau sebaliknya, jika tren-nya naik tarik garis dari titik ayunan terendah (swing low) dimana angka fibo 100% jadi landasan ke titik ayunan tertinggi (swing high) menuju angka 0%.

Contoh pada gambar berikut ini:

indikator fibonacci saham

Keterangan:

Setelah ditarik dari harga terendah (swing low) menuju harga tertinggi (swing high) maka akan didapatkan level Fibonacci. Pastikan angka Fibonacci pada awal tarikan adalah angka 100% dan ujung tarikan adalah angka 0%.

Gambar diatas menunjukkan bahwa penurunan harga berada dikisaran level Fibonacci 38.20% dan sempat naik menuju level Fibonacci 23.60% sebelum turun lagi menuju level 50% biasanya setelah itu akan memantul ke atas menuju garis angka level Fibonacci sebelumnya (38.20%).

Baca juga  Memahami Random Walk Theory dengan Mudah

Namun, Jika market bearish maka penurunan akan berlanjut menuju angka 61.80%, begitu seterusnya. Sederhana bukan ? yup, sederhana tapi powerful ????

Jadi dengan melihat pergerakan market dengan Fibonacci maka akan bisa membaca menuju kemana harga market sehingga kita bisa mengambil posisi yang tepat kapan saatnya untuk mendapatkan harga yang murah dan kapan waktunya untuk menjual dengan harga yang tinggi.

Singkatnya

Penggunaan indikator Fibonacci akan lebih power apabila didukung dengan pemahaman yang baik akan candlestick

Serta dikombinasikan dengan indicator lain seperti indikator stochastic atau Bollinger band yang akan kita bahas di seri berikutnya.

Jadi, intinya adalah untuk menjadi seorang trader atau investor yang handal jangan pernah berhenti belajar

Seiring dengan waktu berjalan maka pengalaman akan didapat kalau sudah begitu biasanya akan menemukan gaya trading tersendiri yang sesuai dengan gaya masing-masing

Tidak semua indicator digunakan cukup 1 sampai 3 atau 4 indicator untuk memperkuat analisis untuk mendapatkan cuan.

Indikator fibonacci saham ini hanya sebagai alat bantu karena sampai detik inipun belum ada indicator atau teknik serta metode yang tingkat keakuratannya sampai 100%

Tapi, dengan adanya indicator ini akan membantu Anda dalam menganalisis pergerakan market.

Selamat cuan… 

Anda bisa melihat artikel ini dalam versi youtubenya di channel mikaylabinar.com Indikator Fibonacci Untuk Prediksi Pergerakan Market

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *