Petunjuk Praktis Wawancara Kerja untuk Mengatasi Kecemasan

Petunjuk Praktis untuk Mengatasi Kecemasan Saat Tes Wawancara Kerja
Petunjuk praktis untuk mengatasi kecemasan saat tes wawancara

Wawancara kerja merupakan pintu awal bagi calon karyawan untuk mendapatkan pekerjaan di suatu perusahaan atau instansi, oleh karena itu diperlukan suatu persiapan dalam menghadapinya. Dalam tulisan ini kami share tentang Petunjuk Praktis Wawancara Kerja untuk Mengatasi Kecemasan

Bagi anda fresh graduate atau calon karyawan yang baru lulus dari bangku kuliah sebaiknya mengetahui persiapan yang perlu dilakukan

Berikut petunjuk praktis Wawancara Kerja untuk mengatasi kecemasan Saat Tes:

Kesan Pertama

Pertama, Ingatlah, sebagian besar orang pada umumnya menyimpulkan kepribadian seseorang berdasarkan kesan-kesan pertamanya atas orang tersebut.

Beberapa penelitian membuktikan, kebanyakan penguji dalam tes wawancara sudah mengambil keputusan dan memberi penilaian atas seorang peserta tes sejak awal tes di mulai.

Maka dari itu, ketika akan menghadapi tes wawancara hendaklah anda mengikuti langkah langkah sebagai barikut:

  1. Menunjukkan kepribadian yang baik
  2. Berbaju rapi dan tidak kusut
  3. Ketika mereka memasuki ruang ujian, jangan lupa menutup pintu ruangan dengan pelan dan sopan.
  4. Ucapkan salam terlebih dahulu kepada para penguji anda dengan senyuman yang ramah, dan jangan sampai duduk sebelum dipersilahkan.
  5. Duduk dengan sopan dan tenang, ketenangan akan sangat membantu anda untuk bisa mengendalikan keadaan dan perasaan anda.
  6. Dalam melakukan semua sopan santun di atas, jangan terlalu berlebih lebihan atau terkesan di buat-buat.
  7. Pada saat wawancara berlangsung, jangan sering melihat jam, banyak melakuka gerakan yang penting, memengang jenggot, atau membatulkan kerah baju. Semua ini di maksudkan agar anda tidak terlihat grogi dan kurang siap
Baca juga  Sukses Wawancara Kerja Bergantung Pada Keterampilan Tunggal Ini

Bahasa Mata

Kedua, Menurut hasil penelitian, komunikasi dengan mata (atau yang sering di sebut dengan bahasa mata) memiliki pengaruh yang besar dalam menciptakan kehormanisan antara dua orang yang tengah berdialog.

Komonikasi mata antara dua orang yang berdialog menunjukkan tingkat kecintaan yang satu terhadap yang lain.

Meskipun demikian, bukan berarti anda harus memandang si penguji dengan tajam, melainkan pandanglah dia saat sedang berbicara. Hal hal tersebut menunjukkkan kuatnya kepribadian dan kepercayaan anda pada diri sendiri.

Berpikir Sebelum Menjawab

Ketiga, Bila mendapatkan lontaran pertanyaan yang tak terduga dan sering terjadi anda jangan tergesa gesa menjawabnya.

Berilah kesempatan pada diri anda untuk berpikir beberapa saat. Bahkan, anda pun tidak perlu ragu untuk memikirkannya hingga beberapa lama.

Sebab, yang terpenting dalam hal ini adalah agar anda jangan sampai terlihat gemetar karenya. Intinya, pelan pelan dalam menjawab lebih baik dari pada tergesa gesa dengan jawaban yang tidak matang

Selain itu, usahakan jangan sampai memberikan jawaban jawaban singkat, tetepi berikan jawaban yang rinci dan jelas.

Sebagai contoh, ketika ada pertanyaan, apakah anda memiliki pengalaman khusus dalam ini? Jangan menjawabnya dengan mengatakan kata ya saja.

Paling tidak, jawablah sebagai berikut ,ya ketika saya bekerja di instansi ini saya bertugas mengerjakan ini dan itu atau saya bertugas membantu menyelesaikan urusan ini dan itu

Nada Suara

Keempat, Jangan berbicara dengan suara pelan, tetapi kencangkan suara anda secara sewajarnya. Yang jelas, usahakan suara anda cukup untuk didengar dari jarak dekat.

Selain itu, berbicaralah dengan nada sedang. Jangan terlalu cepat dan juga jangan terlalu lambat. Semua ini tidak lain adalah untuk menunjukkan kepercaan diri anda.

Baca juga  Contoh Pelatihan Pengembangan Diri Yang Dapat Dilakukan Mahasiswa

Kadang kala, para penguji bermaksud ingin mengetahui tingkat emosial peserta dan bagaimana ia bsa mengendalikannya.

Dalam kasus seperti ini, anda tak perlu mendebat pertanyaan para penguji dengan emosial. Anda juga tak perlu memaksakan bahwa pendapat dan pandangan adalah yang benar.

Bagaimanapun, langkah mengalah seperti ini bukan berarti anda tidak memiliki prinsip.karena itu, tetaplah menjawab pertanyaan dan pertanyaan para penguji dengan santun dan argumentatif jangan lupa untuk selalu memohon pertolongan Allah untuk menghadapi fase tersebut.

Tetap Tenang

Terakhir, jika ternyata anda gagal dalam menjalani tes wawancara, anda tak perlu menyesal dan marah-marah. Sebalikya, tetaplah tenang sambil mempelajari kembali titik-titik kesalahan dan kegagalan anda.

Yang demikian ini justru akan lebih bermanfaat dan membantu anda dalam tes wawancara kerja selanjutnya.

Perlu di catat, kegagalan itu kadang kala bukan semata mata disebabkan oleh kelemahan dan kekurangan anda, tetapi mungkin karena peserta terlalu banyak dan melebihi kapasitas dari kursi yang disediakan.

Info lain: Inilah Perlunya Memilih Pendidikan dan Bidang Pekerjaan yang Sesuai

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *