Pembubaran VOC, Pembentukan Perusahaan East India Company, Penayangan Film Perdana Indonesia ‘Loetoeng Kasaroeng’

Pembentukan Perusahaan East India Company, Pembubaran VOC, Penayangan Film Perdana Indonesia ‘Loetoeng Kasaroeng’
Pembentukan Perusahaan East India Company, Pembubaran VOC, Penayangan Film Perdana Indonesia ‘Loetoeng Kasaroeng’

Halo sobat Mibi hari ini tanggal 31 Desember telah tercatat dalam sejarah nasional dan dunia beberapa peristiwa penting dan menarik untuk disimak bersama sebagai tambahan pengetahuan umum diantaranya pembubaran VOC, pembentukan perusahaan East India Company.

The Company Didirikan

Sebuah perusahaan didirikan di tanggal 31 Desember 1600. Perusahaan ini merupakan gabungan usaha yang bergerak di bidang perdagangan dan produksi bahan baku alam miliki Kerajaan Inggris. Wilayah operasional di Hindia Timur yaitu meliputi wilayah Afrika bagian timur, barat, utara. Bahkan sampai regional Asia Timur, Tenggara dan subkontinen India.

Setelah berakhirnya Perang Opium I yang terjadi di Hong Kong. Maka perusahaan ini semakin menunjukkan perkembangan yang pesat dengan melebarkan sayap pengaruhnya dari Hong Kong sampai ke wilayah teluk Persia.

Perusahaan Hindia Timur Britania ini pernah tercatat sebagai salah satu perusahaan terkuat bukan dalam hal kekuatan finansial saja. Tetapi ternyata juga telah membangun kekuatan militer dengan ribuan pasukannya, alat-alat militer canggih, bahkan memiliki wilayah jajahan layaknya sebuah negara.

Karena begitu besar kekuatan yang telah dibangun, maka perusahaan ini juga mengawali perluasan dagang sekaligus invasi. Sehingga dapat menguasai India dan banyak wilayah di Asia dengan membentuk wilayah administratif tersendiri di negara-negara yang diduduki.

Pembentukan The Company tidak terlepas dari eksistensi perusahaan-perusahaan yang dimiliki oleh Spanyol dan Portugis yang sudah terlebih dahulu menguasai sebagian besar pasar perdagangan di dunia. Sehingga Britania Raya tidak ingin ketinggalan dalam memperkuat ekonominya dengan pendirian perusahaan ini.

Perusahaan berkembang pesat dengan menguasai setengah dari perdagangan dunia selama pertengahan 1700-an dan awal 1800-an. Dengan penguasaan terhadap beberapa komoditas yang sedang marak waktu itu seperti kapas, sutra, pewarna nila, gula, garam, rempah-rempah, sendawa, teh, dan opium.

Baca juga  Think and Grow Rich: Mewujudkan Keinginan Menjadi Kekayaan

Akibat intervensi yang terlalu dalam Kerajaan Inggris terhadap The Company, beberapa permasalahan mulai muncul dan menyebabkan kemunduran. Sehingga secara resmi ditutup pada tahun 1874 dengan menyatakan bahwa perusahaan ini telah banyak merugi, usang dan tidak berdaya saing lagi.

Pembubaran VOC

Region Asia dan sekitarnya benar-benar menjadi primadona sebagai tempat perluasan invasi dagang dan perluasan kekuasaan politik bagi bangsa-bangsa Eropa. Pada wakti itu mereka banyak melakukan penjelajahan ke banyak bagian dunia yang salah satunya untuk mendapatkan wilayah-wilayah jajahan baru.

VOC yang didirikan pada tahun 1602 juga sebagai bentuk reaksi dari Belanda untuk membuat perusahaan dagang yang bisnis utamanya melakukan perluasan di wilayah-wilayah Asia.

Istilah Hindia Timur digunakan karena Belanda juga membentuk perusahaan untuk daerah Hindia Barat. Yang juga mengacu pada letak geografis untuk regional Asia.

VOC ini dijalankan layaknya perusahaan profesional yang pertama kali mengenalkan konsep saham dan bagi saham di dunia. Serta juga pertama kali dikenal sebagai perusahaan multinasional yang keberadaannya hampir mirip dengan East India Company. (Anda bisa baca di Laman lain: VOC dan Saham Pertama di Dunia)

VOC pada mulanya murni melakukan perdagangan, namun bergeser dengan menerapkan politik permukiman (kolonisasi) di banyak wilayah di Asia termasuk juga di Indonesia.

Keberadaannya begitu kuat karena didukung penuh oleh pemerintah Belanda. Kemudian bertransformasi layaknya imperium dengan dibekali kekuatan militer, kapal-kapal perang, pasukan, peralatan perang yang menandai dimulainya tindakan kolonisasi.

Kemunduran VOC

Pengaruh dan kekuasaan VOC di Nusantara semakin meluas. Dan bisa dikatakan sebagai penguasa tunggal perdagangan dengan memonopoli beberapa komoditas seperti teh, kopi, gula, kopra dan sebagainya. Sebaliknya kekuatan kerajaan-kerajaan lokal di Nusantara menjadi semakin melemah.

Baca juga  Now You Know – 10 Desember: Martin Luther Buku Exsurge Domine, Perjanjian Paris Dibuat, Pertamina didirikan dan Peringatan Hari HAM

Namun hegemoni selalu ada masanya, ketika memasuki akhir abad ke-18. VOC mulai banyak mengalami masalah di internalnya yang akhirnya harus ditutup permanen dengan pembubaran VOC pada tanggal 31 Desember 1799.

Malpraktek dan malfungsi banyak terjadi di tubuh VOC seperti misalnya tingginya tingkat korupsi yang dilakukan oleh para pekerjanya di hampir seluruh level dari pekerja bawahan sampai dengan pejabatnya yang menimbun kekayaan pribadi hingga jutaan golden.

Dari faktor eksternal tercatat bahwa Belanda banyak mendapat perlawanan dari beberapa negara seperti Inggris dan Perancis. Perlawanan ini membuat banyak pengeluaran negara membengkak, secara tidak langsung berpengaruh pada pembiayaan VOC.

Perancis yang berhasil menguasai Belanda mendirikan Republik Bataaf di Belanda, sehingga kebijakannya banyak berubah drastis, yang menganggap bahwa kebijakan VOC berdagang dan menjajah tidak sesuai dengan prinsip kesetaraan dan kebebasan. Pembubaran voc.

Penayangan Film ‘Loetoeng Kasaroeng’

Hegemoni industri perfilman sudah mulai menggeliat di Nusantara pada tahun 1900, yang saat itu masih dijajah oleh Belanda, karena pengaruh besar dari Hollywood Amerika.

Melihat antusiasme yang begitu besar maka Hindia Belanda merespon dengan membangun sebuah bioskop di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Yang dinamakan dengan Talbot dengan harga karcis kelas II sebesar setengah perak dan kelas I sebesar dua gulden.

Semua film yang ditampilkan dalam bioskop itu diimport bukan dari karya atau buatan dari Nusantara sendiri. Baru 26 tahun kemudian, di tanggal 31 Desember 1926, sebuah film pertama yang dibuat dan ditayangkan di Indonesia, ‘Loetoeng Kasaroeng’ judul film yang dipakai, ditayangkan di Bioskop Metropole dan Bioskop Majestic.

Film ini masih belum ada audio atau suaranya, jadi seperti film bisu yang menampilkan hanya gerak dan ekspresi wajah. Jalan ceritanya diambil dari pantun ‘Si Lutung yang tersesat’, sebuah cerita yang masih sangat dikenal oleh masyarakat Sunda waktu itu.

Baca juga  Masih Bingung Soal Prinsip Prinsip Supervisi Pendidikan ! Intip Disini

George Krugers seorang keturunan Jawa-Belanda menyutradarai film tersebut. Dibantu oleh asistennya Heuveuldrop, dan untuk pemerannya semuanya dari pribumi bernama Maroana dan Oemar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *