Now You Know – 13 Januari: Pemberontakan Nika, Keputusan Sicut Dudum dan Hari Sticker

  • Share
Now You Know – 13 Januari: Pemberontakan Nika, Keputusan Sicut Dudum dan Hari Sticker
Bola Stiker, pict: guinnesworldrecords

Halo sobat Mibi hari ini tanggal 13 Januari telah tercatat dalam sejarah dunia beberapa peristiwa penting dan menarik untuk disimak bersama sebagai pengetahuan umum yang diantaranya adalah Pemberontakan Nika, Keputusan Sicut Dudum dan Hari Sticker

Pemberontakan Nika

Pemberontakan Nika adalah salah satu pemberontakan terbesar yang pernah tercatat dalam sejarah, di masa kaisar Justianus yang menewaskan puluhan ribu perusuh.

Dalam bahasa lokal, kata ‘nika’ bisa diartikan sebagai menang atau kemenangan yang ternyata menjadi antitesis bagi perusuh karena yang terjadi adalah sebaliknya.

Pada masa pemerintahan justianus terdapat sebuah bangunan yang megah, disebut Hippodrome, yang ditujukan untuk balapan kereta kuda yang sangat terkenal waktu itu di mana bangunan itu itu memiliki sebuah lintasan di tengahnya dan para pembalap akan mengitari lintasan itu beberapa kali.

Sama seperti pendukung dalam event olahraga, ada terdapat beberapa kubu yang saling berseberangan. Dalam konteks waktu itu, pendukung tim dibagi menjadi 4 tim besar yang dibedakan berdasarkan warna yaitu: merah, hijau, biru dan putih.

Tim-tim ini ternyata tidak hanya fokus pada balapan kereta kuda, namun juga menyeruakan kepentingan dan keinginan politik mereka masing-masing yang tidak mendapat tempat secara sah di masa Justianus.

Isu-isu sosial dan politik lantang diteriakkan ketika balapan kereta yang tidak bisa dicegah oleh para pegawai istana. Justianus sendiri memiliki kecenderungan besar terhadap tim Biru.

Tim Biru dan Hijau menghadapi tuduhan pembunuhan akibat kerusuhan pertandingan. Beberapa orang dianggap bersalah langsung dieksekusi dengan digantung, namun dua orang terdakwa berhasil melarikan diri ke gereja, yang menyulut kemarahan massa.

Untuk meredam amarah, tanggal 13 Januari 532 akan diadakan pertandingan balapan yang mana dua orang terdakwa itu diganti hukumannya menjadi hukuman penjara.

Namun saat pertandingan banyak yang mencemooh dengan meneriakkan kata ‘nika’,  sehingga massa berhasil menjebol gerbang istana dan berhasil mendudukinya selama 5 hari.

Para senator melihat peristiwa ini juga mendukung perusuh yang dilatarbelakangi ketidaksukaan mereka pada Justianus akibat penerapan pajak tinggi dan minimnya dukungan kepada para aristokrat. Seorang kaisar baru, Hipatius diangkat oleh para perusuh, dengan dukungan senator yang membangkang.

Yustianus yang dalam kepanikan dan keputuasaannya berencana melarikan diri namun Theodora istrinya, menahannya dan meminta untuk merebut kembali tahtanya.

Sang Kaisar memerintahkan Narses seorang kasim terpandang untuk masuk ke kerumunan dan memberitahu bahwa kaisar ada di pihak Biru, dan kaisar palsu yang dimahkotai adalah seorang Hijau.

Dengan memberikan sekantong emas kepada tim Biru, mereka kemudian setuju untuk keluar dari istana dan meninggalkan tim Hijau sendirian.

Momen itu kemudian dimanfaatkan oleh para loyalis kaisar untuk menumpas para perusuh dan juga senator yang terbukti mendukung kudeta.

Tercatat ada lebih dari 30.000 pemberontak yang dibunuh serta kerusakan yang pada di Konstantinopel, yang kemudian dibangun kembali oleh kaisar.

Sicut Dudum

Kepulauan Kanaria adalah gugusan pulau-pulau kecil yang terletak di samudera Atlantik, berdekatan dengan Maroko, yang pada di abad 15 merupakan bagian dari kerajaan Portugis yang banyak mempraktikkan perbudakan kepada masyarakat lokal.

Paus Santo Eugenius IV yang berdiam di Florence mengeluarkan sebuah keputusan melalui dekrit yang dikenal dengan Sicut Dudum yang isinya adalah menentang praktik perbudakan yang sedang marak terjadi.

Dekrit ini sebagai penguatan dari keputusan yang dibuat setahun sebelumnya, Creator Omnium yang isinya kurang lebih sama untuk mengucilkan atau melawan perbudakan oleh kekuasaan Portugis di pulau Kanaria.

Latar belakangnya yaitu melihat fakta bahwa kekristenan sudah sangat dikenal dan banyak dari warga lokal yang menjadi penganut kristen, sehingga Paus yang telah memberi kebebasan bagi Portugis untuk menaklukan pulau-pulau yang warganya ‘belum beragama’ diperbolehkan. Sehingga keputusan itu harus dibatalkan.

Paus mengultimatum kepada otoritas Portugis agar dalam waktu 15 hari para budak itu dijadikan tawanan yang kemudian harus diberikan kebebasan dan diampuni tanpa dibebani untuk membayar biaya apapun.

Paus juga akan mengkucilkan siapapun yang menentang keputusannya bahkan Raja juga tidak bisa mengintervensi keputusan yang telah dibuatnya.

Sicut Dudum memang telah mengurangi banyak praktik-praktik perbudakan oleh para penguasa kepada orang lokal, namun nampaknya perbudakan masih marak terjadai pada abad-abad setelahnya.

Hari Sticker

Sticker digital sangat marak digunakan dalam berbagai platform di media sosial datu juga di percakapan digital seperti WhatsApp, Telegram dan sebagainya.

Macam ekspresi yang bisa digunakan oleh users mulai dari ketawa, menangis, bahagia, marah, bersyukur dan sebagainya.

Ada sejarah yang melatarbelakangi semua itu yang dimulai pada tahun 1880 yang tentunya masih berbentuk fisik.

Pedagang eropa yang pertama kali memperkenalkannya dengan menggunakan bahan dasar karet kemudian dibentuk label, dan penggunaannya adalah dengan ditempel yang sebelumnya harus dibahasi terlebih dahulu.

Ray Stanton Avery yang lahir pada 13 Januari 1907 adalah sosok yang melatarbelakangi diperingatinya Hari Sticker Dunia dengan produknya bernama ‘Sticke Kum Kleen Pricer’ yang sudah mengadopsi dari bahan kertas untuk ditempel.

Perusahaannya yaitu Avery Dennison Corporation tetap berdiri hingga sekarang yang tetap berfokus pada produksi stiker. Hari Sticker dicetuskan oleh perusahaan, StickerGiant pada tahun 2015 yang diperingati hingga sekarang.

Perayaan pertama kali di thaun 2016, bola stiker raksasa yang memecahkan rekor dunia karena memiliki berat 105 kg dan diameter 2,7 meter.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *