Penyebab Rasa Kesepian Berikut Faktor-faktor Pemicunya

Penyebab Rasa Kesepian Berikut Faktor-faktor Pemicunya
Kesendirian bisa memicu kesepian (ilustrasi - unsplash)

Penyebab rasa kesepian- Di dunia yang serba digital banyak membuat seseorang semakin menjauh dari dunia kenyataannya, lambat laun membuat rasa kesepian semakin besar. Fenomena rasa kesepian itu fakta emosi yang nyata dan sangat mungkin terjadi.

Kesepian bagi sebagian orang tidak terlalu berpengaruh bagi kehidupan seseorang yang dirasa cukup hanya memiliki sedikit teman, dan tetap merasa baik-baik saja dengan lebih banyak menghabiskan waktu sendirian.

Namun bagi sebagian orang lain kesepian bagaikan penderitaan yang membuat tekanan-tekanan dalam batin, sehingga semakin membenamkan dalam kesendirian.

Kesepian tidak selalu mengacu pada kondisi yang benar-benar tidak ada orang lain, kerabat dekat, keluarga atau teman sekitar anda, tetapi bisa saja mengacu pada perasaan sendiri dan terpinggirkan walaupun sedang dalam keramaian bersama banyak orang atau di tempat ramai.

Baik tua, muda, dewasa, manula, remaja bahkan anak-anak bisa sangat mungkin merasakan kesepian psikologis dalam batin mereka, jadi kesepian bisa menyerang siapa saja.

Menjadi penting untuk diketahui berbagai penyebab rasa kesepian yang melatarbelakangi munculnya perasaan kesepian agar tidak berlarut-larut dan segera mendapatkan pertolongan.

Tidak Memiliki Relasi yang Akrab Dengan Orang Lain

Untuk orang yang termasuk memiliki karakter sanguine yang cenderung ekstrovert, mereka berelasi dengan sebanyak-banyaknya orang dan biasanya tidak memiliki relasi yang akrab dengan leingkaran terdekat mereka.

Bagi orang melankolis yang cenderung introvert, mereka biasanya menjalin relasi hanya dengan sedikit orang namun mendalam.

Masalah timbul ketika ada individu yang tidak pintar menjalin relasi dengan banyak orang, begitu juga tidak ada teman atau yang begitu dekat dengan orang itu.

Baca juga  Berikut Cara Melatih Leadership Supaya Tak Hanya Bermodal Posisi

Ketika tidak memiliki relasi yang mendalam dengan teman, kerabat atau keluarga maka biasanya masalah-masalah pribadi terkait pekerjaan, keluarga atau lainnya hanya bisa dipendam sendiri tanpa bisa dibagikan orang lain.

Sharing masalah kepada teman bisa mengurangi beban dalam diri, yang walaupun dalam kenyataannya masalah yang dibagikan kepada teman dekat tidak serta merta terselesaikan saat itu juga. Jadi memiliki relasi yang mendalam dengan orang lain dapat menjadi tempat curhat, berbagi beban.

Terjebak Pada Masa Lalu

Masa lalu adalah bagian hidup yang sudah dilewati dan dijalani di masa lalu yang telah selesai. Masa lalu yang pahit atau buruk bisa memicu kesepian dalam diri seseorang. Yang membuat sulit untuk dapat menatap ke masa depan, karena larut dalam kesedihan yang begitu mendalam.

Terjebak pada masa lalu hanya akan menambah luka dan kesedihan. Yang dampaknya membuat enggan untuk dapat berelasi dengan orang-orang baru, sehingga bisa meningkatkan rasa kesepian.

Adaptasi Dengan Lingkungan Baru

Pada hakikatnya manusia adalah makhluk sosial, namun memang kenyataannya tidak semua orang dapat menjalin hubungan dengan orang-orang baru ketika harus dihadapkan dengan lingkungan baru.

Bagi orang introvert, rasa canggung dan malu biasanya akan muncul ketika menjalin hubungan. Ketika rasa tidak nyaman memimpin, biasanya lebih memilih menyingkir dari komunitas.

Susah beradaptasi dengan lingkungan baru akan meningkatkan rasa kesepian, yang ditimbulkan dari kesulitan untuk dekat dengan orang lain.

Berpindah tempat kerja, sekolah, pindah tempat, menikah dan harus mengikut pasangan adalah contoh-contoh harus menghadapi lingkungan baru.

Bermain Media Sosial Terlalu Lama

Media sosial tidak bisa dipungkiri memiliki manfaat untuk dapat terhubung dengan mereka. Yang mungkin sudah lama tidak disapa, atau mereka yang jauh dari tempat tinggal.

Baca juga  Penyair W.S Rendra dan Meninggalnya Djuanda Kartawidjaja

Tetapi yang perlu diingat adalah media sosial tidak hanya tentang pertemanan, ada banyak konten lain tersedia seperti  hiburan, game, video, photo, iklan, berita dan sebagainya.

Ketika seseorang terlalu lama bermain media sosial, mereka memiliki kecenderungan untuk malas berinteraksi secara langsung dengan teman atau kerabat dekat. Disinilah muncul rasa kesepian, yang jika tidak segera diperbaiki bukan tidak mungkin akan semakin dalam rasa kesepian dirasakan.

Cara Bersosialisasi yang Salah

Indikasi bagi seseorang yang tidak dikelilingi oleh orang-orang yang terikat secara emosional. Atau relasi yang dalam adalah ketika hanya sedikit sekali orang-orang yang menyapamu atau memperhatikanmu.

Misalnya pada momen ulang tahun, tidak ada orang yang peduli dengan memberikan ucapan selamat. Walaupun ini bukan indikator mutlak, bisa jadi memang tidak ada orang-orang dekat disekelilingmu yang peduli.

Kemungkinan itu adalah dampak dari cara bersosialisasi yang keliru, ada baiknya untuk diperbaiki.

Ketika ada orang yang mengajak bicara, usahakanlah untuk melakukan kontak mata sesekali. Tunjukkan minat secara aktif ketika mereka bicara. Dan tanggapi secara positif pembicaraan mereka dengan respon-respon kecil seperti mengangguk, mengucapkan kata ‘iya’, ‘baik’ dan sebagainya.

Terlalu Sibuk Bekerja

Penyebab rasa kesepian juga bisa dikarenakan terlalu sibuk bekerja. Pekerjaan yang begitu padat dan sibuk bisa menyita waktu sebagian besar untuk membuat seseorang sulit untuk bersosialisasi dengan orang lain.

Orang-orang dalam pekerjaan yang samapun juga memiliki ritme yang serupa. Mereka mungkin terlalu sibuk dengan berbagai tuntutan dan target yang harus dicapai, membuat relasi hanya sekedar kebutuhan semata.

Keadaan ini akan sangat mungkin membuat seseorang merasa kesepian. Dimana biasanya dialami oleh orang-orang yang hidup di kota-kota besar dengan ritme pekerjaan yang berat.

Baca juga  Now You Know (14 November): HUT Brimob (Brigade Mobil) dan Terbitnya Novel Klasik ‘Moby-Dick’

Pergi pagi pulang malam adalah penyumbang terbesar isolasi mandiri pada peningkatan kesepian menurut Robert Putnam dalam buku ‘Bowling Alone’.

Demikian tentang beberapa pemicu timbulnya rasa kesepian yang bisa dialami oleh siapa saja. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *