Saham  

Jenis Saham dan Istilah dalam Pasar Modal

Jenis Saham dan Istilah dalam Pasar Modal
Jenis Saham dan Istilah dalam Pasar Modal

Mikaylabinar.com- Terdapat beberapa macam jenis saham biasa (common stock), secara umum saham biasa dibagi menjadi tiga jenis yaitu: Growth Stock, Income Stock, Total Return Stock

A. Growth Stock

Growth Stock merupakan jenis saham yang memiliki pertumbuhan pendapatan dan laba bersih lebih tinggi dibandingkan dengan saham jenis lain.

Saham ini biasanya memiliki pertumbuhan laba bersih yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan nilai dividennya.

Dalam beberapa kasus jenis saham ini kadang tidak membagikan dividen agar bisa menjaga reinvestment rate mereka tetap tinggi. Saham ini biasanya memiliki karakteristik sebagai berikut:

  • Pertumbuhan pendapatan dan laba bersih yang cenderung tinggi
  • Seringkali tidak membagikan dividen atau membagikan dividen dengan tingkat dividen yield-nya rendah
  • Divident payout ratio yang cenderung rendah (biasanya kurang dari 30%) karena perusahaan seperti ini biasanya menggunakan laba ditahannya ( retained earning ) untuk tujuan ekspansi kedepannya
  • Tingkat P/E ratio yang tinggi ( biasanya diatas P/E ratio IHSG )

Contoh saham yang masuk kategori ini SILO, CTRA, PWON dan sebagainya

B. Income Stock

Income Stock, jenis saham yang seringkali mengalami peningkatan pembayaran nilai dividen dibandingkan dengan nilai tahun sebelumnya dan juga cenderung konsisten dalam membagikan dividen. Saham dalam kategori ini juga cenderung memiliki tingkat dividend payout ratio yang tinggi dikarenakan perusahaan jenis ini seringkali tidak memiliki rencana ekspansi seperti growth stock.

Karakteristik dari saham jenis ini sebagai berikut:

  • Pertumbuhan pendapatan dan laba bersih yang cenderung rendah
  • Selalu membagikan dividen setiap tahunnya dengan tingkat dividen yield yang cenderung tinggi
  • Dividen pay out ratio –nya tinggi ( biasanya diatas 50% ) dikarenakan perusahaan jenis ini tidak memiliki rencana ekspansi di masa depannya. Kadang perusahaan jenis ini membagikan dividen ekstra
  • Identik dengan tingkat P/E ratio yang tidak terlalu tinggi bahkan rendah ( dibawah P/E ratio IHSG )

Contoh saham dalam kategori ini seperti SIDO, UNVR, SCMA, SMSM, ADMF dan sebagainya

C. Total Return Stock

Total Return Stock, jenis saham yang berada di tengah-tengah antara income stock dengan growth stock. Saham ini biasanya selalu membagikan dividend an memiliki pertumbuhan pendapatan dan laba bersih yang tinggi.

Jenis perusahaan pada saham ini biasanya perusahaan dengan kapitalisasi pasar besar atau big cap dengan tingkat likuiditas yang tinggi, disebut juga sebagai saham blue chip.

Saham ini biasanya memiliki tingkat resiko yang moderat yaitu diatas income stock tetapi dibawah growth stock. Dimana dalam kondisi ekonomi yang kurang mendukung, saham jenis ini mungkin masih bisa membukukan kinerja keuangan yang positif walaupun tipis.

Baca juga  Apa Itu Saham ! Inilah yang Perlu Anda Ketahui

Oleh karena itu karakteristik dari saham ini sebagai berikut:

  • pertumbuhan pendapatan dan laba bersih yang moderat
  • seringkali membagikan dividen dengan tingkat dividend yield –nya cukup tinggi   
  • dividend payout ratio yang moderat (biasanya diantara 30 – 50 % ) dikarenakan perusahaan seperti ini biasanya masih memiliki rencana ekspansi kedepannya walaupun tidak segencar saham growth stock
  • identik dengan tingkat P/E ratio yang moderat ( biasanya mendekati P/E ratio IHSG)

Contoh jenis saham ini seperti BBRI, ICBP, BBCA, UNTR, JSMR dan sebagainya

Mengenal istilah yang sering digunakan dalam pasar modal

  1. P/E Ratio, singkatan dari Price / Earning Ratio. Merupakan rasio yang menghitung perbandingan antara harga saham perusahaan dengan laba bersihnya. Perusahaan dengan tingkat P/E Ratio yang tinggi biasanya memiliki potensi pertumbuhan laba bersih yang tinggi dimasa depan, demikian pula sebaliknya
  2. Bandar. Dikenal juga sebagai market maker merupakan individu ataupun institusi dengan modal yang sangat besar dimana mereka memiliki kemampuan untuk melakukan aktivitas pump and dump di saham-saham dengan kapitalisasi pasar kecil. Dengan tujuan untuk memperoleh profit setinggi-tingginya melalui proses pump and dump terhadap trader kecil
  3. Pump and Dump, dikenal juga sebagai proses “menggoreng saham” . merupakan sebuah aksi dimana seseorang  dengan modal besar ( Bandar) menaikkan harga suatu saham ataupun menyebarkan suatu rumor untuk mengangkat harga suatu saham (pump) sebelum akhirnya menjual sebagian atau seluruh posisi mereka di harga yang tinggi sehingga menyebabkan harga saham tersebut turun kembali (dump)
  4. Barrier of entry, adalah berbagai hal yang menghalangi suatu perusahaan untuk terjun ke bisnis tertentu. Biasanya terganjal dengan peraturan pemerintah
  5. Bear Market, suatu kondisi dalam jangka waktu tertentu dimana saham-saham secara keseluruhan cenderung mengalami penurunan harga
  6. Benchmark, standar yang digunakan sebagai pembanding. Sebagai contoh, kinerja reksadana saham seringkali dibandingkan dengan performa IHSG secara keseluruhan dimana IHSG ini berfungsi sebagai benchmark dari kinerja reksadana tersebut.
  7. Bottom Line, nama lain dari laba bersih perusahaan. Istilah ini digunakan karena angka laba bersih terletak paling bawah dalam laporan laba rugi perusahaan, yang diperoleh setelah semua biaya dikurangkan dari pendapatan dan tidak ada lagi yang tersisa untuk dikurangkan

Jenis Capital

  1. Broker, professional yang bekerja pada suatu perusahaan sekuritas, bertugas untuk menjalankan perintah beli ataupun jual dari klien mereka. Untuk bisa bekerja sebagai broker di pasar modal, seseorang wajib memiliki izin WPPE ( Wakil Perantara Perdagangan Efek)
  2. Bull Market, suatu kondisi dalam jangka waktu tertentu dimana harga saham secara keseluruhan mengalami peningkatan harga
  3. Capital Expenditure, dikenal juga sebagai belanja modal, yaitu biaya-biaya yang dikeluarkan oleh suatu perusahaan dalam rangka meningkatkan efisiensi operasional ataupun untuk membeli suatu aktiva tetap yang bisa meningkatkan kinerja perseroan dimasa depan
  4. Capital Gain, selisih positif yang diperoleh dari harga jual yang lebih tinggi dibandingkan dengan harga beli suatu saham
  5. Capital Loss, selisih negatif yang diperoleh dari harga beli yang lebih tinggi dibandingkan dengan harga jual suatu saham
  6. Competitive advantage, adalah keunggulan kompetitif yang seringkali dimiliki suatu perusahaan tetapi tidak dimiliki oleh perusahaan lain
  7. Cost of Funds, adalah biaya yang harus dikeluarkan suatu bank untuk setiap dana yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber . tingkat cost of funds ini dipengaruhi oleh tingkat suku bunga, Giro Wajin Minimum ( GWM) dan komposisi portofolio sumber dana
  8. Disposable Income,  pendapatan yang siap digunakan baik untuk keperluan konsumsi ataupun untuk di tabung
Baca juga  4 Jenis Saham Untuk Pemula Ketahui Sebelum Investasi

Macam Dividen dan Istilah Lainnya

  1. Dividen, pembagian keuntungan yang dibukukan oleh perusahaan yang dibayarkan kepada para pemegang saham
  2. Dividend Payout Ratio, persentase dari laba bersih perusahaan yang dibagikan dalam bentuk dividen kepada para pemegang sahamnya. Perusahaan yang memiliki laba bersih per lembar sahamnya (earning per share/EPS) senilai 100 rupiah dan membagikan 30 rupiah dari laba tersebut sebagai dividen dapat dikatakan memiliki tingkat dividend payout ratio sebesar 30%
  3. Dividend Per Share, nilai dari dividen yang diperoleh untuk setiap lembar saham yang dimiliki oleh pemegang saham perusahaan tersebut
  4. Dividend Yield, rasio keuangan yang mencerminkan nilai dividen yang dibagikan oleh suatu perusahaan terhadap harga sahamnya. Perusahaan yang membagikan dividen senilai 20 rupiah per lembar saham dan memiliki harga saham per lembarnya senilai 400 rupiah dapat dikatakan memiliki dividend yield sebesar 5%
  5. D/E Ratio, singkatan dari Debt to Equity Ratio, yaitu rasio perbandingan antara utang (debt) perusahaan dengan ekuitas (equity) yang dimilikinya. Secara prakti, perusahaan yang memiliki D/E Ratio tinggi seringkali dipandang lebih berisiko dibandingkan dengan perusahaan yang memiliki tingkat D/E  Ratio yang rendah.
  6. Earning Per Share, merupakan bagian dari laba bersih perusahaan yang dialokasikan untuk setiap saham biasa yang beredar. EPS ini berfungsi sebagai indicator profitabilitas perusahaan   
  7. Economies of Scale, skala ekonomis. Semakin tinggi skala ekonomis suatu perusahaan maka biasanya semakin rendah juga biaya produksi per unit yang dikeluarkan
  8. Gross Margin, dikenal juga sebagai margin laba kotor. Biasanya dihitung dalam persentase dan merupakan pembagian dari laba kotor ( pendapatan dikurangi dengan biaya penjualan produk ) dengan total jumlah pendapatan perusahaan

Istilah Lainnya

  1. Hedging, disebut juga sebagai aktivitas lindung nilai. Merupakan strategi untuk mengurangi ataupun menghilangkan potensi kerugian di masa depan akibat fluktuasi nilai tukar mata uang dengan cara membeli financial futures seperti forward rate, option dan sebagainya
  2. Index. Sebuah nominal yang diperoleh dari menggabungkan berbagai saham yang ada seperti Index Harga Saham Gabungan ( IHSG)
  3. Leverage, daya ungkit. Dalam istilah korporat, laverage merujuk pada kemampuan perusahaan untuk menggunakan aktiva atau dana yang mempunyai beban tetap ( fixed cost assets of fund) untuk memperbesar tingkat penghasilan (return) bagi pemilik perusahaan
  4. Likuiditas, kemampuan untuk bisa dijual dengan cepat dan tanpa pengurangan yang berarti
  5. Margin Call, sebuah kondisi dimana modal yang anda miliki dan gunakan untuk membeli suatu saham dengan metode laverage tidak mencukupi akibat dari penurunan harga saham tersebut sehingga anda harus menambah dana atau merisikokan terkena auto cut loss

Istilah Market

  1. Market Capitalization, nilai dari suatu perusahaan secara keseluruhan.
  2. Market Leader, pemimpin pasar dalam suatu bisnis. Biasanya identik dengan market share yang tinggi dalam suatu bisnis
  3. Market share, pangsa pasar. Biasanya dihitung dalam persentase yang menunjukkan dominasi suatu perusahaan dalam penjualan produk/jasa secara keseluruhan
  4. Net Profit Margin, dikenal juga sebagai margin laba bersih. Biasanya dihitung dalam persentase dan merupakan pembagian dari jumlah laba bersih dengan total jumlah pendapatan perusahaan. Semakin tinggi net profit margin suatu perusahaan, maka perusahaan tersebut semakin efisien dalam beroperasi
  5. Non- Performing Loan, dikenal juga sebagai kredit bermasalah
  6. Peer Comparison, perbandingan antara suatu perusahaan dengan perusahaan lain yang sejenis
  7. Right Issue, hak bagi pemegang saham untuk membeli saham baru pada harga dan jangka waktu yang sudah ditentukan secara praktis, bisa dikatakan memberikan kesempatan kepada investor untuk memesan terlebih dahulu dan menebus saham yang baru diterbitkan di harga yang tepat (sesuai aslinya yang ditetapkan)
  8. Stop Loss, proses membatasi kerugian dengan cara menutup transaksi untuk menghindari kerugian lebih banyak
  9. Take Profit, mengambil keuntungan dengan cara menjual saham untuk menghindari pembalikan harga
  10. Top Line, sebutan lain dari pendapatan perusahaan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *