Cara Menyiapkan Dana Tidak Terduga dari Gaji

Cara Menyiapkan Dana Tidak Terduga
Cara Menyiapkan Dana Tidak Terduga

Dana darurat memang diperuntukkan untuk membiayai sesuatu hal yang tidak terduga dan belum direncanakan sebelumnya. Untuk mengetahui bagaimana Cara Menyiapkan Dana Tidak Terduga mari kita bahas lebih lanjut

Setelah Anda mengetahui beberapa manfaat dan penggunaan dana darurat untuk apa saja. Seharusnya juga dapat mengerti bagaimana mempersiapkan dana ini.

Sebagaimana diketahui bahwa beberapa dana darurat bisa digunakan untuk berbagai pengeluaran seperti biaya kesehatan yang disebabkan penyakit atau musibah, biaya renovasi rumah, biaya perawatan kendaraan bermotor dan untuk biaya perjalanan jika harus pulang kampung menengok keluarga yang sakit atau sedang kesusahan.

Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan menyisihkan sebagian penghasilan, namun berbeda dengan menabung.

Menabung sudah barang tentu uang dari yang benar-benar telah tersisa dari setiap pos yang sudah dianggarkan.

Menyisihkan dana darurat memiliki tujun untuk sesuatu hal yang tidak terduga dan kadang tidak tahu persis harus berapa banyak disisihkan.

Cara Menyiapkan Dana Tidak Terduga

Berikut ini informasi bagaimana menyiapkan dana darurat yang ideal. Ini berguna dalam keadaan darurat:

1. Buat Pos Tersendiri

Seseorang yang bijaksana tidak akan membuat satu rekening atau satu pos saja yang digunakan untuk membayar semua kebutuhan.

Mereka tentunya memiliki pos-pos tersendiri untuk beberapa kategori yang sudah disesuaikan misalnya untuk kebutuhan sehari-hari, untuk cicilan dan angsuran bulanan, untuk biaya rekreasi, tabungan dan sisanya untuk dana darurat atau biaya tak terduga.

Baca juga  Cara Menjadi Lebih Kaya Saat Ini Juga

Dengan adanya pemisahan begitu akan lebih mudah menghitung dan mengelola kebutuhan. Lebih lagi adanya pos pemisahan itu akan lebih mudah untuk mengerem keinginan yang berada diluar pos-pos yang sudah dipersiapkan.

Pos-pos ini tidak harus dalam bentuk rekening bank, mengingat bahwa ada biaya operasional yang bisa menggerus tabungan jika minimal nominalnya tidak terpenuhi.

Malah justru lebih baik ditabung dirumah saja karena tidak kena biaya, namun jika jumlahnya besar, sebaiknya rekening bank jadi pilihan utama.

2. Anggap Sebagai Angsuran Bulanan

Jika anda memiliki angsuran, maka ada kewajiban untuk membayar sejumlah nominal kepada siapa harus membayar.

Sama seperti itu, perlakukan dana darurat atau biaya tidak terduga anda seperti membayar angsuran atau cicilan tiap bulan.

Kebiasaan ini harus ditanamkan sedini mungkin karena memang manfaat yang akan dirasakan di masa depan besar sekali.

Anda harus membuat jadwal khusus kapan harus menyetor dana ini setiap bulannya untuk tanggal yang sudah ditentukan, dengan begitu akan menjadi kebiasaan, bahkan bisa jadi ‘tanggungan’.

Gunakan gawai anda sebagai pengingat agar setiap bulan agar tidak terlewat untuk menyetorkan dana ini dan yang paling penting anda harus tekun dan rajin menyisihkan.

3. Hindari Pengeluaran Tidak Terlalu Mendesak

Kadang antara keinginan dan kebutuhan memang beda-beda tipis. Sebagai pengelola keuangan yang baik harus benar-benar bisa membedakan kedua hal ini dengan tegas supaya tidak seolah-olah keinginan sudah menjadi kebutuhan yang harus disediakan.

Kadang justru dengan adanya ‘uang-uang kecil’ anda tergoda untuk menggunakannya karena berpikir “paling pengeluarannya tidak seberapa”.

Namun ketika telah dihitung-hitung kembali total pengeluarannya tidak kalah banyak dengan pengeluaran kebutuhan sehari-hari.

Gunakan ‘uang kecil’ sesuai peruntukannya misalnya untuk biaya parkir, biasakanlah beri dengan uang pas biar tukang parkirnya juga mengembalikan sesuai biayanya.

Baca juga  Literasi Keuangan: Panduan Dasar Bagi Pemula

Atau juga bisa digunakan untuk memberi pengamen dan pengemis dengan uang pas itu. Selebihnya sisihkan untuk dana darurat.

4. Lebih Baik Simpan!

Ada pernyataan ‘Menghabiskan itu memang lebih menyenangkan daripada menghasilkan’, karena menghabiskan biasanya dibarengi dengan jalan-jalan ke mall, ke pantai, ke restoran dan tempat-tempat seru lainnya.

Semua itu memang tidak salah ketika sudah ada pos tersendiri untuk pengeluaran ini. Namun harus diingat bahwa bagaimanapun menyimpan akan lebih berguna daripada menghabiskan.

Kebiasaan ini harus dipupuk sejak kecil dengan mengajarkan untuk menyisihkan uang di celengan atau tempat lainnya berapapun besarnya itu.

Dengan menyimpan lebih maka anda bisa menggunakan dana itu untuk dua hal yaitu untuk senang-senang atau untuk membiayai kondisi tidak terduga.

Jika situasi itu benar-benar datang, anda benar-benar telah siap dan tidak kelabakan jika menghadapi situasi darurat dan mendesak.

5. Dana Darurat bisa Anda Gunakan untuk Hal Lainnya

Jika anda telah benar-benar dengan tekun dan rutin menyisihkan dana tak terduga setiap bulannya, tanpa disadari bahwa nominal pos ini telah bertambah signifikan setelah beberapa waktu.

Dalam hal memang tidak ada situasi yang mendesak,  maka sudah saatnya anda bisa gunakan sebagian untuk membeli atau menggunakannya apa yang anda senangi.

Dengan begitu tidak harus menyisihkan pos lain untuk dapat memuaskan keinginan anda. Tapi yang perlu diingat adalah gunakan SEBAGIAN saja jangan seluruhnya, karena bagaimanapun akan bermanfaat di kemudian hari.

Berapa yang Harus Disisihkan Untuk Dana Tidak Terduga

Setidaknya ada dua cara menghitung dana tak terduga, pertama yang disisihkan sebesar 10 % dari total penghasilan dalam sebulan, sehingga perhitungannya seperti ini:

Namun ada juga yang menggunakan patokan dari penghasilan bersih. Maka dana darurat setidaknya disisihkan 40 % dari sisa penghasilan yang telah dibuat, perhitungannya seperti ini:

Baca juga  Tips Menabung Untuk Milenial, Patut Dicoba

Demikian informasi tentang Cara Menyiapkan Dana Tidak Terduga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *