Cara Memahami Laporan Keuangan Perusahaan dalam Investasi Saham

Memahami laporan keuangan dalam investasi saham mikaylabinar.com
Cara Memahami Laporan Keuangan Perusahaan dalam Investasi Saham

Mikaylabinar.com Salah satu pendekatan dalam analisis fundamental yaitu perlu pengetahuan cara memahami laporan keuangan perusahaan.

Mungkin bagi pemula yang tidak memiliki latar belakang pendidikan ekonomi atau akuntansi bingung bagaimana cara memahami laporan keuangan yang dikeluarkan oleh perusahaan.

Kali ini saya akan membahas laporan keuangan secara mendasar terutama diperuntukkan bagi yang  awam atau yang tidak memiliki latar belakang ekonomi atau akuntansi.

Laporan keuangan merupakan dokumen yang menggambarkan kondisi keuangan perusahaan termasuk kinerjanya dalam periode tertentu.

Investor pemula paling tidak mampu memahami bagian laporan keuangan yang terdiri dari neraca, laba-rugi serta catatan atas laporan, dengan begitu sudah bisa mememberikan gambaran mana perusahaan yang  sehat dan tidak.

Lebih baik lagi jika investor dapat memahami laporan keuangan secara keseluruhan.

Neraca / Balance Sheet

Neraca merupakan laporan yang menunjukkan posisi keuangan pada tanggal tertentu. Posisi keuangan tersebut menggambarkan berapa asset yang dipunyai oleh perusahaan termasuk utang, modal dan harta bersih yang dimiliki oleh pemegang sahamnya.

Neraca terdiri dari tiga unsur yang terdiri dari asset, liabilitas dan ekuitas. Asset merupakan harta yang dimiliki oleh perusahaan seperti uang kas, piutang atau tagihan kepada pelanggan, persediaan barang dagangan, mesin-mesin, gedung atau property yang dimiliki, dan lain-lain.

Liabilitas,kewajiban yang dimiliki perusahaan kepada pihak lain untuk dilunasi dalam jangka waktu tertentu. Liabilitas umumnya berupa utang seperti utang bank, obligasi, utang dagang, dan lain-lain.  

Ekuitas, kekayaan atau harta bersih yang dimiliki pemegang saham pada perusahaan tertentu

Rumus dari Asset sebagai berikut:

Asset  = Ekuitas + Liabilitas

Secara ringkas liabilitas dan ekuitas merupakan sumber dana yang diperoleh sebuah perusahaan untuk membeli asset untuk menjalankan operasi perusahaan.

Baca juga  Cara Mengetahui Nilai Wajar Suatu Saham Dengan Menggunakan Rata-rata Industri

Sumber dana tersebut berasal dari modal (ekuitas) dan utang (liabilitas). Dengan memahami neraca maka kita akan mengetahui tentang harta, utang dan kekayaan bersih yang dimiliki oleh pemegang saham pada perusahaan.

Laporan Laba-Rugi / Statement of Income

Laporan laba-rugi merupakan rangkuman kegiatan usaha berupa pendapatan dan pengeluaran yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam periode tertentu.

Dengan memahami laporan laba-rugi kita akan mengetahui berapa besar pendapatan perusahaan (revenue) dalam suatu periode, dan berapa biaya (expense) yang dikeluarkan perusahaan pada periode tersebut.

Revenue: biasanya diperoleh dari penjualan produk berupa barang atau jasa dengan kata lain omzet dari perusahaan tersebut.

Laporan laba-rugi juga memberikan informasi tentang rincian pengeluaran yang berupa biaya-biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan dalam mengoperasikan bisnis, misalnya biaya untuk membuat produk, biaya karyawan, listrik, depresiasi dan biaya lainnya.

Dengan membandingkan pendapatan dan pengeluaran maka kita akan mengetahui apakah suatu perusahaan mendapatkan laba atau mengalami kerugian. Bisa dirumuskan sebagai berikut:

Laba = Pendapatan – Pengeluaran

Laba kotor adalah Laba awal yang didapatkan perusahaan sebelum dikurangi biaya operasi seperti gaji karyawan, listrik, telpon dan sebagainya.

Ketika Laba kotor dikurangi beban operasi akan menghasilkan laba operasi, yaitu laba yang dihasilkan dari aktivitas operasi perusahaan.  

Laba ini (laba operasi) ditambah dengan pendapatan lain dan dikurangi beban lain-lain menghasilkan beban sebelum pajak. Setelah perusahaan membayar pajak maka akan dihasilkan laba bersih perusahaan ( netto).

Laporan Perubahan Ekuitas

Merupakan laporan yang memberikan informasi tentang peningkatan atau penurunan kekayaan pemegang saham (ekuitas/equity) pada suatu perusahaan.

Investor tentu menginginkan perusahaan yang dapat menghasilkan keuntungan, keuntungan tercerminkan dari laba bersih yang diperoleh oleh perusahaan.

Baca juga  Analisis Perusahaan Secara Fundamental

Semakin Laba bersih meningkat maka investor akan semakin untung dan tentunya akan meningkatkan pendapatannya sebagai pemilik perusahaan.

Laba bersih perusahaan akan meningkatkan kekayaan pemegang saham, perubahan kekayaan pemegang saham akan dicatat dalam sebuah laporan yang bernama perubahan ekuitas.

Ringkasnya, laporan perubahan ekuitas akan memberikan informasi tentang berapa jumlah ekuitas pada awal periode, kemudian perincian tentang sumber peningkatan dan penurunan ekuitas, dan jumlah ekuitas pada akhir periode.

Peningkatan ekuitas terutama disebabkan oleh laba bersih yang dihasilkan perusahaan, dimana laba tersebut akan meningkatkan kekayaan pemilik perusahaan

Peningkatan ekuitas lainnya dapat disebabkan oleh penambahan modal yang disetor oleh pemegang saham, konversi surat berharga seperti surat utang yang dapat dikonversikan dalam saham dan transaksi lainnya yang mengakibatkan peningkatan ekuitas.

Penurunan ekuitas terjadi jika perusahaan mengalami kerugian, pembagian dividen kepada pemegang saham, pembelian saham kembali oleh perusahaan (buyback) dan hal lain yang dapat menurunkan jumlah ekuitas.

Jadi dengan laporan perubahan ekuitas, akan mengetahui jumlah pemegang kekayaan saham (ekuitas) pada awal periode, transaksi-transaksi yang menyebabkan peningkatan dan penurunan ekuitas, dan jumlah ekuitas pada akhir periode.

Laporan Arus Kas

Laporan yang memberikan informasi tentang aliran dana tunai atau kas yang terjadi pada periode tertentu.

Aliran kas tersebut berupa arus kas masuk dan arus kas keluar sehingga dapat diketahui berapa jumlah kas atau dana tunai pada awal periode, transaksi apa saja yang mengakibatkan peningkatan dan penurunan kas, serta berapa jumlah kas pada akhir periode.

Dalam bukunya Raymond Budiman “Rahasia Analisis Fundamental Saham” mengklasifikasikan aliran kas menjadi tiga bagian yaitu:

1. Arus kas dari aktivitas operasi

Seluruh aliran dana yang berasal dari transaksi-transaksi yang berhubungan dengan operasi perusahaan atau kegiatan utama perusahaan.

Baca juga  Indikator Makro Ekonomi dalam Pendekatan Fundamental

Arus kas masuk dapat berasal dari penerimaan kas dari pelanggan. Sedangkan arus kas keluar dari aktivitas operasi berasal dari pembayaran utang usaha, pembayaran gaji karyawan dll.

2. Arus kas dari aktivitas investasi

Seluruh aktivitas perusahaan yang berhubungan dengan asset jangka panjang serta investasi yang dilakukan perusahaan. Pengeluaran kas aktivitas investasi  Seperti pembelian gedung, pabrik, mesin dan lain-lain.

Sedangkan arus kas masuk dapat berasal dari penjualan asset  jangka panjang tersebut, pencairan investasi dan lain-lain.

3. Arus kas dari aktivitas pendanaan

Mencakup seluruh transaksi yang berhubungan dengan pemodalan atau sumber dana perusahaan seperti ekuitas dan utang jangka panjang perusahaan.

Arus kas masuk dari aktivitas pendanaan dapat berupa penambahan modal pemegang saham, pinjaman bank jangka panjang, perolehan dana dari obligasi, dan lain-lain.

Sedangkan arus kas keluar aktivitas dapat berupa pembayaran dividen kepada pemegang saham, pelunasan utang bank dan sebagainya. Dari transaksi tersebut akan terlihat berapa perubahan uang kas yang dimiliki perusahaan.

Sehingga bisa dilihat berapa jumlah uang kas pada awal periode, jumlah uang kas pada akhir periode dan transaksi apa saja yang menyebabkan perubahan pada uang kas. Demikian Cara Memahami Laporan Keuangan Perusahaan dalam Investasi Saham.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *