Memahami Kecerdasan Finansial dengan Mudah

  • Share
cerdas finansial mikaylabinar.com

Mikaylabinar.com– Selama ini mungkin anda sudah familiar mendengar istilah IQ (Intelligence Quotion ), EQ ( Emotional Quotion ) dan ESQ yang sering diungkapkan oleh motivator pengembangan diri. Lalu bagaimana dengan kecerdasan finansial ?,..mungkin anda juga sudah tahu Namun, masih bingung apa yang dimaksud kecerdasan finansial itu.  

Apa yang dimaksud kecerdasan finansial?

Kecerdasan finansial berkaitan dengan bagaimana kita bisa menggunakan uang dengan bijak.

Termasuk di dalamnya, menggunakan uang yang dimiliki untuk mendapatkan asset produktif yang bisa menghasilkan arus kas yang lancar atau melipat gandakan asset yang telah ada,

bagaimana menghasilkan uang dari ide yang kita miliki, dan bagaimana membuat uang bekerja untuk menghasilkan uang lagi.

Juga, bagaimana menghasilkan uang tanpa bekerja, itulah kecerdasan finansial

Banyak orang memiliki keyakinan yang saling berlawanan, disatu sisi ingin hidup dengan segala kecukupan dan disisi lain memiliki pandangan yang menghambat.

Ketakutan akan kekayaan dan uang karena menganggap uang sebagai sumber dari segala kejahatan akan mempengaruhi pola pikir dan tindakan seseorang dalam memandang kekayaan dan uang.

Kecerdasan finansial berkaitan dengan pola pikir dan wawasan tentang finansial, wawasan atau pengetahuan yang baik akan mempengaruhi tindakan seseorang yang selanjutnya menjadi kebiasaan dan berunjung kepada kesuksesan.

Jadi jika ingin sukses secara finansial, pertama harus memperluas wawasan serta pengetahuan dalam dunia finansial.

Selanjutnya, membentuk mindset yang positif dengan cara merubah keyakinan negatif menjadi positif seperti: keyakinan negatif tentang uang akar dari segala kejahatan menjadi keyakinan positif bahwa kemiskinan dan tidak punya uang menjadi sebab dari segala kejahatan.

Begitupun anggapan negatif uang bukan segalanya, dibalik menjadi positif bahwa segalanya butuh uang.

Anggapan negatif, orang kaya pelit diganti menjadi positif saat saya kaya tidak akan pelit

Kecerdasan finansial dimulai dengan memahami perbedaan antara asset dan liabilitas. Segala sesuatu yang menyebabkan uang masuk ke dalam kas anda, itu disebut asset. Sebaliknya, segala sesuatu yang menyebabkan uang keluar dari kas anda disebut liabilitas.

Real Asset dan Financial Asset

Asset dibagi menjadi dua jenis, yaitu asset riil (real asset) dan asset keuangan (financial asset ) atau juga disebut surat berharga.

Real asset adalah asset yang dapat kita lihat secara fisik atau dapat kita sentuh seperti rumah, tanah, emas, berlian, dan lain sebagainya.

Sementara financial asset tidak memiliki fisik yang dapat disentuh tapi memiliki nilai, contohnya deposito, saham, reksadana, obligasi, DIRE (Dana Investasi Real Estate) dan lain sebagainya

Real asset dan financial asset memiliki kelebihan masing-masing. Real asset memberikan kita rasa nyaman karena memiliki fisik yang dapat dilihat dan disentuh.

Sedangkan, Financial asset kelebihannya terletak pada likuiditasnya (mudah dicairkan dalam bentuk uang).

Asset berkaitan dengan nilai dan arus kas, untuk memahaminya asset dibagi menjadi empat kategori, yaitu:

1.asset yang memiliki nilai negatif (-) dan arus kas negatif (-)

aset ini memiliki nilai yang semakin menurun seiring berjalannya waktu dan kita harus mengeluarkan uang selama memilikinya.

Aset ini termasuk aset yang paling jelek, Contohnya mobil, motor, handphone dan lain-lain

2. asset yang memiliki nilai positif (+) dan arus kas negatif (-)

aset ini lebih bagus dibanding aset kategori sebelumnya, ciri aset ini: nilainya naik tiap tahun, namun ada biaya yang harus di keluarkan selama memiliki aset ini.

Dalam artian arus kas negatif. Contohnya: rumah untuk ditinggali dan juga tanah    

3. asset yang memiliki nilai negatif (-) dan arus kas positif (+)

kategori aset ini, cirinya semakin lama nilainya semakin menyusut. Namun jika memiliki aset ini akan mendapatkan aliran kas masuk.

Contohnya: mesin produksi, dimana harganya semakin lama semakin menyusut tapi menjadi sumber aliran kas masuk/ menghasilkan pendapatan

4. asset yang memiliki nilai positif (+) dan arus kas positif (+)

kategori aset ini paling baik, dimana aset memiliki nilai yang semakin lama semakin naik dan juga menghasilkan arus kas positif.

Jenis aset seperti inilah yang perlu kita perbanyak. Contohnya, properti yang dikomersialisasi, misalnya untuk disewakan, dikontrakkan atau dijadikan tempat kos-kosan

Banyak orang berpikir bahwa rumah tinggal adalah aset, tapi jika rumah tersebut menciptakan biaya yang menarik uang keluar dari kantong dan tabungan, maka rumah tersebut adalah liabilitas bukan aset.

Misalnya dengan biaya cicilan rumah KPR, biaya perawatan, listrik, pajak dan biaya lainnya.

Sebaliknya, rumah dapat disebut aset jika rumah tersebut menghasilkan arus kedalam kantong kita dengan cara menyewakannya, atau menjadikannya tempat kos dan sebagainya.

Begitupun dengan kendaraan seperti mobil, motor akan menjadi aset jika dibuat produktif untuk menghasilkan uang masuk kedalam kantong.

Perputaran uang ini yang disebut cashflow oleh Robert T Kyosaki. Cashflow inilah yang membedakan antara orang kaya, orang kelas menengah dan orang kelas pas-pasan, untuk memahaminya bisa dibaca di cashflow quadrant

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *