Now You Know – 24 Desember: Penemuan Pulau Kiritimati oleh James Cook, Penandatanganan Perjanjian Ghent, Lagu Silent Night Dinyanyikan Pertama Kali dan Beberapa Tragedi Pengeboman Malam Natal.

Now You Know – 24 Desember: Penemuan Pulau Kiritimati oleh James Cook, Penandatanganan Perjanjian Ghent, Lagu Silent Night Dinyanyikan Pertama Kali dan Beberapa Tragedi Pengeboman Malam Natal.
Now You Know – 24 Desember: Penemuan Pulau Kiritimati oleh James Cook, Penandatanganan Perjanjian Ghent, Lagu Silent Night Dinyanyikan Pertama Kali dan Beberapa Tragedi Pengeboman Malam Natal.

Halo sobat Mibi hari ini tanggal 24 Desember tercatat beberapa peristiwa penting dan menarik untuk disimak bersama sebagai pengetahuan umum. Diantaranya James Cook menemukan Kiritimati, penandatanganan Treaty of Ghent mengakhiri perang 1812, lagu Silent Night diperkenalkan, rentetan pengeboman malam natal

Penemuan Pulau Kiritimati

Pulau Kiritimati atau sekarang yang dikenal dengan Christmas Island dulunya diduduki oleh bangsa Polynesian. Bangsa ini banyak melakukan usaha pergadagangan dan juga dalam upaya untuk mencari tempat tinggal baru.

Rute perdagangan ini diduga telah digunakan pada sekitar tahun 1000 M. Kemudian dari tahun 1200 dan seterusnya pelayaran jarak jauh Polinesia tidak dilakukan sesering sebelumnya. Dan banyak dari permukiman di Kiritimati telah ditinggalkan pada awal-pertengahan milenium kedua.

Kiritimati kemudian ditemukan oleh Hernando de Grijalva seorang ekspeditor asal Spanyol, yang pada tahun 1537 memetakannya sebagai Acea. Penemuan ini dirujuk oleh seorang kontemporer, Portugis António Galvo, gubernur Ternate, dalam bukunya Tratado dos Descubrimientos tahun 1563. Kapten James Cook dalam pelayaran yang ketiga mengunjungi pulau itu pada Malam Natal 24 Desember 1777 yang kemudian oleh Tobias Conrad Lotter  pulau itu dipetakan pada tahun 1781 sebagai le des Tortues (Pulau Penyu) di Augsburg.

Treaty of Ghent

Sebuah traktat/pernjanjian damai dibuat antara Amerika dan Inggris untuk mengakhiri perang diantara kedua kubu sejak tahun 1812. Traktat ini disebut dengan Perjanjian Ghent pada tanggal 24 Desember 1814.

Pemilihan kata Ghent pada perjanjian tersebut karena ditempat itulah kota Ghent (sekarang Belgia) dilakukan penandatanganan bersama. Secara sah memulihkan hubungan karena suatu kondisi (status quo ante) terkait perselisihan perbatasan, tahanan dan penguasaan wilayah.

Baca juga  Now You Know – 26 Desember: Perdamaian Pressburg Disepakati, Penemuan Radium oleh Marie dan Curie serta Gempa dan Tsunami Aceh Samudera Hindia 2004

Perjanjian itu tidak berlaku sampai Senat AS menyarankan dan menyetujui ratifikasi, yang terjadi dengan suara bulat pada 16 Februari 1815. Pada 17 Februari 1815, ratifikasi atas perjanjian itu dilakukan oleh Presiden AS James Madison.

Perjanjian itu menyetujui pembebasan tahanan dari kedua kubu dan mengembalikan baik  tanah dan kapal yang direbut antara Inggris dan Amerika Serikat (wilayah Florida Barat Spanyol di sebelah barat Sungai Perdido tidak dikembalikan ke Spanyol, yang bersekutu dengan Inggris dan Red Stick Creeks dalam Perang 1812 , oleh Amerika Serikat).

Amerika Serikat mendapatkan kembali wilayahnya seluas kurang lebih 4.000.000 ha wilayah dekat Danau Superior dan Michigan dan di Maine.  Wilayah Kanada Atas yang dikuasai Amerika (sekarang Ontario) dikembalikan ke kendali Inggris, tetapi Amerika hanya mengembalikan Pensacola ke Florida Spanyol

Lagu Silent Night Dinyanyikan Pertama Kali

Fanz Xaver Gruber bersama dengan Joseph menciptakan bait lirik dan juga komposisi musik untuk sebuah lagu yang dinyanyikan oleh seluruh umat kristen di malam natal diberi judul ‘Silent Night’. Lagu ini pertama kali dinyanyikan di malam natal yaitu tanggal 24 Desember 1818 di gereja paroki St Nicholas di Oberndorf, sebuah desa di Kekaisaran Austria di sungai Salzach Austria saat ini.

Joseph Mohr yang waktu itu masih melayani sebagai asisten pastor telah membuat lirik itu dua tahun sebelumnya. Dia terinspirasi dari sebuah puisi yang ia buat dengan judul ‘Stille Nacht’. Lalu seorang guru SD, Franz Xaver Gruber menggubahnya dengan memberikan sentuhan komposisi musik yang dikenal hingga sekarang (walaupun ada beberapa perbedaan terutama di bait akhir).

Mohr membawa lirik itu kepada Gruber di malam natal 1818, dan memintanya untuk menggubah melodi dengan  iringan gitar untuk misa malam itu, setelah banjir sungai mungkin merusak organ gereja. Gereja itu akhirnya dihancurkan oleh banjir yang kemudian diganti dengan Kapel Malam Senyap. Tidak diketahui apa yang mengilhami Mohr untuk menulis lirik, atau apa yang mendorongnya untuk membuat lagu baru.

Baca juga  Pembantaian Rawagede, Hari Anti Korupsi Sedunia, Tragedi KRL Bintaro dan Lech Walesa Presiden Polandia Pertama

Pengeboman Malam Natal Tahun 2000

Perayaan malam Natal tahun 2000 mungkin dicatat sebagai salah satu malam kelabu. Karena pada malam itu banyak jemaat yang ibadah dan harus dikejutkan dengan pengeboman yang terjadi di beberapa gereja di indonesia.

Pengeboman ini dilakukan serentak di beberapa gereja di beberapa wilayah seperti Jakarta, Medan, Bandung, Mataram, Mojokerto dan beberapa daerah lainnya. Di Jakarta sendiri ada beberapa gereja yang diledakkan secara serentak yaitu gereja Katedral, Gereja Oikumene Halim, Gereja Matraman dan beberapa lainnya yang membuat tiga nyawa melayang. Di Pekanbaru empat petugas kepolisian juga kehilangan nyawanya ketika akan menjinakkan bom dan seorang warga sipil meninggal.

Mojokerto juga tidak luput dari pengeboman di tiga gereja. Pada Gereja Eben Haezer terjadi ledakan di malam hari dan waktu itu seorang relawan yang melakukan penjagaan yaitu Riyanto harus meregang nyawa karena ledakan bom. Kematian Riyanto dikenang sebagai sebuah peristiwa pilu yang mengesampingkan dirinya sendiri agar bom yang meledak tidak mencelakai banyak jemaat yang ada disitu.

Info lain: Gempa dan Tsunami Lisbon 1531, Salah Satu yang Paling mematikan Dalam sejarah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *