Siapa Yang disebut Orang Kaya dan Miskin !

perbedaan orang kaya dan orang miskin

Mikaylabinar.com– Sebelum membahas lebih lanjut, kita harus mengerti dulu siapa yang disebut orang kaya dan miskin.

Kadang orang merasa dirinya kaya ketika mempunyai uang 10 juta, sebagian orang merasa tidak kaya walaupun memiliki uang 10 miliyar.

Siapa yang disebut orang kaya?

Menurut majalah Forbes orang kaya adalah mereka yang sekurang-kurangnya mempunyai penghasilan 1 juta dolar Amerika setahun.   

Robert T Kiyosaki mempunyai pendapat yang sama dengan Buckminster Fuller bahwa orang kaya tidak diukur dari berapa besar active income. Orang disebut kaya apabila passive income –nya lebih besar daripada biaya hidup. Yang dimaksud passive income disini adalah uang yang masuk tanpa harus bekerja.

Sebagai ilustrasi dikemukakan Mike Tyson. Dia menghasilkan USD$ 300 juta sewaktu bertinju.

Tapi di tahun 2004 dia dinyatakan bangkrut dan masih punya utang sebesar USD$ 35 juta. Karena itu, Mike Tyson tidak digolongkan sebagai orang kaya.

Termasuk pula dalam kategori orang yang tidak kaya adalah orang yang punya penghasilan USD$ 1 juta setahun namun pengeluarannya USD$ 1.2 juta setahun.

Untuk mengetahui sampai dimana tingkat kekayaan, Anthony Robbins membaginya dalam 6 tahap, yaitu:

  1. Financial Protection, suatu kondisi keuangan dimana orang mempunyai cukup uang untuk memenuhi pengeluaran bulanan minimum untuk 2 bulan sampai 24 bulan tanpa harus bekerja
  2. Financial Security, suatu kondisi keuangan dimana orang mempunyai investasi cukup banyak yang relatif aman dan hasilnya dapat mencukupi kebutuhan tanpa harus bekerja lagi (kecuali kalau ingin bekerja juga boleh).
    Kebutuhan yang dimaksud adalah: angsuran rumah, biaya makan, listrik gas dan air, transportasi, asuransi dan pajak (contoh: pajak bangunan, kendaraan dll).
  3. Financial Vitality, suatu kondisi keuangan dimana orang mencapai investasi cukup banyak yang relatif aman dan hasilnya tidak hanya bisa mencukupi kebutuhan pada tingkat financial security melainkan juga bisa mencukupi kebutuhan lain tanpa harus bekerja, ( kecuali mereka tetap memilih untuk bekerja). Kebutuhan lain yang dimaksud adalah: pendidikan anak, kebutuhan hiburan, membeli satu atau dua barang mewah yang masuk akal.
  4. Financial Independence, suatu kondisi keuangan dimana orang mencapai investasi cukup banyak yang relatif aman dan hasilnya mencukupi untuk memenuhi gaya hidup seperti saat ini tanpa harus bekerja lagi seumur hidup dengan kata lain bebas untuk tidak bekerja
  5. Financial Freedom, suatu kondisi keuangan dimana orang mencapai investasi cukup banyak yang relatif aman dan hasilnya mencukupi kebutuhan untuk hidup dengan gaya hidup yang mereka inginkan
  6. Absolute Financial Freedom, suatu kondisi keuangan dimana orang mencapai investasi cukup banyak yang relatif aman, dan karena itu kita yakin bahwa kita bisa melakukan secara nyata apapun yang kita inginkan, kapanpun kita inginkan, kemanapun kita inginkan, dengan siapapun kita inginkan, sebanyak dan selama yang kita inginkan, dalam cara yang membuat kita dan orang lain berdaya, selamanya.

Kenapa ada orang kaya dan orang miskin?

Pernahkah anda berpikir kenapa di dunia ini ada orang kaya dan orang miskin ?

padahal kalau uang yang ada diseluruh dunia ini dibagi rata, setiap orang akan menerima USD 2.400.000 atau sekitar Rp. 24 miliar (dengan asumsi 1 USD = Rp.10.000. ( wealth mastery, Singapore 2001).

Marshall Silver dalam bukunya Passion, Profit & Power  menyebutkan hanya 1 % orang yang menguasai 50% uang yang beredar di dunia.

Yang lebih menyedihkan dalam lima tahun jika saja masing-masing orang di dunia diberi uang 24 miliar

komposisinya akan kembali ke angka semula yaitu 1% orang akan kembali menguasai 50% uang beredar

dan 5% orang akan kembali menguasai 90% uang yang beredar. Kenapa bisa begitu ?

apa yang membedakan orang-orang yang akhirnya kembali menjadi 1% dan 5% tersebut ?

Konon, orang kaya dan orang miskin yang membedakan diantaranya bukan terletak pada perbedaan primordialnya (perbedaan suku, agama, ras dll)

tapi terletak pada cara berpikirnya yang berbeda (mindset), orang yang menjadi 1% dan 5% itu jika diberikan uang yang sama akan berpikir “apa yang harus kulakukan agar uangku ini bertambah banyak?”

sehingga uangnya akan ditempatkan di deposito, dibelikan property untuk disewakan, diinvestasikan pada emas atau saham, membeli perusahaan, membeli kebun jati.

Baca juga: Miliuner tetangga kita yang perlu kita ketahui

Sedangkan orang yang masuk golongan rata-rata akan berpikir “uang ini akan kugunakan untuk membeli apa ya?”

nah, tidak heran jika orang rata-rata ini akan membeli mobil dan kendaraan mewah, rumah mewah, bersenang-senang untuk menghabiskan uangnya.

Lalu, apakah tidak boleh membeli mobil mewah dan barang mewah seperti itu ? tentu saja boleh.

Kendati demikian lebih baik barang mewah tersebut dibeli dari hasil usaha yang di dapatkannya.    

Tips dari Orang Kaya untuk Karyawan/Pegawai:

Jika gaji anda sebesar 1 juta/ bulan kemudian anda investasikan sebesar 100 ribu, berapa yang anda investasikan jika gaji anda 2 juta ? …

Calon orang biasa-biasa saja akan menjawabnya: 200 ribu. Tapi calon orang kaya akan menjawabnya: 1.1 juta.

Gaji boleh naik tapi gaya hidup harus tetap seperti semula, gunakan kenaikan gaji untuk investasi sehingga mencapai Financial Freedom.

Responses (2)

  1. keren sangat bermanfaat sekali wejangannya

    1. kemiskinan itu bersumber dari cara berpikir (mindset) demikian pula dengan kekayaan. untuk membantu orang miskin tidak bisa hanya memberinya uang receh, tapi beri mereka inspirasi dengan menjadikan diri kaya. Membantu orang dengan memberi uang receh hanya menghiburnya dalam satu atau dua jam saja dan menyebabkannya ketergantungan pada pemberian orang dan mereka tetap berada dalam zona kemiskinan tetapi kalau memberinya inspirasi maka akan mengubahnya seumur hidup dan mereka akan berusaha keluar dari zona kemiskinan. Kalau kita kaya maka orang lain akan terinspirasi.

      Buang semua pikiran dan hal yang berkaitan dengan kemiskinan, masukkan kedalam pikiran bahwa kekayaan itu adalah menyenangkan dan penuh kebahagian dan orang kaya pun bisa masuk surga. tanamkan dalam pikiran bahwa kita juga bisa menjadi kaya dengan cara kreatif bukan kompetitif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *