Cara Menghitung Nilai Wajar Saham Berdasarkan Metode Valuasi Asset Based

Cara Menghitung Nilai Wajar Saham Berdasarkan Metode Valuasi Asset Based
Cara Menghitung Nilai Wajar Saham Berdasarkan Metode Valuasi Asset Based (Photo by Scott Graham on Unsplash)

Metode valuasi asset based merupakan metode yang digunakan untuk mengetahui nilai wajar suatu saham. Berdasarkan pendekatan aset yang dimiliki oleh suatu perusahaan (emiten) dengan cara melihat nilai wajar dari semua aset yang dimiliki perusahaan

Apa itu Metode valuasi asset based?

Metode ini cocok digunakan untuk mengetahui nilai wajar dari saham perusahaan yang bergerak dalam bidang properti, batu bara, perkebunan, komoditas dan perbankan. Dimana perusahaan yang bergerak dalam sektor tersebut aset-asetnya memiliki nilai pasar

Perusahaan yang bergerak dalam bidang properti bisa dihitung nilai wajarnya dengan cara melihat luas lahan atau properti lain dan harga pasar permeter dari properti tersebut.

Perusahaan yang bergerak dalam sumber daya alam seperti perusahaan pertambangan batu bara, emas, timah, nikel, perkebunan dan lain sebagainya dapat dihitung nilai wajarnya dengan melihat cadangan komoditas yang dapat ditambang dan dijual dengan harga komoditas pada saat itu

Metode valuasi aset ini tidak cocok digunakan dalam menilai perusahaan yang memiliki aset terdepresiasi besar. Seperti perusahaan manufaktur, perusahaan transportasi, perusahaan penerbangan, perusahaan jasa dimana sebagian besar asetnya berupa mesin yang dari waktu ke waktu terdepresiasi atau menyusut nilainya seiring usia dari mesin tersebut.

Untuk menilai valuasi pada perusahaan jenis tersebut maka metode yang digunakan lebih cocok dengan metode DCF

Oke, sekarang kita kembali lagi ke metode valuasi berdasarkan aset.

Sebagai contoh sebuah perusahaan properti bernama PT Mikaylabinar Summer Land memiliki lahan untuk dikembangkan di berbagai daerah maka untuk menghitung valuasi atau nilai wajar dari perusahaan tersebut dilakukan dengan menghitung nilai wajar dari aset-aset yang dimiliki oleh perusahaan

Tiga Langkah Menghitung Nilai Wajar Berdasarkan Valuasi Aset

Terdapat tiga langkah yang bisa dilakukan untuk menghitung nilai wajar saham suatu perusahaan berdasarkan aset yang dimilikinya

1. Menghitung nilai wajar dari total aset perusahaan

Aset yang dimiliki oleh PT Mikaylabinar Summer Land berupa tanah seluas 1 hektar di Bekasi dengan nilai wajar Rp. 20 miliar, tanah di seluas 5 hektar di Medan senilai Rp. 25 miliar dan tanah seluas 2 hektar di Bali senilai Rp. 60 miliar. Maka total dari aset tersebut sebesar Rp. 105 miliar

Untuk memudahkan melihat aset tersebut maka kita tulis dalam bentuk tabel, sebagai berikut:

AreaLuas – m2Harga Pasar / meter (Rp)Total Nilai (Rp)
Bekasi10.0002.000.00020. 000.000.000
Medan50.000500.00025. 000.000.000
Bali60.0001.000.00060. 000.000.000
  Total nilai pasar asetRp. 105. 000.000.000

Bagaimana mengetahui nilai wajar dari aset yang dimiliki oleh perusahaan? Anda harus melakukan survey atas harga pasaran atau harga wajar dari aset di daerah tersebut.

Anda bisa memanfaatkan internet untuk mengetahui informasi lengkap mengenai harga pasaran sebuah properti di suatu daerah

2. Menghitung total utang dan kewajiban perusahaan

Sebagai contoh PT Mikaylabinar Summer Land memiliki total utang dan kewajiban bersih sebesar Rp. 25 miliar. Nilai utang bersih (net debt) adalah total utang dan kewajiban perusahaan di kurangi jumlah uang kas yang dimiliki perusahaan. Ditulis dalam rumus sebagai berikut:

Nilai Utang Bersih = (Total Utang dan Kewajiban ) – kas

Dengan rumus tersebut maka kita bisa mengetahui nilai wajar aset bersih dari PT Mikaylabinar Summer Land adalah sebesar Rp. 80 miliar yang diperoleh dari total aset sebesar Rp. 105 miliar dikurangi total utang dan kewajiban bersihnya sebesar Rp. 25 miliar. Atau kalau ditulis sesuai rumus diatas sebagai berikut:

Nilai wajar aset bersih PT Mikaylabinar Summer Land = Rp. 105 miliar – Rp. 25 miliar = Rp. 80 miliar

3. Menghitung nilai wajar saham per lembar

Selanjutnya, kita lihat berapa banyak jumlah lembar saham yang beredar dalam contoh ini diperoleh jumlah lembar saham yang beredar sebanyak 1 juta lembar. Maka kita bisa mendapatkan nilai wajar saham perlembar sebesar Rp. 80.000

Harga wajar per lembar = Rp. 80 miliar / 1 juta lembar saham = Rp. 80.000 per lembar

Untuk mempermudah memahami valuasi berdasarkan aset ini maka kita sajikan dalam tabel berikut ini:

AreaLuas – m2Harga Pasar / meter (Rp)Total Nilai (Rp)
Bekasi10.0002.000.00020. 000.000.000
Medan50.000500.00025. 000.000.000
Bali60.0001.000.00060. 000.000.000
  Total nilai pasar asetRp. 105. 000.000.000
    
  Total utang dan kewajiban bersihRp. 25. 000.000.000
  Nilai aset bersihRp. 80. 000.000.000
  Jumlah lembar saham beredar1. 000.000 lembar
  Valuasi saham per lembar PT Mikaylabinar Summer LandRp. 80.000

Rumus valuasi dengan metode Asset Based sebagai berikut:

Valuasi  (nilai wajar aset bersih) = (nilai pasar aset – nilai utang bersih )/ jumlah lembar saham beredar

Nilai Utang Bersih = total utang dan kewajiban – kas

Kesimpulan

Metode Valuasi aset ini cocok diterapkan pada perusahaan yang aset –asetnya memiliki nilai pasar seperti perusahaan properti, komoditas pertambangan, perkebunan dan lain sebagainya. Selain itu, aset yang dimiliki oleh perusahaan bisa didapatkan informasi nilai pasarnya, seperti harga pasar tanah, harga komoditas dunia dengan mengetahui informasi tersebut maka bisa dihitung nilai wajar dari aset yang dimiliki oleh perusahaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *