Indikator William R (William % R) Pada Saham

Cara Menggunakan Indikator William R (Percent Range /%R)
Cara Menggunakan Indikator William R (Percent Range /%R)

Mikaylabinar.com Indikator william r atau William Percent Range (William % R) diciptakan oleh Larry R Williams pada tahun 1973. Dia menciptakan indikator ini untuk mengidentifikasi area overbought dan oversold.

Tulisan ini membahas cara menggunakan indikator william r beserta contoh cara membacanya dari grafik market yang terbentuk

Apa itu Indikator William Percent Range (William % R)?

Indicator william r termasuk jenis leading indicator yakni indicator yang bergerak mendahului pergerakan harga sehingga membantu dalam menganalisis pergerakan market  kedepannya.

Garis William%R akan bekerja lebih baik pada kondisi market yang sedang sideways. Dan bisa digunakan sebagai indicator yang memberikan sinyal awal pembalikan harga (reversal ) yang mendahului dari pergerakan harga

Indikator William R secara default menggunakan standard periode 14 hari. Tapi anda sebagai trader bisa mengubahnya dalam setting sesuai yang anda inginkan, tergantung untuk tujuan trading anda.

Jika ingin melakukan trading harian (intraday trading) bisa dilakukan dengan minutes chart. Apabila ingin trading long-term bisa menggunakan setting daily chart, weekly chart maupun monthly chart.

Rumus Indikator William Percent Range (William % R)

Rumus yang digunakan dalam Indikator William%R, sebagai berikut:

%R = (Harga tertinggi dalam n hari – Harga penutupan akhir / Harga tertinggi dalam n hari – Harga terendah dalam n hari) X -100

Keterangan: n = periode hari yang digunakan pada William%R (secara default 14 hari)

Rumus William%R diformulasikan dalam komputer berdasarkan harga di market. Kemudian hasilnya di tampilkan dalam bentuk garis tunggal pada Osilator aplikasi charting (biasanya terletak dibagian bawah charting).

Baca juga  Indikator Fibonacci Retracement dan Extension Pada Analisis Saham

Hasil dari penghitungan rumus William%R ditampilkan dalam skala vertical 0 (nol) dan -100 (minus seratus). Pada skala tersebut, dibagi kedalam dua zona ekstrem yakni level atas dengan angka -20 (minus 20) dan level bawah -80 (minus 80).

Pembagian zona ini hanya untuk mempermudah trader dalam menganalisis hasil pergerakan harga pada market dengan cara melihat garis William%R. Jika memasuki dua zona tersebut maka berada dalam area danger zone.

Overbought dan Oversold

Level -20 di zona bagian atas menunjukkan bahwa telah terjadi Overbought . Sedangkan, level -80 di zona bagian bawah mengindikasikan telah terjadi Oversold

Perlu diperhatikan bahwa zona Overbought dan Oversold bukan berarti bahwa itu zona jual dan zona beli. Kadang kala ketika harga memasuki zona overbought harga terus naik dalam beberapa hari kedepan

Begitu pula sebaliknya, ketika harga memasuki zona oversold tidak otomatis harga berbalik arah menjadi naik. Bisa saja harga tersebut bertahan di zona itu dalam beberapa hari ke depan. Oleh karena itu indikator William%R perlu dikonfirmasi dengan pergerakan harga

Jika pergerakan harga terus meningkat sedangkan garis William%R melemah atau tidak mampu membuat puncak baru yang lebih tinggi mengikuti pergerakan harga maka ini mengindikasikan sinyal JUAL.

Demikian pula sebaliknya, jika pergerakan harga terus menurun sedangkan garis William%R meningkat maka ini mengindikasikan akan terjadi pembalikan arah menuju bullish, dan ini sebagai validasi sinyal BELI

Cara Membaca Indikator William Percent Range

Untuk memahami bagaimana cara membaca indikator william percent range kita lihat contoh berikut ini :

indikator William R teknikal analisis William Percent Range (William % R)

Cara membaca Indikator William Percent Range (%R) dari gambar:

Perhatikan gambar diatas, bagian atas merupakan charting candlestick yang merepresentasikan dari pergerakan harga market, sedangkan dibagian bawah merupakan Osilator yang di dalamnya berisi garis indicator William%R

Baca juga  Parameter Waktu Trading Saham Pada Aplikasi Charting

Pada kotak Osilator -20 dibagian atas merupakan zona overbought (warna kuning) dan -80 dibagian bawah (warna hijau) merupakan zona oversold.

Secara default kotak osilator tersebut tidak berwarna, warna kuning dan hijau ditambahkan hanya untuk memudahkan dalam pembelajaran disitus ini.

Perhatikan angka 1 pada candlestick dan angka 2 pada garis William%R. Pada angka 1 terjadi kenaikan harga yang cukup signifikan namun tidak diikuti oleh kenaikan garis William%R.

Kenaikannya hanya sedikit bahkan cenderung mendatar dan puncak tertinggi kenaikannya tidak melewati puncak kenaikan sebelumnya (angka 3).

Dari kejadian seperti ini trader bisa mengambil kesimpulan bahwa akan terjadi reversal dan pada posisi seperti ini sebagai sinyal bearish, inilah saatnya trader melakukan sell

Pada akhir perdagangan, garis William%R berada di zona Oversold (zona hijau) dan sudah memantul ke atas melewati garis -80.

Ini sebagai sinyal akan terjadi bullish dan untuk mengkonfirmasinya bisa dilihat dari candlestick yang sudah terbentuk pada level support dan body hijau memanjang ke atas, pada posisi seperti ini trader bisa melakukan buy.

Cara menggunakan indikator William % R bisa anda lihat di channel youtube mikaylabinar.com disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *