Panduan dalam Memilih Jenis Reksadana

panduan memilih jenis reksadana
Panduan dalam Memilih Jenis Reksadana

Mikaylabinar.com Memilih Jenis Reksadana Bagi Pemula, Berikut Panduannya. Bagi anda yang baru mengenal investasi reksadana tentu ingin mengetahui jenis reksadana apa yang seharusnya dipilih.

Jenis Reksadana

Pada dasarnya memilih jenis reksadana dalam investasi perlu disesuaikan dengan karakter masing-masing investor dalam menentukan time horizonnya (jangka waktu investasi). Sebelum membahas lebih lanjut tentang jenis reksadana apa yang seharusnya dipilih maka sebaiknya kita mengetahui terlebih dahulu tentang reksadana

Secara umum reksadana dikenal dalam empat jenis, yakni:

  • Reksadana Pasar Uang, dimana jenis reksadana ini menerapkan kebijakan investasinya 100% pada instrument pasar uang (surat berharga dengan jatuh tempo kurang dari 1 tahun).
  • Reksadana Pendapatan Tetap, yakni reksadana yang menerapkan kebijakan investasinya 80% pada instrument obligasi atau surat utang.
  • Reksadana Saham, jenis ini menerapkan kebijakan investasinya minimal 80% pada instrument saham.
  • Reksadana Campuran, kebijakan investasinya pada instrument campuran saham, obligasi, dan pasar uang. Keempat jenis reksadana ini dikenal sebagai jenis reksadana konvensional

Kalau kita amati atau membaca peraturan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) terdapat banyak jenis variasi produk pengelolaan investasi di Indonesia. Saat ini untuk mendapatkan produk / berinvestasi di reksadana begitu mudah. Ini karena ada agen penjual reksadana (APERD). Agen ini menyediakan market place berbagai macam produk reksadana dan tinggal anda pilih reksadana apa yang anda inginkan  

Baca juga: Fungsi agen penjual reksadana (APERD)

Sesuaikan dengan tipe atau karakter anda

Bagi anda yang ingin berinvestasi di reksadana sebaiknya mengetahui panduan dalam memilih jenis reksadana. Pilihan ini investasi harus disesuaikan dengan tipe/karakter anda masing-masing berdasarkan profil risiko investasi, sebagai berikut:

  1. Sangat Konservatif; Jika anda ingin berinvestasi dalam jangka pendek (kurang dari 1 tahun) dengan tingkat resiko kerugian kecil (atau tidak mau rugi) maka sebaiknya memilih reksadana pasar uang. Tipe investor seperti ini merupakan tipe konservatif, yakni investor yang memilih aman. Reksadana Pasar Uang merupakan jenis reksadana yang cocok bagi investor kategori ini. Namun demikian, keuntungan yang didapatpun tidak terlalu besar berkisar antara 4-5% pertahun
  2. Konservatif; jika anda ingin berinvestasi dalam jangka waktu 1-3 tahun dengan keuntungan antara 6-8% per tahun. Tingkat toleransi kerugian (siap menerima kerugian) sampai 5% per tahun maka jenis reksadana yang cocok bagi investor seperti ini adalah Reksadana Pendapatan Tetap
  3. Moderat; jangka waktu investasi untuk investor moderat antara 3-5 tahun dengan profil risiko siap menerima kerugian hingga 10% pertahun maka sebaiknya memilih Reksadana Campuran. Jenis reksadana ini memiliki tingkat return/keuntungan antara 9-10% pertahun
  4. Agresif; yakni investor yang ingin berinvestasi dalam jangka panjang (diatas 5 tahun) maka jenis reksadana yang cocok adalah Reksadana Saham. Tingkat keuntungan investasi reksadana saham antara 11-12% pertahun dengan tingkat risiko kerugian (siap menerima risiko rugi) lebih dari 10% pertahun
Baca juga  Aplikasi Reksadana di OJK yang Sudah Terdaftar

Ketahui profil Manajer Investasi

Profil risiko investasi reksadana diatas bukan harga mati bisa saja kenyataannya lebih besar dari yang tertera diatas. Klasifikasi ini bertujuan untuk memberi gambaran bagi anda dalam memilih jenis reksadana.

Yang perlu diketahui bahwa setiap jenis investasi mengandung tingkat risiko masing-masing baik investasi emas, saham, tanah dan lainnya. Oleh karena itu sebelum memilih jenis reksadana sebaiknya mengetahui profil dari Manajer Investasi (MI) yang bertanggung jawab mengelola dana. Untuk mengetahui profil MI bisa anda dapatkan informasinya dalam prospectus.

Baca juga: Prospectus dan fund fact sheet pada reksadana

Terdapat beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih MI. Diantaranya bagaimana kinerjanya apakah konsisten naik (untung) atau turun (rugi) tiap tahun. Kemudian, berapa jumlah total dana yang dikelola.

Semakin banyak dana yang dikelola menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan investor pada MI tersebut positif. Kemudian, berapa lama MI tersebut berdiri semakin lama berdiri maka semakin baik. Ini karena sudah teruji oleh berbagai macam kondisi ekonomi serta bagaimana track record perusahaannya.

Dengan begitu, anda sebagai investor bisa memilih jenis reksadana berdasarkan pertimbangan berapa lama waktu  investasi yang anda tetapkan, jenis produk reksadana apa yang dipilih, dan MI apa yang anda percayakan untuk mengelola dana anda.   

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *