Strategi Scalping Trading Saham yang Perlu diketahui

Strategi Scalping Trading Saham yang Perlu diketahui
Strategi Scalping Trading Saham yang Perlu diketahui (Photo by Tima Miroshnichenko from Pexels)

Mikaylabinar.com-Terdapat beberapa strategi yang bisa dilakukan trader dalam scalping trading saham.

Scalping dan Scalper

Scalping adalah metode trading jangka pendek yang digunakan untuk mendapatkan keuntungan secara cepat dari pergerakan harga yang naik.

Scalper (sebutan trader yang menggunakan teknik scalping) biasanya membeli di harga rendah kemudian menjualnya ketika mengalami sedikit kenaikan.

Para scalper lebih menekankan pada keuntungan kecil yang didapatkan dalam waktu cepat daripada keuntungan yang lebih besar namun membutuhkan waktu yang lama.

Mereka percaya bahwa keuntungan kecil yang dikumpulkan secara konsisten akan lebih menguntungkan daripada mengharapkan keuntungan besar di waktu lama yang tidak pasti

Oleh karena itu, para trader yang menggunakan gaya scalper akan lebih banyak menghabiskan waktunya di depan layar monitor untuk memantau pergerakan harga market.

Mereka akan memanfaatkan isu berita atau kejadian-kejadian tertentu yang dapat memengaruhi pergerakan market

Scalping adalah gaya trading dengan siklus perdagangan terpendek bahkan lebih pendek daripada trading harian.

Para scalper akan mengadopsi gaya calo (scalper = calo) yakni dengan cepat masuk dan keluar pasar untuk mengambil keuntungan kecil dari sejumlah besar trading sepanjang hari perdagangan.

Tujuan mereka adalah mengambil keuntungan dari trading kecil untuk menambah keuntungan yang bisa mereka hasilkan dari perdagangan satu hari dengan keuntungan yang lebih tinggi.

Scalping membutuhkan disiplin yang ketat dan pemahaman yang baik tentang teknikal analisis sehingga tau kapan waktunya untuk entri dan kapan saatnya untuk exit.

Analisis Trading

Trader yang mengadopsi gaya trading ini mengandalkan analisis teknis daripada analisis fundamental.

Baca juga  Trading Saham Online: Panduan Bagi Pemula

Analisis teknikal adalah cara untuk menilai pergerakan harga saham di masa lalu. Trader menggunakan grafik market dan indikator untuk menemukan saat yang tepat untuk melakukan trading.

Dengan menggunakan indikator dan pola yang diketahui, mereka mencoba memprediksi bagaimana harga akan bergerak dalam beberapa detik atau menit berikutnya.

Kemudian, mereka menetapkan titik perdagangan rendah dan tinggi dan menggunakannya untuk masuk dan keluar dari perdagangan.

Sebaliknya, analisis fundamental melibatkan penggunaan data dari laporan keuangan perusahaan untuk menghitung rasio yang membantu menilai value berdasarkan tujuan investasi.

Hal ini memungkinkan pedagang untuk mengevaluasi perusahaan dan mengelola risiko untuk meningkatkan kekayaan mereka dari waktu ke waktu.

Karena grafik ini menunjukkan harga di masa lalu, mereka kehilangan nilai jika time horizon meningkat. Time Horizon adalah berapa lama suatu posisi di hold (pegang).

Semakin lama seorang scalper memegang suatu posisi, semakin sedikit nilai yang cenderung dimiliki posisi tersebut untuk mereka.

Itulah sebabnya mengapa analisis teknis dan indikator perdagangan bekerja lebih baik untuk sifat scalping jangka pendek daripada analisis fundamental.

Perbedaan Scalping dan Trading Harian

Scalping dan trading harian secara teori sama yakni melakukan trading dalam waktu cepat di hari yang sama.

Namun terdapat perbedaan diantara keduanya dimana scalping sudah pasti melakukan trading harian namun tidak semua trading harian menggunakan gaya scalping

Scalper dapat dibagi menjadi dua yaitu diskresioner dan sistematis. Scalper diskresioner dengan cepat membuat setiap keputusan trading berdasarkan kondisi pasar.

Terserah trader untuk memutuskan parameter setiap trading (misalnya, waktu atau target keuntungan).

Scalper sistematis tidak terlalu mengandalkan insting mereka. Sebaliknya, mereka menggunakan program komputer yang mengotomatiskan scalping dengan kecerdasan buatan untuk melakukan trading berdasarkan kriteria yang ditetapkan oleh pengguna.

Baca juga  Rekomendasi Trading Online Terbaik dan Aman

Ketika program melihat peluang trading, ia bertindak tanpa menunggu trader menilai posisi atau trading itu.

Scalping Diskresioner dan Scalping Sistematis

Scalping diskresioner memperkenalkan bias ke dalam proses trading yang dapat menimbulkan risiko.

Emosi mungkin menggoda trader untuk melakukan trading yang buruk, atau gagal mengambil tindakan pada waktu yang tepat.

Scalping sistematis mengambil kendali manusia dari keputusan trading sehingga  membuat trading tidak bias.

ScalpingTrading Harian
Selalu melakukan trading harianTidak selalu menggunakan taktik scalping
Posisi sering di tahan dalam hitunga detik, bukan jamPosisi dapat ditahan selama pasar buka pada hari tertentu
Sering menggunakan sistem trading sistematisDapat menggunakan strategi trading sistematis atau diskresioner  

Posisi trading harian dapat tetap terbuka selama pasar terbuka. Seorang day trader dapat membuka posisi tepat saat pasar buka pada pukul 9 pagi dan menutupnya tepat sebelum pasar tutup pada pukul 4 sore. Itu masih akan menjadi perdagangan harian, meskipun trader menahannya selama lebih dari enam jam.

Seorang scalper, di sisi lain, jarang menahan posisi terbuka selama lebih dari beberapa menit. Biasanya, kerangka waktu trading scalper diukur dalam hitungan detik.

Trading dalam kerangka waktu yang begitu kecil berarti bahwa scalper mungkin perlu menggunakan program komputer yang mengotomatiskan trading ini.

Seorang day trader yang menggunakan strategi jangka panjang mungkin lebih kecil kemungkinannya untuk menggunakan program trading otomatis.

Scalping adalah salah satu strategi trading jangka pendek, dan banyak posisi hanya bertahan beberapa detik atau menit.

Scalping membutuhkan disiplin, setelah keuntungan atau kerugian yang ditetapkan tercapai, scalper harus keluar dari perdagangan.

Strategi Scalping

Terdapat tiga strategi scalping trading saham yang lazim digunakan oleh trader scalper

Baca juga  Cara Awal Menjadi Trader Bagi Pemula

Pertama, “menciptakan pasar” (market making). Yakni, scalper  melakukan penawaran beli (bid) dan penawaran jual (offer) dalam jumlah banyak sehingga volume bid dan offer berakumulasi bertambah banyak.

Dengan cara ini, scalper mencoba untuk “menaikkan” harga saham dengan memperbanyak frekuensi aksi bid and offer.

Strategi ini akan berjalan baik apabila harga saham tersebut tidak mengalami fluktuasi. Namun, strategi ini berisiko mengalami kerugian yang cepat apabila scalper salah langkah. Oleh karena itu, scalper perlu melakukan pemantauan dengan ketat.

Strategi scalping trading saham kedua dilakukan dengan membeli sejumlah besar saham yang dijual untuk mendapatkan keuntungan pada pergerakan harga yang sangat kecil.

Seorang trader dengan gaya ini akan memasuki posisi untuk beberapa ribu saham dan menunggu pergerakan kecil, yang biasanya diukur dalam sen lalu menjualnya ketika mengalami kenaikan walaupun naik sedikit. Pendekatan semacam itu membutuhkan stok yang sangat likuid dan dalam jumlah banyak

Strategi ketiga adalah scalper akan segera keluar dari market apabila rasio risiko terhadap cuannya berada di posisi 1:1.

Referensi:
https://www.investopedia.com/articles/trading/05/scalping.asp
https://www.thebalance.com/introduction-to-scalping-1031052

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *