Perbedaan Technician dan Chartist dalam Teknikal Analisis

perbedaan technician dan chartist bagi praktisi teknikal analisis
Perbedaan Technician dan Chartist bagi Praktisi Teknikal Analisis

Mikaylabinar.com Terdapat beberapa istilah yang digunakan bagi praktisi dalam pendekatan teknikal analisis yakni teknisian (Technician) dan chartist. Berikut penjelasan perbedaan technician dan chartist bagi praktisi teknikal analisis

Kerancuan

Kadangkala kedua istilah ini digunakan secara bergantian dan bikin rancu padahal secara terminologi dan cakupan bidangnya terdapat perbedaan antara keduanya.

Memahami teknikal analisis hanya sebatas pada grafik dan candlestick saja adalah tidak tepat. Karena grafik itu hanya bagian kecil area dari cakupan teknikal analisis yang lebih luas.

Untuk melihat perbedaan antara technician dan chartist, John J. Murphy menjelaskan perbedaan antara kedua istilah tersebut dalam bukunya technical analysis of the financial markets sebagai berikut: 

” – Ada beberapa istilah berbeda yang dikaitkan pada praktisi analisis teknis. Yaitu : analis teknis (technical analyst), pembuat grafik (chartist), analis pasar (market analyst), dan analis visual (visual analyst).

Sampai saat ini, itu semua memiliki arti yang hampir sama. Namun, dengan meningkatnya spesialisasi di lapangan, menjadi perlu untuk membuat beberapa perbedaan lebih lanjut dan mendefinisikan istilah tersebut dengan lebih hati-hati.

Karena hampir semua analisis teknikal didasarkan pada penggunaan grafik hingga dekade terakhir, istilah “technician” dan “chartist” memiliki arti yang sama. Ini tidak lagi benar.

Cakupan Area

Area yang lebih luas dari praktisi analisis teknis dibagi kedalam dua jenis praktisi. Yakni tradisional chartist dan, teknisi statistik (statistical technicians).

Memang, ada banyak tumpang tindih di sini dan sebagian besar teknisi menggabungkan kedua area tersebut sampai batas tertentu.

Seperti dalam kasus teknisi versus fundamentalis, sebagian besar tampaknya termasuk dalam satu kategori atau lainnya.

Baca juga  Simple Moving Average (SMA), Weighted Moving Average (WMA) dan Exponential Moving Average (EMA)

Terlepas apakah tradisional chartist menggunakan pekerjaan kuantitatif atau tidak untuk melengkapi analisisnya, grafik tetap menjadi alat kerja utama. yang lainnya hanya pelengkap.

Grafik, bisa saja subjektif. Keberhasilan pendekatan ini bergantung, sebagian besar, pada keterampilan individu chartist. Istilah “art charting” telah diterapkan pada pendekatan ini karena membaca grafik sebagian besar merupakan seni.

Sebaliknya, analis statistik, atau kuantitatif, mengambil prinsip subjektif ini, mengkuantifikasi, menguji, dan mengoptimalkannya untuk tujuan mengembangkan sistem trading mekanis.

Sistem ini, atau trading model, kemudian diprogram ke dalam komputer yang menghasilkan sinyal mekanis “beli” dan “jual”.

Sistem ini berkisar dari yang sederhana hingga yang sangat kompleks. Namun, tujuannya adalah untuk mengurangi atau menghilangkan sama sekali unsur subjektif manusia dalam trading, agar lebih ilmiah.

Ahli statistik ini mungkin atau mungkin tidak menggunakan grafik harga dalam pekerjaan mereka. Tetapi mereka dianggap teknisian selama pekerjaan mereka terbatas pada studi aksi market.

Bahkan teknisi komputer dapat dibagi lagi menjadi mereka yang menyukai sistem mekanis, atau pendekatan “kotak hitam”. Dan mereka yang menggunakan teknologi komputer untuk mengembangkan indikator teknis yang lebih baik.

Kelompok terakhir memegang kendali atas interpretasi indikator-indikator tersebut dan juga proses pengambilan keputusan.

Chartist

Salah satu cara untuk membedakan antara chartist dan ahli statistik adalah dengan mengatakan bahwa semua chartist adalah teknisian, tetapi tidak semua teknisi adalah chartist.

Meskipun istilah-istilah ini digunakan secara bergantian, harus diingat bahwa chartist hanya mewakili satu area dalam subjek teknikal analisis yang lebih luas. – “

Secara sederhana bisa di definisikan bahwa Chartist adalah individu yang menggunakan grafik atau charts dari harga atau level historis sekuritas untuk memperkirakan tren masa depan.

Baca juga  Indikator Envelope Moving Average Pada Analisis Saham

Seorang chartist biasanya memahami berbagaimacam pola yang terbentuk dari market seperti pola head and shoulders, level support dan resistance yang digunakan sebagai landasan untuk trading dengan lebih menguntungkan

Sedangkan Teknikal Analis juga dikenal sebagai Chartist atau Market Technician, adalah seorang peneliti sekuritas atau trader yang menganalisis investasi berdasarkan harga market sebelumnya dengan menggunakan indicator teknikal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *