Memahami Pemberian Modal Melalui Skema Venture Capital

Memahami Pemberian Modal Melalui Skema Venture Capital
Memahami Pemberian Modal Melalui Skema Venture Capital

Dengan semakin banyaknya jenis usaha baru yang berkembang, maka semakin banyak pula skema permodalan baru yang bermunculan. Salah satu akses peminjaman modal yang baru marak sekarang ini adala Venture Capital (VC).

Kemunculan startup atau perusahaan-perusahaan rintisan baru memicu adanya pemberian modal melalui VC. Lalu apa sebenarnya VC, dan bagaimana cara kerjanya? Berikut dirangkum untuk sobat Mibi serba-serbi tentang VC

A. Definisi Venture Capital

Dari beberapa sumber dijelaskan, sebenarnya VC hampir sama dengan perusahaan pemberi kredit seperti lembaga keuangan pada umumnya. Namun perbedaannya modal diberikan khusus kepada perusahaan-perusahaan rintisan atau startup yang sedang menjamur.

Seperti diketahui bahwa perusahaan rintisan itu adalah perusahaan yang baru menjalankan bisnisnya. Baru menelusuri pangsa pasar yang cocok, sehingga ada kemungkinan bisa mengalami kegagalan.

Jadi VC mengambil risiko yang cukup besar dengan memberikan modal ke startup seperti itu. Walaupun berisiko tinggi, tentunya VC sebagai sebuah perusahaan tetap memiliki fokus utama untuk mencetak laba setinggi-tingginya.

Oleh karena itu, proses peniliaian kelayakan kepada calon nasabah tetap dilakukan. Ini untuk mengurangi adanya Non Performing Loan (NPL) atau kredit yang mengalami keterlambatan pembayaran selama jangka waktu tertentu.

B. Asal Dana Venture Capital

Lalu ketika VC mampu menyalurkan jumlah dana yang besar kepada perusahaan-perusahaan startup, darimana VC mendapatkan dana itu? banyak sumber dana yang bisa dihimpun untuk disalurkan kembali.

Menurut beberapa sumber, dana VC bisa didapatkan melalui investor yang menanamkan sejumlah dana ke perusahaan VC. Dana tersebut ada dari bank investasi, atau juga dari lembaga keuangan lainnya yang juga disebut Limited Partners (LP).

Baca juga  Cara Membuat Presentasi Mengenai Startup dengan Pitching

VC dapat mengumpulkan dari LP tersebut, dengan perhitungan tingkat bunga yang relatif lebih tinggi dari lembaga keuangan konvensional, sehingga tetap bisa menghasilkan laba.

Sebenarnya para LP memahami jika pendanaan ini memiliki risiko yang lebih tinggi dari jenis pendanaan lain. Namun tingkat imbal hasil uang lebih besar membuat banyak investor tetap menanamkan uangnya di platform itu.

C. Cara Kerja VC

Setelah dana dari banyak sumber itu terkumpul, maka disalurkan kepada perusahaan-perusahaan rintisan yang membutuhkan suntikan modal dalam rangka pengembangan usaha mereka.

Sebagai langkah antisipasi, tentunya setiap pengajuan yang masuk harus dinilai terlebih dahulu untuk mengetahui kemampuan bayar calon debitur mereka.

Tidak semua startup yang mendapat dana VC, tetapi yang dianggap memiliki potensi besar dalam menggarap pasar yang sudah terbentuk. Jadi sudah ada kualifikasi tertentu yang ditetapkan oleh perusahaan VC untuk didanai.

Kadangkala, perusahaan VC tidak hanya bertindak sebagai pemberi modal, tetapi jika dibutuhkan juga memberikan saran kepada startup tentang hal-hal yang bisa dikembangkan atau mencari peluang baru.

D. Jenis-Jenis Venture Capital

Ada beberapa jenis VC yang dikembangkan oleh perusahaan ini yang memiliki karakteristik dan tujuan tersendiri, berikut jenis-jenisnya

1. Seed Capital

Ini adalah jenis VC yang paling awal karena pendanaan dari VC diberikan kepada startup yang benar-benar masih baru dengan ciri-ciri organisasi baru terbentuk, produk masih terbatas, dan pangsa pasar masih mencari-cari. Selain itu juga jumlah dana yang diberikan juga masih tergolong kecil, karena biasanya dananya dipakai untuk pengembangan dan riset pasar oleh perusahaan startup.

2. Startup Capital

Untuk jenis ini, modal diberikan kepada startup yang sudah lebih jelas dari segi produk dan pasar mulai sudah terbentuk. Modal yang diberikan oleh perusahaan VC digunakan untuk tahap perekrutan, pembelian aset kecil dan penyelesaian produk yang tentunya jumlahnya juga lebih besar dari jenis seed capital.

3. Early Stage Capital

Pendanaan ini diperuntukkan bagi startup yang sudah lebih baik dari sebelumnya dimana organisasi sudah berjalan lebih siap dan penjualan lebih stabil. Walaupun begitu, dana VC ditujukan untuk jangka pendek saja, yang bisa dimanfaatkan untuk peningkatan penjualan, pemasaran secara massive dan peningkatan kinerja.

Baca juga  Cara Merekrut Karyawan Untuk Usaha

4. Expansion Capital

Diberikan kepada perusahaan startup yang sudah mapan dalam banyak hal memiliki tata organisasi yang berjalan dengan baik, adanya divisi-divisi pekerjaan secara jelas, sudah ada aset. Untuk itu dana dari VC bisa untuk perluasan pasar, upgrade teknologi dalam hal pemasaran dan juga memperluas peluang-peluang baru.

5. Late Stage Capital

Jenis VC untuk perusahaan startup telah melakukan operasinya lebih dari 5 tahun dengan performa menawan dan menunjukkan trend positif. Dana bisa digunakan untuk diversifikasi usaha dan juga penguasaan pasar untuk bisa mengakuisisi bisnis yang sejenis agar pangsa pasar dapat ditingkatkan secara signifikan.

Info terkait: Opsi Yang Bisa Dilakukan Untuk Mendapatkan Modal Startup

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *