Now You Know (26 November): Serangan Teroris Di Mumbai India, Penemuan Makam Tutankhamun Mesir dan Jembatan Kutai Kertanegara Ambruk

Now You Know (26 November): Serangan Teroris Di Mumbai India, Penemuan Makam Tutankhamun Mesir dan Jembatan Kutai Kertanegara Ambruk
Now You Know (26 November): Serangan Teroris Di Mumbai India, Penemuan Makam Tutankhamun Mesir dan Jembatan Kutai Kertanegara Ambruk (Photo by Tribun)

Halo sobat Mibi, hari ini tanggal 26 November tercatat beberapa peristiwa penting yang menarik untuk diketahui bersama sebagai wawasan umum, yaitu diantaranya peristiwa serangan teroris di Mumbai India, dua orang arkeolog Inggris menemukan makam Tutankhamun dan ambruknya jembatan Kuta Kertanegara sehingga membuat puluhan orang kehilangan nyawanya.

Serangan Teroris di Mumbai

Di kota Mumbai, India telah terjadi serangan yang sangat brutal selama beberapa hari yang dimulai tanggal 26 November – 29 November 2008.

Dikutip dari beberapa sumber serangan teroris ini terjadi di banyak tempat, serangan pertama di tanggal 26 November terjadi di sebuah stasiun kereta Chapptrapati Shivaji yang melayani ribuang penumpang.

Target yang diincar oleh kelompok itu adalah warga sipil yang menggunakan layanan kereta api, dengan memberondong peluru kearah mereka.

Hanya selang satu jam saja dari kejadian itu, beberapa serangan juga terjadi di beberapa lokasi yang berbeda Hotel Nariman Trident, Nariman House yang merupakan pusat kegiatan komunitas Yahudi), Restoran Leopold dan juga Hotel Taj Mahal Palace & Tower. Kejadian di sejumlah tempat itu terjadi di malam hari sekitar jam 10 malam.

Image: Republika

Semakin malam aksi mereka semakin brutal karena diteruskan dengan serangan di sekitaran kantor Times yang merupakan Mumbai bagian selatan. Lalu sebuah lembaga negara yang mengatur Rumah Sakit Cama di Mumbai juga diserang oleh kelompok itu.

Aksi mereka masih dilanjutkan hingga keesokan harinya dengan jumlah korban yang semakin banyak, dan otoritas setempat mulai mengerahkan pasukannya untuk melumpuhkan kelompok itu.

Penemuan Makam Tutankhamun

Selama ribuan tahun banyak orang bertanya-tanya tentang kebenaran Makam Raja Firaun yang dikenal dengan nama Tutankhamun itu. Namun tahun 1922, seorang arkeolog Inggris bernama Howard Carter dan seorang kaya raya dari Inggris, Lord Carnarvon menemukan makam itu setelah bertahun-tahun melakukan eskavasi.

Baca juga  Senjata Meriam Orban Alfatih dalam Penaklukan Konstantinopel

Dikutip dari Wikiperdia, perjalanan eskavasi dimulai tahun 1914, Lord Carnarvon mendanai dan sekaligus mengawasi penggalian yang menuntut metode arkeologi dan sistem pencatatan modern.

Upaya eskavasi sempat terhenti karena Perang Dunia I yang membuat situasi tidak kondusif, selama beberapa tahun kegiatan dibekukan. Hasil yang didapatkan selama itu belum memuaskan karena tidak ditemui makam raja sehingga tahun 1922 dilakukan kembali penggalian.

Image: Griffith University, diambil dari BBC

Akhirnya makam Raja Tutankhamun ditemukan dan yang paling utuh daripada makam-makam yang lain yang ada di Lembah Para Raja di kota Thebe atau Luxor.

Lord Carnarvon meninggal setelah berhasil menemukan makam itu yang banyak pihak mengaitkannya kematiannya dengan kutukan Firaun. Namun diketahui kemudian kematian Carnarvon karena terserang bakteri erisipelas ketika melakukan penggalian.

Ambruknya Jembatan Kutai Kertanegara

Image: Kompas

Jembatan ini sempat disandingkan dengan jembatan terkenal dari San Fransisco, Amerika Serikat, Jembatan Golden State karena bentuknya yang hampir menyerupai.

Penyelesaian jembatan ini memakan waktu hingga 6 tahun yang waktu itu dimulai pembangunan tahun 1995 dan selesai di tahun 2001. Kontraktor yang membangun jembatan ini adalah PT. Hutama Karya dengan mengganden konsultan perencana, Perentjana Djaja.

Panjang jembatan ini 710 meter dengan area yang tergantung tanpa penyangga (bentang bebas) mencapai 270 meter, dan didapuk sebagai jembatan gantung terpanjang di Indonesia. Dua kota yang dihubungkan melalui jembatan ini adalah Kota Tenggarong dengan Samarinda.

Dari beberapa sumber yang didapatkan, kejadian runtuhnya jembatan ini pada sore hari dimana waktu itu lalu lintas kendaraan sedang padat, puluhan kendaraan bermotor melintasi jembatan itu.

Hampir keseluruhan kontruksi bangunan itu ambruk dan menyisakan dua tiang penyangga dan tali bentas atas serta kerangka besi yang saling berseberangan.

Baca juga  Jalan Kaya yang Ditempuh Orang Terkaya di Dunia dan Inilah Rahasianya

Dikabarkan ada 24 korban jiwa dan puluhan lainnya luka-luka karena kegagalan konstruksi itu. Dilansir dari Liputan6 akibat ambruknya jembatan itu disinyalir karena persyaratan dasar (kaidah) pembangunan jembatan panjang yang kurang terpenuhi yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan pemeliharaan.

Hal yang juga ditemukan dari investigasi adalah ternyata spesifikasi bahan yang digunakan ada yang tidak memadai, yaitu pada klem penyangga beban kejut sehingga terputus.  

Info lain: Now You Know (25 November): Gempa Bumi dan Tsunami di Sumatera Bagian Barat, Suriname Merdeka dari Belanda dan Peringatan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *