Penemu Olahraga Bola Basket dan Kelahiran Siti Fadillah Supari

Penemu Olahraga Bola Basket dan Kelahiran Siti Fadillah Supari
Now You Know (06 November): Meninggalnya Cut Nyak Dien, Kelahiran Penemu Olahraga Bola Basket dan Kelahiran Siti Fadillah Supari

Hai sobat Mibi, pada hari ini, 6 November, tercatat beberapa peristiwa menarik yang patut untuk disimak seperti meninggalnya salah satu Pahlawan Nasional Cut Nyak Dien, kelahiran dari seorang penemu olahraga bola basket dan juga kelahiran Mantan Menteri Kesehatan Dr. Siti Fasillah Supari.

Meninggalnya Cut Nyak Dien

Salah seorang Pahlawan Indonesia,Cut Nyak Dien adalah seorang wanita asli kelahiran Aceh yang berasal dari keluarga bangsawan dan juga sangat agamis.

Cuk Nyak Dien dinikahkan dengan seorang bangsawan lainnya bernama Teuku Cek Ibrahim Lamnga yang waktu itu Cuk Nyak Dien masih berumur 12 tahun

Pergerakannya waktu itu adalah melawan Belanda dalam Perang Aceh, namun karena daerahnya diserang Belanda Ia harus menyingkir dan suaminya bertempur melawan Belanda. Perjuangannya melawan Belanda semakin membesar ketika suaminya terbunuh tentara Belanda.

Teuku Umar akhirnya meminang Cut Nyak Dien menjadi pasangannya sehingga mereka dikaruniai seorang anak yang kemudian dikenal dengan nama Cut Gambang.

Sebetulnya lamaran dari Teuku Umar sempat ditolak, namun akhirnya diterima oleh Cut Nyak Dien juga karena janjinya untuk ikut dalam pergerakan melawan Belanda, dan Cut Nyak Dien sendiri berjanji untuk mengusir pendudukan Belanda dari tanah Aceh yang didorong karena kematian suaminya.

Teuku Umar waktu itu sempat ‘mengalah’ dan mau bekerjasama dengan Belanda, namun tindakannya itu hanyalah sebagai taktik untuk dapat melemahkan Belanda dari dalam yaitu agar peralatan-peralatan penting dalam perang dapat diambilnya.

Teuku Umar keluar setelah mendapatkan tujuannya yang membuat marah besar Belanda dan melakukan operasi besar-besaran yang membuatnya wafat di Meulaboh 11 Februari 1899.

Baca juga  Mengetahui Perbedaan Pasar Monopoli dan Oligopoli

Kendati Cut Nyak Dien tetap melanjutkan pergerakannya melawan Belanda, kondisi kesehatannya yang sudah memburuk dikarenakan sakit encok dan rabun mata, membuat pasukannya tidak tega dan mau menyerahkan Cut Nyak Dien ke Belanda asalkan diperlakukan dengan terhormat.

Belanda akhirnya setuju dan menangkapnya di Banda Aceh, kemudian mengasingkannya ke daerah Sumedang tanggal 11 Desember 1905 yang jauh dari tanah kelahirannya.

Cut Nyak Dien meninggal di pengasingannya tanggal 6 November 1908 dan dikebumikan di Gunung Puyuh, Sumedang.

Kelahiran Penemu Olahraga Bola Basket, James Naismith

Seorang kelahiran Ontario, Kanada 6 November 1861, James Naismith adalah seorang penemu olahraga bola basket pertama kalinya.

Pekerjaannya adalah seorang guru yang juga merupakan direktur di sekolah Pelatihan Internasional YMCA, Amerika Serikat.

Permainan olahraga bola basket pertama kali Ia perkenalkan sebagai cara untuk mengusir kejenuhan dari para murid-muridnya yang bermain olehraga yang monoton.

Akhirnya James menemukan sebuah cara untuk membentuk tim yang bertanding head-to-head untuk memindahkan bola dari tangan ke tangan yang terdiri dari sembilan orang tiap timnya. Namun waktu itu belum diperkenalkan dribble, jadi tekniknya hanya melalui umpan lemparan, passing.

Aturan permainan bolas basket yang Ia perkenalkan konsep awalnya memang ada 9 orang tiap timnya namun berkurang menjadi 5 orang tiap tim.

Keranjang yang digunakan waktu itu dibuat dari buah persik yang berbobot 1,5 kg. Untuk memasukkan bola kedalam keranjang, setiap pemain dilarang untuk berjalan atau berlari, hanya melalui umpan atau passing. Begitu juga kontak fisik saat itu dibatasi untuk menghindari cidera.

Kelahiran Dr. Siti Fadillah Supari SP.JP(K)

Beliau adalah seorang dokter spesialis jantung yang juga pernah menjabat sebagai Menteri Kesehatan dalam Kabinet Indonesia Bersatu pada waktu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjabat.

Baca juga  10 Januari: Pertempuran Vaslui, Perjanjian Versailles dan Tritura

Sebelumnya beliau pernah menjadi dosen di beberapa di beberapa departemen di Universitas Indonesia. Kemudian juga pernah menjabat sebagai staf ahli jantung di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita.

Beliau mengeyam pendidikan sarjana di UGM dan melanjutkan program master di Universitas Inodnesia dalam hal spesialisasi penyakit jantung dan pembuluh darah. Begitu juga untuk jenjang doktornya mengambil di UI yang selesai pada tahun 1996.

Namanya menjadi terkenal di dunia Internasional karena sikapnya yang menolak tegas untuk mengirim sampel virus H5N1 ke WHO. Sikap tegasnya itu yang membuat WHO menyesalkan tindakannya.  

Info lain: Wabah Flu Burung dan Gugatan Siti Fadilah Pada WHO.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *