Marubozu dan Doji pada Candlestick

Mengenal pola marubozu dan doji pada candlestick mikaylabinar.com
Marubozu dan Doji pada Candlestick

Mikaylabinar.com Salah satu candlestick yang paling mudah diamati adalah marubozu dan doji.

Marubozu

Marubozu dan candlestick lainnya ada yang berwarna hijau dengan merah dan ada juga yang berwarna putih dengan hitam tergantung dari sistem aplikasi yang digunakan, biasanya di sistem aplikasi terdapat pengaturan warna apakah lebih suka green-red atau white-black untuk ditampilkan di layar komputer

Green marubozu mengindikasikan tren akan terus berlanjut naik karena minat beli yang tinggi. Sedangkan, Red marubozu menandakan trend akan terus berlanjut mengalami penurunan ( bearish ) karena terjadi aksi penjualan yang besar-besaran.

Pada saat pasar di buka, body memanjang kebawah berwarna merah atau hijau tanpa ekor. Semakin panjang body marubozu menandakan intesitas yang terjadi semakin tinggi.

Ciri dari Marubozu :

Bentuk badannya memanjang penuh berwarna hijau atau merah dan tidak memiliki ekor (shadow) dibagian atas atau dibagianbawahnya.

Green marubozu ini mengindikasikan tren akan terus berlanjut naik karena minat beli yang tinggi. Red marubozu menandakan penurunan karena minat jual yang banyak

Marubozu merupakan bentuk candlestick paling mudah diamati karena bentuknya seperti batang yang panjang sehingga mudah di identifikasi oleh mata.

Demikianpula dengan maknanya, jika terjadi marubozu hijau panjang sebaiknya trader melakukan aksi pembelian karena mengindikasikan trend kenaikan akan berlanjut, untuk meyakinkan hal ini sebaiknya lihat jumlah volume bid pembelian atau bisa juga dilihat pada grafik volume aplikasi.

Jika jumlah volumenya banyak dan melewati garis average volume maka sinyal kenaikan lebih kuat akan berlanjut.

Sebaliknya, jika terbentuk marubozu merah dengan body panjang. Ini mengindikasikan akan terjadi penurunan, jika bid volume penjualan besar atau grafik penjualan warna merah melebihi garis average volume maka penurunan akan berlanjut lebih dalam.

Baca juga  Membaca Pergerakan Candlestick

Sebaiknya trader melakukan penjualan disaat terjadi penurunan (cut loss) agar tidak terjadi kerugian lebih banyak.

Doji

Istilah Doji merupakan mengacu pada candlestick yang membentuk ekor dan tidak memilki badan.

Doji terbentuk ketika harga pembukaannya sama dengan harga penutupannya, hal ini dikarenakan pembeli dan penjual memiliki tekanan yang seimbang.

Terdapat beberapa jenis doji seperti berikut:

Gambar doji

1. Common atau juga disebut neutral doji, terbentuk ketika penjualan dan pembelian berimbang.

2. Long-leg doji, terbentuk ketika terjadi penguatan pada permintaan dan penawaran yang berimbang,

3. Dragonfly doji, pola ini terbentuk pada puncak uptrends. Dragonfly doji digunakan untuk mengidentifikasi trend, jika terbentuk doji dragon fly pada level support maka digunakan sebagai entry point dan saatnya masuk/ buy. Jika terbentuk pada level resisten maka saatnya keluar/ sell.

4. Gravestone doji, sesuai dengan artinya yang bermakna batu nisan, doji ini terbentuk ketika terjadi permintaan dan penawaran berimbang di posisi bawah batas penurunan. Gravestone doji ini mengindikasikan akan terjadi penurunan (bearish)

5. Four Price doji, pola ini terjadi pada saham yang tidak popular. Mengindikasikan perdagangan saham sangat rendah dengan kata lain minat untuk jual beli di saham ini sangat rendah.

Semua doji (kecuali grave stone dan four price) mengindikasikan terjadi pola kenaikan jika sebelumnya di dahului oleh trend menurun.

Indikasi ini akan menguat jika terbentuk doji pada level support ( tingkat batas turunnya harga di paling bawah ).

Sebaliknya, doji memiliki arti akan terjadi penurunan jika terbentuk di posisi atas ( level resistece /tingkat batas naiknya harga). Cirinya yaitu jika sebelumnya terbentuk pola naik ( up trend ).

Contoh bentuk Marubozu dan Doji

Mengenal pola marubozu dan doji pada candlestick mikaylabinar.com

Catatan:

Baca juga  Tak Perlu Menghafal Bentuk dan Namanya Begini Cara Membaca Candlestick Olymp Trade dengan Mudah

Marubozu dan doji tidak bisa dijadikan patokan pasti kecuali anda melihat candlestick sebelumnya dan juga polanya apakah sedang uptrend atau downtrend.

Dan lebih bagus lagi jika anda memahami level support dan resistance untuk menentukan kapan saatnya untuk membeli dan kapan waktunya yang tepat untuk taking profit.

Marubozu dan Doji perlu dikombinasikan dengan indikator lain, misalnya indikator volume untuk melihat kekuatan dari volume pemintaan buy atau sell yang terjadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *