Tips Mengatur Keuangan Pribadi Mahasiswa Ala Li Ka Shing

Tips Mengatur Keuangan Pribadi Mahasiswa Ala Li Ka Shing
Tips Mengatur Keuangan Pribadi Mahasiswa Ala Li Ka Shing

Tips mengatur keuangan pribadi mahasiswa- Kamu seorang mahasiswa dan kamu kesulitan mengatur uang? perasaan baru aja terima uang kemarin, tiba-tiba saja langsung habis.

Pentingnya Literasi Keuangan

Kamu kemudian merasa tidak menghambur-hamburkannya. Segala pengeluaranpun untuk kebutuhan yang penting kok, menurutmu.

Untuk makan, beli kuota internet, buku, tapi kok kamu tetap mendapati masalah keuangan setiap bulannya ya?

Itulah kenapa literasi keuangan sangat penting dipahami semua orang, apalagi mahasiswa. financial planning memang sangat seru untuk diperbincangkan.

Ibarat kata, hidup ini memang tak melulu soal uang, tetapi hampir seluruh hal dalam hidup kita berkaitan dengan uang. So, jangan pernah anggap remeh barang satu ini.

Ada banyak kemungkinan kenapa keuanganmu setiap bulannya bermasalah. Bisa jadi kurang planing, kurang evaluasi, atau kamu tidak terbiasa melakukan keduanya sekaligus.

Atau, kamu suka tidak sadar kalau pengeluaranmu ternyata jauh lebih banyak di bandingkan pendapatanmu. Ingat, jangan lebih besar pasak dari pada tiang ya, Bestie.

Aturan 30, 20, 15, 10, 25

Li Ka Shing, salah satu pengusaha tersukses di Hongkong punya cara mengatur keuangan yang unik. Pengaturan keuangan ala Li Ka Shing sangat cocok diterapkan untuk mahasiswa.

Tentu, setiap uang yang dikeluarkan oleh kalian para mahasiswa harusnya punya jangka panjang dan dampak yang besar untuk masa depan. Lalu seperti apa sih tipsnya?

Li Ka Shing menggunakan rumus 30, 20, 15, 10, 25. Ia membagi 30% untuk biaya hidup, 20% untuk sosialiasasi, 15% untuk pendidikan, 10% untuk liburan, dan 25% untuk investasi.

Baca juga  Kiat Menabung Dengan Gaji Kecil UMK Kota Setempat

Misalnya, kamu adalah mahasiswa yang punya jatah bulanan 2 juta. Kalau kamu mau mengikuti financial planning ala Li Ka Shing ini berarti kamu harus menyisihkan uang sebesar 600 ribu untuk biaya hidup, 400 ribu untuk sosialisasi, 300 ribu untuk pendidikan, 200 ribu untuk liburan, dan 500 ribu untuk investasi.

Biaya hidup misalnya untuk kebutuhan paling primer seperti makan, kos, kuota, dan bensin. Pendidikan untuk beli buku, ikut seminar, dan kursus.

Liburan seperti jalan-jalan, atau apapun kegiatan yang menyenangkan dirimu. Sebagai mahasiswa, biaya investasi disini bisa di gunakan untuk menabung atau uang darurat yang di gunakan untuk keperluan-keperluan tidak terduga.

Nah, yang sangat menarik dari tips keuangan Li Ka Shing ini terletak pada biaya sosialisasi yang ia pisahkan sendiri. Sepertinya ia sangat percaya kalau jaringan adalah salah satu investasi besar masa depan.

Atur Keuangan

Bayangkan, jika kamu mahasiswa ekonomi yang bercita-cita menjadi pengusaha, kamu bisa menggunakan 400 ribu jatah sosialisasimu untuk mengajak beberapa pengusaha yang menurutmu keren untuk makan siang.

Dengan begitu, kamu punya waktu belajar dengan mereka, mendapatkan ilmu yang kamu butuhkan untuk masa depanmu.

Kalau dipikir-pikir tips dari Li Ka Shing memang sangat gila. Ia menempatkan biaya hidup yang sangat kecil. Ia menempatkan porsi yang sangat besar untuk pengembangan diri.

Total presentase untuk pendidikan dan sosialisasi jauh lebih besar dibandingkan untuk biaya hidup. Diluar pengembangan diri, ia menyisihkan seperempatnya untuk investasi.

Sebagai mahasiswa, kamu sangat bisa mengubah presentase untuk tidak sama persis dengan apa yang Li Ka Shing buat. Asalkan, prinsip yang dipakai tetap sama.

Misalnya, alternatifnya kamu biasa mengurangi sedikit jatah liburan dan uang menabung untuk menambah porsi di biaya hidupmu. Asalkan, kamu tetap punya anggaran yang besar untuk pengembangan diri.

Baca juga  Rasio Keuangan, Inilah Jenisnya

Evaluasi dan Koreksi Dalam Perencanaan Keuangan

Salain soal perencanaan keuangan, hal lain yang tak kalah penting dari pemahaman akan literasi keuangan terletak pada evaluasi atau koreksi.

Kalau kata Rolf Dobelli, penulis buku The Art Of The Goof Life, orang yang mengoreksi dirinya sejak awal memiliki keuntungan dibandingkan dengan mereka yang membutuhkan waktu lama untuk mencari persiapan yang sempurna.

Perencanaan itu sangat penting, tetapi koreksi juga tidak kalah penting. Setelah kamu berhasil merencanakan pengeluaran keuanganmu, jangan lupa lakukan evaluasi dan ambil kesimpulan beberapa poin yang harus kamu perbaiki.

Jangan khawatir jika keuanganmu tak kunjung membaik dengan cepat. Semua itu hanya soal proses. Hidup itu memang soal memperbaiki. Semoga membantu.

Demikian Tips Mengatur Keuangan Pribadi Mahasiswa Ala Li Ka Shing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *