Kreativitas dan Inovasi dalam Kewirausahaan

kreativitas dan inovasi dalam kewirausahaan
Kreativitas dan inovasi (image: pixabay)

Menjalankan bisnis memerlukan kreativitas dan inovasi agar keberlangsungan bisnis tetap terjaga dengan perubahan yang terjadi. Lalu apa yang dimaksud kreativitas dan inovasi? Simak tulisan ini hingga selesai

A. Perbedaan Kreativitas dan Inovasi

Kreativitas adalah kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru dan menemukan cara baru dalam melihat masalah dan peluang. Sementara inovasi adalah kemampuan untuk menerapkan solusi kreatif terhadap masalah dan peluang untuk meningkatkan atau memperkaya kehidupan seseorang

Ted Levitt dari Harvard Business School mengungkapkan bahwa kreativitas adalah memikirkan hal-hal baru. Sedangkan inovasi adalah mengerjakan hal-hal baru

Kreativitas dan inovasi menjadi sangat penting dalam persaingan bisnis terutama bisnis berskala kecil dalam menghadapi pasar yang umumnya telah dikuasai oleh pemain besar. Perusahaan kecil dapat bersaing dengan menciptakan keunggulan melalui kreativitas dan inovasi yang diciptakannya

Adalakanya suatu inovasi menciptakan sesuatu dari nol. Namun, inovasi biasanya merupakan hasil dari usaha mengelaborasi hal-hal yang sudah ada yaitu dari usaha menggabungkan hal-hal lama dengan cara-cara baru sehingga tercipta sesuatu yang lebih baik

B. Penghambat Kreativitas

Terdapat beberapa faktor yang dapat membatasi kreativitas seseorang, diantaranya adalah:

1. Berfokus hanya pada satu jawaban yang dianggap tepat

Kita terbiasa berasumsi bahwa hanya ada satu jawaban yang tepat untuk masalah tertentu. Padahal kenyataannya kebanyakan masalah bersifat ambigu. Sindrom satu jawaban yang tepat telah menjadi bagian dari cara berpikir kita

Baca juga  Manfaat Kewirausahaan : Definisi dan Jenisnya

2. Terbiasa dengan cara berpikir logis

Berpikir logis kadang dapat menghambat kreativitas seseorang karena ini dapat mengabaikan timbulnya intuisi. Dalam fase imajinatif proses kreatif, seseorang sebaiknya memikirkan masalah tertentu secara berbeda, bebas dan tidak harus logis

Intuisi berasal dari alam bawah sadar yang terbentuk berdasarkan kumpulan pengetahuan dan pengalaman seseorang dalam hidupnya, intuisi ini suatu saat dapat muncul dan terbuka melalui kata hati, Mimpi maupun imajinasi.

Penggunaan intuisi kadang harus meruntuhkan asumsi logis yang membatasi kreativitas dan inovasi. Intuisi merupakan bagian penting dari proses kreatif

3. Mengikuti aturan secara apa adanya

Sejak kecil kita mengikuti aturan kaku yang secara tidak sadar membatasi kreativitas seperti untuk tidak mewarnai diluar garis. Dan kita menghabiskan masa hidup untuk mengikuti aturan seperti itu dengan apa adanya

Padahal kreativitas bergantung pada kemampuan kita untuk menembus batas-batas aturan sehingga kita dapat melihat cara-cara baru dalam melakukan sesuatu

4. Terbiasa berpikir praktis

Membayangkan jawaban yang tidak praktis dapat menjadi batu loncatan terhadap munculnya ide-ide kreatif. Ini memungkinkan seseorang memikirkan sesuatu dengan cara yang benar-benar berbeda  

5. Mengesampingkan Trial and Error

Percobaan demi percobaan memungkinkan kita untuk merumuskan kembali cara-cara yang baru. dengan trial and error seseorang dapat menemukan apa yang berhasil dan apa yang tidak

6. Menjadi terlalu terspesialisasi

Satu masalah biasanya tidak berdiri sendiri secara khusus. Biasanya satu masalah terkait dengan masalah lain. Pemikir kreatif cenderung mencari beberapa ide di luar bidang keahlian mereka

7. Menghindari ambiguitas

Ambiguitas (makna ganda) dapat memunculkan ide kreatif untuk berpikir dengan cara yang berbeda. Situasi ambigu memaksa seseorang untuk memperluas pikiran diluar batasan normal. Ini berguna dalam pencarian ide dan solusi kreatif

Baca juga  Waralaba Adalah: Arti dan Definisi

8. Takut terlihat bodoh

Seseorang harus keluar dari kebiasaan dengan cara berpikir secara berbeda. Kadang ide muncul dari luar lingkungan konvensional. Pemikir kreatif harus berani mereformasi dan merevolusi cara-cara lama dengan menciptkan yang baru

9. Takut salah dan gagal

Pemikir kreatif tidak takut salah dan gagal. Merek menyadari bahwa percobaan sesuatu yang baru seringkali mengarah pada kegagalan. Namun merek melihat kegagalan bukan sebagai akhir justru menganggapnya sebagai pengalaman belajar dan mengarah pada kesuksesan

10. Merasa dirinya tidak kreatif

Beberapa orang membatasi dirinya karena merasa yakin bahwa dirinya tidak kreatif. Pandangan seperti ini akan mematikan kreatifitas dalam dirinya. Orang yang dianggap jenius, visioner sebenarnya tidak lebih pintar daripada orang lain, yang membedakannya dengan orang lain adalah mereka telah belajar cara untuk dapat berpikir secara kreatif dan bertahan untuk terus mencoba hingga sukses

C. Cara Berinovasi

Ada empat cara berinovasi yang dapat dilakukan, sebagai berikut:

1. Dengan cara penemuan

Yaitu dengan cara menciptakan suatu produk, jasa atau proses yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Cara ini disebut inovasi revolusioner

2. Dengan cara pengembangan

Mengembangkan suatu produk, jasa atau proses yang sudah ada. Konsep ini menjadikan aplikasi ide yang telah ada menjadi berbeda

3.  Dengan cara duplikasi

Meniru suatu produk, jasa atau proses yang sudah ada. Duplikasi ini bukan hanya meniru tapi menambah seutuhnya secara kreatif untuk memperbaiki konsep yang ada agar lebih mampu memenangkan persaingan

4. Dengan cara sintesis

Memadukan konsep dan faktor-faktor yang sudah ada menjadi formulasi baru. Ini meliputi pengambilan sejumlah idea tau produk yang sudah ada menjadi produk yang dapat diaplikasikan dengan cara yang baru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *