Memahami Jangka Waktu Investasi Beserta Instrumennya

Memahami Perbedaan Jangka Waktu Investasi: Jangka Pendek, Menengah dan Panjang Beserta Instrumennya
Memahami Perbedaan Jangka Waktu Investasi: Jangka Pendek, Menengah dan Panjang Beserta Instrumennya (Photo: Unsplash)

Bagi sobat Mibi yang berniat untuk mulai berinvestasi pada instrumen investasi yang tersedia di Indonesia, ada baiknya memahami bahwa jangka waktu investasi berpengaruh terhadap imbal hasil yang akan didapatkan.

Pada artikel kali ini akan difokuskan beberapa perbedaan dari investasi menurut jangka waktunya: jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang beserta instrumennya.

Dilansir dari beberapa sumber, berikut beberapa perbedaan berikut:

Waktu

Setiap investasi pasti memiliki jangka waktu tertentu atau jatuh tempo, untuk itu dipahami bahwa untuk investasi jangka pendek biasanya jatuh temponya kurang dari 1 tahun.

Untuk jangka menengah biasanya rentang waktunya antara satu sampai lima tahun. Sedangkan investasi jangka panjang memiliki masa waktu yang paling lama, lebih dari lima tahun jatuh temponya.

Imbal Hasil/Keuntungan

Adanya perbedaan dalam jangka waktu tentunya juga mempengaruhi besaran keuntungan yang akan didapatkan.

Secara logika, semakin lama uang diinvestasikan dalam instrumen tertentu, akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar daripada yang memiliki jangka waktu pendek.

Keuntungan yang paling kecil didapatkan tentunya dari investasi jangka pendek, namun memiliki keuntungan bahwa dana bisa dipakai dalam waktu dekat untuk suatu hal.

Walaupun keuntungan yang paling kecil didapat, namun bunga yang ditawarkan investasi jangka pendek tetap lebih besar dari suku bunga simpanan. Karena itu jika ada dana ‘nganggur’, lebih baik dimasukkan dalam investasi daripada tabungan.

Baik investasi jangka menengah dan jangka panjang akan memberikan peluang bagi investor untuk mendapatkan passive income yang lumayan besar di waktu yang akan datang.

Tujuan

Setiap investor pasti memiliki pertimbangan berapa lama dana diinvestasikan, ada baiknya untuk melihat tujuan dari investasi itu sendiri.

Untuk tempo singkat, investasi lebih baik ditujukan untuk dana yang didapatkan dalam waktu dekat seperti rencana membeli kendaraan bermotor.

Perrtumbuhan nilai investasi adalah tujuan yang ingin dicapai melalui investasi jangka menengah, sehingga cocok untuk dana pendidikan anak atau untuk mempersiapkan DP untuk membeli rumah.

Sedangkan jangka panjang memang benar-benar dana yang tidak berniat dipakai dalam waktu yang lama untuk mempersiapkan sesuatu hal dimasa depan, seperti dana pensiun.

Instrumen-Instrumen yang Bisa Dipakai

Ada perbedaan instrumen yang dipakai dari ketiga investasi tersebut, dilansir dari Simulasikredit, berikut jenis-jenis investasi yang bisa dimanfaatkan:

1. Investasi Jangka Pendek

Deposito

Instrumen ini adalah yang paling umum dimanfaatkan para investor untuk menanamkan dana mereka.

Hal yang perlu diketahui adalah jangka waktu deposito yang paling singkat adalah 3 bulan lalu ada yang kelipatannya tersebut sampai 1 tahun, tergantung bank yang ingin dituju.

Bunga deposito tentunya jauh diatas suku bunga simpanan bank manapun. Karenanya disarankan untuk tidak mengambil deposito sebelum jatuh tempo karena akan dikenai penalty berikut dengan pajak deposito yang biasanya sebesar 20 % dari bunga.

Saham

Sebenarnya saham ini bisa menjadi investasi jangka pendek, menengah atau panjang tergantung tujuan anda. Jika anda seorang trader maka cenderung untuk mengambil keuntungan jangka pendek, dengan tingkat spekulasi yang tinggi. Namun jika anda investor, maka biasanya perencanaannya lebih matang dan dalam waktu yang panjang.

2. Investasi Jangka Menegah

Obligasi Ritel Indonesia (ORI)

Ini adalah surat berharga, kadang disebut dengan efek. ORI ini memang diperuntukkan untuk individu yang ingin berinvestasi jangka menengah karena biasanya jangka waktunya antara tiga sampai empat tahun.

Jelas bunga ORI atau biasa disebut kupon diatas bunga deposito, dan disetorkan tiap bulan ke rekening.

Investasi bisa mulai Rp 1 juta hingga 3 milliar dan ORI juga diatur oleh Undang-undang sehingga termasuk investasi zero risk.

Leave a Reply

Your email address will not be published.