Terminologi ‘Cash Is The King’ Dalam Bisnis dan Investasi yang Perlu Anda Ketahui

  • Share
cash-king-shopping-money-vs-credit-buy-power-currency-gold-crown-word-to-illustrate-buying-paper-41091661-7f963933
pict: dreamtime

‘Cash is the king’ atau ‘Uang adalah raja’ adalah istilah yang mencerminkan keyakinan bahwa uang (dalam bentuk tunai atau cash) lebih berharga daripada bentuk alat investasi lainnya (atau lebih fleksibel), seperti misalnya saham atau obligasi.

Dalam hal ketika terjadi suatu kondisi dimana harga di pasar sekuritas tinggi, dan investor memutuskan untuk menyimpan uang mereka ketika harga lebih murah.

Dalam konteks lain, semakin banyak uang tunai dalam neraca atau arus kas bisnis, pertanda bahwa bisnis sedang dalam trend positif.

Keputusan bisnis yang tepat dan investasi yang potensial hanya bisa diwujudkan melalui arus kas yang kuat dengan nominal uang tunai melimpah.

Penggunaan dari beberapa frasa tersebut dapat merujuk hanya pada bentuk pembayaran yang banyak bisnis masih banyak yang menganggap uang tunai sebagai pembayaran yang sah,  bukan kartu kredit atau cek, sebab itu muncul terminologi “uang tunai adalah raja”.

Beberapa Konsep ‘Cash Is The King’

  • “Uang adalah raja” adalah ungkapan yang merujuk pada keunggulan-keunggulan uang tunai atas aset yang tidak didapatkan pada bentuk aset lancar lainnya misalnya piutang, surat berharga, saham dan lainnya.
  • Investor menggunakan strategi “cash is the king” dalam situasi dimana  harga sekuritas di pasar tinggi (secara rata-rata), sehingga lebih memilih untuk menyimpan uang tunai dan mulai membelinya ketika harga menjadi lebih murah.
  • Sebagai langkah dalam berinvestasi, penting agar tidak membiarkan uang tunai menganggur tetapi dengan berinvestasi dengan tepat karena alasan inflasi (sehingga pengembalian setidaknya sama dengan atau lebih tinggi dari inflasi).
  • “Uang tunai adalah raja” tepat disematkan ketika suatu perusahaan memiliki saldo kas (tunai) dalam jumlah besar di neraca mereka, dengan begitu memungkinkan perusahaan lebih fleksibel dalam mengelola bisnis serta kewajiban mereka.
  • Frasa ‘cash is the king’ biasanya digunakan ketika bisnis hanya menerima pembayaran tunai sebagai lawan dari kartu kredit atau cek,

Keuntungan Mengaplikasikan Konsep ‘Cash Is The King’

Penggunaan terminologi ini bisa diaplikasikan dalam berbagai situasi, dengan beberapa keuntungan yang bisa didapatkan yaitu:

Fleksibel Dalam Penggunaannya

Dalam dunia investasi, investor yang menyukai frasa “uang tunai adalah raja” dapat memilih untuk membeli instrumen utang jangka pendek atau sertifikat deposito dibandingkan membeli sekuritas dengan harga tinggi.

Jika menggunakan strategi memegang banyak uang tunai, investor harus bekerja dengan perencana keuangan untuk memperkirakan kebutuhan uang tunai di masa depan dan tingkat inflasi.

Menghindari Inflasi

Uang tunai, setara kas, dan beberapa instrumen utang jangka pendek kehilangan daya beli seiring waktu jika tidak menawarkan pengembalian yang sesuai dengan tingkat inflasi.

Hal ini dapat menyebabkan pemegang kas sebagai investasi jangka panjang mengalami return negatif dari waktu ke waktu.

Misalnya, satu juta hari ini bernilai lebih dari satu juta besok, karena nilai waktu dari uang. Adalah bijaksana untuk menginvestasikan uang tunai di mana ada pengembalian yang sama dengan atau di atas inflasi, daripada membiarkannya menganggur.

Mengurangi Kredit Macet

Banyak bisnis lebih menyukai pembayaran secara tunai karena mengurangi waktu pembayaran (delay payment)  daripada penggunaan kartu kredit, untuk mengurangi risiko kredit macet, dan memungkinkan penggunaan uang tunai dengan segera.

Membiayai Operasional Darurat

Begitu juga mengacu pada kemampuan sebuah perusahaan untuk menyimpan cukup uang tunai dengan tujuan untuk menutupi biaya operasional jangka pendek, membeli aset, seperti gedung, kendaraan, peralatan dan mesin, atau memperoleh fasilitas lainnya. Lebih banyak bisnis gagal karena kurangnya arus kas daripada karena kurangnya keuntungan.

Tindakan Jaga-jaga

Jumlah uang tunai yang signifikan juga memungkinkan bisnis untuk mengatasi keadaan ekonomi yang lesu, terutama ketika orang-orang berada mempercayakan tabungan bagi uang tunai mereka dan permintaan untuk produk atau layanan bisnis mungkin rendah atau tidak ada sama sekali.

Jika tingkat kas tinggi, maka memudahkan suatu bisnis untuk menggunakannya, misalnya dalam keadaan ekonomi yang tertekan pandemi, maka uang kas bisa dipakai untuk membayar gaji, operasional kantor, membayar utang jangka pendek dan lain-lain.

Sebagai Langkah Investasi

Tidak pernah terbayangkan bahwa suatu keadaan akan ada di suatu titik terendah dalam konteks ekonomi, malah justru itu adalah kesempatan yang besar untuk menghasilkan keuntungan sebesar-besarnya.

Jika individu atau entitas bisnis tidak memiliki persediaan uang kas yang memadai, maka kesempatan itu akan terlewat begitu saja. Lain cerita jika memilikinya, malah keadaan genting itu bisa dijadikan titik balik untuk mendapatkan keuntungan

Misalnya, pada tahun 2008 ketika ada harga saham salah satu bank hanya bernilai Rp 400 per lembar saham, namun dalam waktu hanya empat tahun yaitu di tahun 2012, harga per lembar sahamnya bisa meningkat menjadi Rp 4.000 lebih.

Artinya tanpa melakukan apapun kecuali menginvestasikan pada pembelian saham itu, aset telah berlipat ganda sebanyak sepuluh kali lipat dari awal pembelian.

Tidak ada jenis usaha apapun (dalam hal lainnya dalan keadaan normal) yang memberikan keuntungan bersih sepuluh kali lipat. Dalam konteks ini ‘cash is the king’ benar-benar bekerja secara maksimal.

Contoh Kasus ‘Cash Is The King’ Dalam Dunia Nyata

Apple juga dikenal memiliki uang tunai dalam jumlah besar. Pada akhir Quarter 3, 2020, Apple memiliki uang tunai $ 193 miliar, yang merupakan angka yang mengejutkan.

Dengan jumlah uang tunai itu, perusahaan dapat melakukan banyak hal; membeli berbagai bisnis, berinvestasi dalam penelitian dan pengembangan, memperluas toko, dan tetap bertahan tanpa masalah selama penurunan ekonomi.

Namun, mengingat permintaan untuk produk Apple, kecil kemungkinannya akan terjadi penurunan permintaan yang signifikan untuk produknya bahkan selama penurunan.

Demikian artikel tentang beberapa hal dalam terminologi ‘cash is the king’ yang dirasa perlu untuk diketahui. Semoga bermanfaat.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *