Mengenal Bidang Orang Kaya

  • Share
mengenal cashflow quadrant

Mikaylabinar.com– Orang kaya bisa muncul dari bidang usaha apa saja, Robert T Kiyosaki membagi empat bidang  dimana orang menghasilkan uang, yang dinamakan dengan Cashflow Quadrant :

mengenal cashflow quadrant

disisi sebelah kiri terdiri dari E (employee) dan S (self employee) dimana 95 % orang berada dalam bidang usaha ini dan 5% disisi sebelah kanan terdiri dari  B ( Business ) dan I ( Investor)

Employee (karyawan/pegawai) dan self employee ( wiraswasta ‘kecil-kecilan’) adalah orang yang mengutamakan keamanan

Disisi sebelah kanan terdapat  Business Owner  (pemilik bisnis/pengusaha besar) dan Investor yang mengutamakan kebebasan

Perbedaan antara self employee dan business owner adalah bahwa self employee tidak bisa meninggalkan bisnisnya, dia harus selalu terlibat disana.

Sedangkan ciri-ciri true business owner adalah bahwa walau ditinggal pemiliknya selama satu tahun, bisnisnya tetap menguntungkan dan berkembang.

Orang bisa kaya dan miskin  di empat kuadran tersebut. Untuk menjadi lebih aman secara finansial dua bidang lebih baik dari satu.

Maksudnya, kita terlibat di lebih satu kuandran. Selain melakukan pekerjaan di kuadran E atau S kita sebaiknya belajar tentang kuadran B dan I.

Apabila employee dan self employee sakit, income akan terganggu. Sedangkan, bagi pemilik bisnis dan investor, bisnis dan investasi mereka menjadi asset yang terus menghasilkan pemasukan dengan atau tanpa bekerja.

Baca Juga:
Bukan uang, tapi kemiskinan akar dari segala kejahatan

Lebih lanjut Robert T Kyosaki menyebutkan bahwa rata-rata orang kaya 70% penghasilannya  di dapat dari bidang sisi kanan ( B dan I )

dan 30 % dari sisi kiri ( E dan S ). Mereka mempunyai penghasilan di lebih dari satu bidang kuadran.

Saran dari Kyosaki baik untuk E ataupun S lebih baik orang masuk ke B lebih dahulu, karena unsur pengalaman dan pendidikan.

Jika sudah sukses di bidang B maka akan punya kesempatan besar untuk menjadi I.

Kenapa lebih baik menjadi B lebih dahulu ? pertama karena pendidikan dan kedua karena cashflow. 

Jika memiliki bisnis yang berjalan dengan baik, kita akan mempunyai waktu luang dan uang untuk berinvestasi di kuadran I dengan baik.

Bagaimana bagi anak muda yang tidak punya pengalaman bisnis sama sekali dan tidak punya uang /gaji sama sekali,

langkahnya bisa di mulai dari E kemudian S dan harus berorintasi kepada B dan I

supaya tidak menjadi karyawan yang hidupnya pas-pasan (bisa dibilang kurang ) sepanjang hidupnya.

K.C See dalam Leveraging Time to Create Wealth menyebutkan bahwa dari 100 orang kaya 74% berasal dari businessman, 10% dari professional, 10% dari karyawan (TOP CEO)  dan 6% dari lain-lain.

Tung Desem Waringin dalam bukunya Financial Revolution  mengatakan apapun bidang kuadran anda untuk mencari uang, bila ingin cepat kaya, anda perlu faktor kali.

Faktor kali tersebut seperti employee harus secepatnya menjadi top executive 

sehingga menerima saham atau options yang merupakan  faktor kalinya, atau membuka usaha diluar profesinya sebagai faktor kali.

Self Employee perlu melayani sebanyak mungkin orang sehingga nilai tambahnya terkalikan dengan baik.

Silahkan melayani satu orang, satu Negara, satu perusahaan asalkan menghasilkan sangat banyak.

Business Owner harus mempunyai produk atau jasa yang digunakan oleh banyak orang, atau digunakan oleh sedikit orang tapi membayar dengan sangat mahal.

Investor harus investasi atau mempunyai capital gain dan hasil usaha yang digulung (tidak diambil lebih dahulu) sehingga menjadi faktor kali.   

Saran dari Orang Kaya:

Tetaplah pada bidang pekerjaan saat ini tapi buatlah bidang lain yang menjadi sumber income kedua, ketiga, keempat….sehingga mempunyai massive income. Carilah Bidang lain dimana anda tidak terlalu terlibat banyak disitu sehingga anda tetap focus pada bidang pekerjaan utama anda.

Baca juga: Jalan kaya yang ditempuh oleh orang-orang kaya

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *