Tips Membangun Bisnis Properti Untuk Pemula

Tips Membangun Bisnis Properti Untuk Pemula

Mikaylabinar.com Tips Membangun Bisnis Properti Untuk Pemula. Masyarakat Indonesia banyak sekali yang bermimpi untuk menjadi seorang pebisnis, karena bisnis lebih menguntungkan.

Ada berbagai sektor bisnis yang bisa dipilih dan setiap sektor pasti memiliki resiko yang berbeda-beda.

Bisnis properti adalah salah satu sektor bisnis yang sedang naik daun di Indonesia.

Tidak hanya menguntungkan, namun bisnis properti juga dianggap tahan banting.

Prospek bisnis properti memang sangat bagus, karena akan banyak masyarakat yang membutuhkan properti di masa depan.

Baca juga: Cara take over rumah KPR yang belum lunas

Bagi sebagian orang, bisnis properti memang sangat seru untuk dipilih dan peluang untuk menjadi pebisnis properti sukses sangatlah terbuka lebar.

Bisnis properti yang menguntungkan tidak hanya dalam segmen investasi, namun juga dalam segmen developer.

Menurut para pebisnis properti yang sudah ahli, tentu berbisnis memerlukan kerja keras dan semangat yang tinggi.

Buang rasa malas jauh-jauh dan selalu berfokus pada tujuan. Setidaknya ada beberapa cara penting yang harus diperhatikan para pemula dalam memulai bisnis properti.

Tips Membangun Bisnis Properti Untuk Pemula

1. Perencanaan yang Matang

Meskipun anda akan memulai bisnis properti dari nol, namun anda harus tetap memiliki semangat juang yang tinggi dan harus tetap percaya diri untuk bisa mencapai tujuan.

Perencanaan yang matang harus anda lakukan, agar arah bisnis anda jelas dan tertarget.

Memulai bisnis dari nol memang membuat anda memiliki banyak kemampuan dibandingkan dengan orang yang memulai bisnis dari level tengah.

Anda akan berfikir lebih keras dibandingkan orang lain, sehingga mental anda akan lebih kuat dan level kemampuan bisnis anda akan meningkat dari waktu ke waktu.

Dengan memulai bisnis dari nol, maka anda akan belajar mengenai cara mengatasi berbagai kegagalan dalam bisnis.

Ketika anda sukses, maka anda akan sangat bersyukur dengan hasil yang diperoleh dan perasaan puas akan sangat dirasakan.

Tidak ada yang mustahil di dunia ini, sehingga anda tetap berpeluang sukses meski memulai bisnis dari nol.

Pastikan semangat juang yang anda miliki selalu terjaga konsisten dan anda harus tetap bersikap tenang menghadapi berbagai rintangan bisnis.

2. Manfaatkan Iklan

Untuk mengiklankan bisnis properti di jaman sekarang memang lebih mudah, karena banyak media yang bisa dipakai.

Media iklan yang paling populer seperti brosur, koran, website, sosial media, radio dan TV.

Semua media iklan pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya tersendiri.

Beriklan di TV menjadi salah satu media yang dianggap paling efektif jaman dulu sebelum perkembangan internet, karena iklan TV bisa menyebar ke berbagai wilayah di Indonesia.

Namun sejak adanya perkembangan teknologi, media TV mulai bersaing dengan website dan sosial media yang mengandalkan jaringan internet.

Iklan online juga lebih murah dibandingkan dengan iklan konvensional dan modal untuk beriklan online juga tidaklah terlalu besar.

Anda bisa menyimpan kontak di iklan, agar para calon konsumen yang tertarik dengan properti yang ditawarkan akan menghubungi anda secara langsung.

Sebelum menggunakan media iklan, maka anda juga bisa menawarkan properti ke pihak yang anda kenal seperti kerabat atau keluarga.

Ketika anda mematok harga properti lebih tinggi, maka anda bisa mendapatkan keuntungan dari selisih harga jual properti tersebut.

3. Riset Informasi Mengenai Bisnis Properti

Sebelum terjun langsung ke bisnis properti, maka anda harus melakukan dulu riset informasi mengenai bisnis properti.

Pastikan anda menguasai dasar bisnis properti dan untuk mencari informasi yang akurat, maka anda bisa membuka website para pebisnis properti yang sudah sukses.

Anda juga bisa mencari video youtube yang berkaitan dengan properti dan anda bisa menyaksikan video, kemudian memahami alur bisnis properti.

Hindari membaca artikel tentang properti di blog atau website yang tidak profesional, karena artikel belum tentu valid.

Anda harus melakukan riset mengenai bisnis properti yang menjadi tujuan. Misalnya anda akan memulai bisnis properti dengan menjual rumah, maka anda harus memahami berbagai hal yang berkaitan dengan rumah.

Jenis rumah sangatlah banyak, sehingga anda harus mempelajarinya dengan detail dan mendalam.

Setelah anda melakukan riset mengenai bisnis properti dan anda sudah mendapatkan berbagai data, maka buatlah daftar cara untuk mencapai tujuan bisnis properti anda.

Anda juga harus mempersiapkan berbagai solusi untuk menghadapi berbagai rintangan dalam berbisnis properti.

4. Cari Calon Penjual

Untuk mengetahui informasi mengenai penjualan properti, maka anda harus melakukan berbagai survey offline atau online.

Para pemula bisa memulai mencari penjual rumah yang lokasinya berdekatan dengan anda dan anda bisa menggali berbagai informasi ke pemilik rumahnya, agar anda lebih mengenai spesifikasi rumahnya.

Apabila ingin mencari penjual properti di pasar yang lebih luas, maka anda bisa mengunjunggi pameran properti atau bisa berkunjung ke lokasi-lokasi perumahan.

Untuk perumahan biasanya akan lebih mudah dipasarkan, karena pembelian bisa dengan cara dicicil atau kredit.

Anda juga bisa mencari informasi mengenai calon penjual secara online dan setelah mendapatkan datanya, maka anda bisa langsung survey untuk melihat secara jelas kondisi rumahnya.

Kondisi rumah yang masih baru biasanya akan memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan rumah lama.

Rumah biasanya akan terpengaruh dari lokasi, karena semakin strategis biasanya akan semakin mahal.

Rumah yang berada di pinggir jalan dan berada area perkotaan pasti akan banyak peminatnya, sehingga prospek penjualannya akan sangat besar peluangnya.

5. Penawaran Kerjasama ke Pemilik Rumah

Ketika anda sudah menemukan rumah yang akan anda jualkan dan anda bisa bertemu dengan pemilik rumahnya, maka tawarkanlah kerjasama kepada pemilik rumah.

Sebaiknya anda menuliskan kerjasama tersebut dengan surat perjanjian yang jelas, agar tidak ada pihak yang dirugikan.

Apabila tidak adanya kesepakatan kerjasama, maka akan berpeluang munculkan konflik.

Anda jangan menjualkan rumah tanpa seijin pemiliknya dan tanpa adanya perjanjian sebelumnya, karena bisa merugikan anda yang telah membantu menjualkan rumahnya.

Komisi bisa saja tidak akan anda peroleh atau tidak sesuai dengan ekspektasi, karena pemilik rumah merasa tidak pernah kerjasama dengan anda.

Penawaran kerjasama dengan pemilik rumah harus dilakukan dengan ramah dan baik, agar pemilik rumah nyaman dengan penawaran anda.

Anda juga harus menanyakan mengenai detail rumah seperti luas tanah, luas bangunan, luas kamar tidur, luas kamar mandi dan berbagai hal lainnya.

Anda juga harus menanyakan cara pembayaran yang diinginkan oleh pemilik rumah, karena ada pemilik rumah yang inginkan uang cash dan inginkan proses pembayaran transfer.

6. Buat Merk Usaha

Untuk memudahkan orang lain mengenal jasa penjualan properti yang anda rintis,

maka anda harus membuat merk usaha sendiri dan pastikan merk usahanya tidak sama dengan orang lain, agar tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari.

Dengan membuat merk usaha sendiri, maka bisnis properti yang anda jalankan bisa terlihat lebih profesional.

Calon konsumen akan lebih percaya dengan pihak penjual rumah atau properti lainnya yang telah memiliki merk usaha profesional, karena telah memiliki landasan hukum yang jelas.

Penamaan juga sangatlah penting, sehingga anda harus memilih nama yang mudah diingat dan pastikan anda mendaftarkan nama merk usaha secara hukum.

Janganlah membuat nama yang sama dengan orang lain, karena akan berdampak pada kasus hukum kedepannya.

Jangan menggunakan nama yang terlalu panjang, karena akan sulit dimengerti oleh calon pembeli.

Semakin bagus nama usaha atau bisnis properti anda, maka akan semakin mudah dikenali orang.

Nama juga harus nyambung dengan bisnisnya, jangan menggunakan penamaan yang asal saja.

7. Sisihkan Pendapatan

Tujuan utama bisnis properti pastilah memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya.

Untuk anda pemula yang baru masuk ke dunia bisnis properti, maka anda perlu menyisihkan uang yang telah anda peroleh.

Dengan selalu menyisihkan keuntungan, maka anda akan memiliki modal kedepannya.

Dengan uang yang telah terkumpul, maka anda bisa membesarkan bisnisnya.

Anda juga bisa memperbesar sistem promosi atau iklan, sehingga kemajuan bisnis properti anda akan semakin bagus. Besaran uang yang disisihkan sekitar 5% dari pendapatan anda.

Apabila menyisihkan keuntungan dipraktekan dengan baik, maka bisnis anda akan cepat berkembang.

Jika sudah terkenal, maka anda akan lebiih dipercaya banyak konsumen dan anda akan lebih mudah dalam memasarkan properti.

Anda juga harus menyisihkan uang untuk sedekah, karena sedekah menjadi pembuka jalan rezeki yang efektif.

Banyak orang yang sudah sukses dan mempercayai pentingnya konsep sedekah.

Apabila sedekah dilakukan dengan iklas, maka tuhan akan memudahkan segala urusan dan akan melancarkan bisnis properti yang anda jalankan.

8. Rekrut Karyawan

Saat bisnis properti anda sudah mulai mengalami peningkatan, maka anda tidak bisa bekerja sendiri dan anda membutuhkan karyawan yang membantu kerja anda.

Anda tidak mungkin terus menenus mencari calon penjual dan konsumen sendiri, karena bantuan karyawan sangatlah penting.

Dengan memiliki karyawan, maka akan ada orang yang bisa diajak kerjasama dan diajak berdiskusi.

Untuk mendapatkan karyawan yang cocok untuk bisnis properti anda, pastikan anda melakukan seleksi yang ketat dan cari karyawan yang sesuai dengan jalur pendidikannya.

Jika anda tidak merekrut karyawan, maka anda akan merasa repot sendiri. Anda bisa memberikan pengalaman anda kepada karyawan, sehingga bisa bekerja dengan baik.

Janganlah merekrut karyawan yang tidak sesuai kualifikasi pendidikannya, karena anda harus mengajarkan tentang bisnis properti dari dasar.

Untuk tahap awal, anda bisa merekrut karyawan untuk membantu memasarkan properti dan membantu mengurus keperluan administrasi.

Dengan 2 karyawan saja, anda bisa mengembangkan bisnis properti menjadi lebih besar dan saat mengalami kemajuan, maka tidak ada salahnya anda menambah karyawan lagi.

9. Perhatikan Lingkungan Sekitar

Dalam berbisnis properti, maka anda harus banyak memperhatikan lingkungan sekitar anda dan pelajari berbagai perilaku masyarakat sekitar, agar anda bisa mengenal berbagai karakter manusia.

Dengan mempelajari karakter masyarakat, maka anda akan lebih percaya diri dan bisa memasarkan properti dengan efektif.

Anda harus mempersiapkan modal atau dana, mental dan anda harus memiliki prediksi terhadap berbagai resiko yang mungkin terjadi.

Dengan mempelajari berbagai kemungkinan, maka anda bisa lebih berhati-hati dalam menjalankan bisnis properti.

Sekian bahasan lengkap mengenai Tips Membangun Bisnis Properti Untuk Pemula dan semoga semua bahasannya bermanfaat untuk para pembaca.

Response (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *