Pengaturan Keuangan Bagi Pasangan Baru Nikah

Pengaturan Keuangan Bagi Pasangan yang Baru Menikah
Pengaturan Keuangan Bagi Pasangan yang Baru Menikah (Pict: Pexel)

Pengaturan keuangan pasangan baru nikah- Menikah tentu saja bukan akhir dari perjalanan. Malah itu adalah awal dari semua perjalanan hidup yang sesungguhnya untuk menjadi mandiri bagi diri sendiri dan untuk keluarga.

Pasangan yang ideal dalam konteks keuangan adalah mereka yang waktu menikah baik pasangan istri dan suami sama-sama memiliki pekerjaan yang tetap.

Penting bagi pasangan baru untuk memiliki pekerjaan sebagai sandaran hidup mereka kelak. Karena tidak mungkin untuk terus mengandalkan orang tua yang juga punya kebutuhan hidup sendiri.

Pasangan baru harus memahami bagaimana cara mengelola keuangan dengan cermat supaya bisa mempersiapkan masa depan bagi mereka sendiri dan juga anak yang juga harus diperhatikan.

Kebutuhan bagi pasangan menikah tidak hanya sebatas kebutuhan sehari-hari. Tetapi kebutuhan jangka panjang dalam mempersiapkan dana kehamilan, persalinan, merawat anak dan menyekolahkan mereka yang tentunya banyak menghabiskan dana.

Pengaturan Keuangan Bagi Pasangan Baru Nikah

Perlu diperhatikan bagaimana pasangan baru mengatur keuangan mereka untuk mempersiapkan masa depan bagi seluruh keluarga. Berikut dirangkum dari beberapa sumber, pengaturan keuangan bagi pasangan baru.

1. Memiliki Pekerjaan Tetap

Mengatur keuangan tentunya jika ada pemasukan yang diterima, dan pemasukan itu didapatkan dari pekerjaan yang dilakukan sehari-hari.

Pekerjaan disini tidak sebatas bekerja di kantor, tetapi pekerjaan apapun yang memberikan penghasilan secara rutin dan tentunya harus cukup.

Jika sudah memiliki pekerjaan yang tetap maka pasangan baru akan bisa menghitung secara general berapa pendapatan dan pengeluaran selama sebulan yang menjadi dasar pengaturan uang yang hati-hati.

Baca juga  Inilah Rahasianya ! Cara Menjadi Kaya Dari Nol

2. Saling Terbuka Tentang Kondisi Keuangan

Mengatur keuangan ketika masih single dengan yang sudah berpasangan tentunya berbeda, ada kewajiban-kewajiban yang harus ditanggung bersama dalam hal keuangan. Salah satunya yaitu keterbukaan dalam hal kondisi keuangan.

Point ini penting untuk diperhatikan karena bagaimana mengatur keuangan jika tidak saling mengetahui keuangan dalam keluarga?

Selalu sempatkan waktu untuk membahas tentang apapun yang berkaitan dengan keuangan keluarga. Terutama berapa besar penghasilan yang diterima baik suami dan isteri (jika dua-duanya bekerja).

Keterbukaan ini untuk mengetahui besaran penghasilan yang diterima, baik penghasilan tetap dari gaji (jika karyawan) dan juga penghasilan lain yang dihasilkan dari pekerjaan lain.

Tentang siapa yang akan menjadi ‘kasir’ dalam keluarga hendaknya disepakati, tidak ada ketentuan baku terkait hal ini. Tetapi biasanya isteri yang memiliki pengaruh lebih besar.

3. Selalu Sisihkan Penghasilan

Pasangan baru yang belum memiliki momongan adalah kesempatan bagi mereka untuk menabung. Kenapa? Ini dikarenakan belum adanya anak bisa lebih leluasa mengatur uang mereka. Dan belum terlalu banyak pos yang harus dipenuhi seperti biaya persalinan, susu, baju anak dan sebagainya.

Hal yang perlu ditekankan adalah tidak semata-mata pada besarnya nominal yang harus disisihkan, tetapi pada kontinyuitas atau keterlanjutan dari kebiasaan ini.

Dampaknya nanti jika diberikan buah hati, kebiasaan menyisihkan uang akan terus dilakukan, yang tentunya akan dengan sendiri disesuaikan dengan besaran pendapatan dan pengeluaran saat itu juga.

4. Mencatat Keuangan

Pada dasarnya memang kegiatan mencatat itu membosankan karena hanya berkutat pada angka-angka saja, ditambah lagi sikap yang kurang tekun dan teliti semakin membuat aktivitas ini jarang dilakukan.

Namun disarankan bagi pasangan baru untuk mencatat baik penghasilan dan pengeluarannya secara rutin. Biasanya sebagai karyawan/pegawai mencatat penghasilan tidak terlalu susah karena diterima sebulan sekali. Tetapi untuk pengeluaran seringkali alfa.

Baca juga  Inilah Penyebab Kegagalan Mengelola Keuangan Pribadi

Solusinya sediakan buku catatan kecil dan sebisa mungkin mencatat pengeluaran setiap hari (malam hari) untuk mengetahui arus kas sebenarnya. Tidak perlu menggunakan model laporan yang rumit, cukup dengan penerimaan, pengeluaran dan saldo.

5. Menyiapkan Dana Tidak Terduga

Seringkali ketika sudah merencanakan pengeluaran untuk beberapa waktu kedepan, ada saja pengeluaran yang tidak bisa dihindari. Untuk itu perlunya dana tidak terduga untuk meng-cover pengeluaran-pengeluaran seperti itu.

Tidak ada ketentuan pasti berapa yang harus disisihkan untuk pos ini, tetapi untuk jaga-jaga sisihkan sebesar 10-20 % dari total penghasilan.

Prosentase itu cukup untuk menutup beberapa pengeluaran yang belum bisa diduga sebelumnya, dengan catatan bukan kejadian yang luar biasa.

6. Investasi atau Passive Income?

Hal yang terakhir perlu diketahui yaitu sejak berkeluarga pikirkan untuk menginvestasikan uang berapapun itu untuk investasi. Investasi yang paling mudah adalah deposito karena hampir semua bank menyediakan fasilitas ini.

Dengan menaruh uang di deposito uang anda dipastikan bertambah walaupun tidak banyak. Tetapi walaupun sedikit tetap lebih menguntungkan daripada tabungan yang bisa saja menggerus saldo nominal anda karena adanya biaya adminidtrasi dan lainnya.

Nah ada satu lagi yaitu menciptakan passive income. Artinya biarkan uang anda menghasilkan untuk anda tanpa anda harus bekerja terus-menerus. Passive income ini bisa jadi bentuknya investasi atau bentuk lain seperti mendapatkan royalty.

Demikian Pengaturan Keuangan Bagi Pasangan yang Baru Menikah.

Response (1)

  1. Setelah menikah untuk pasangan muda butuh banyak perencanaan seperti tempat tinggal dan persiapan untuk kelahiran si bayi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *