Pahami Cash Flow Quadrant untuk Mengatur Finansial

  • Share
Kemapanan tersebut bisa dicapai salah satunya dengan mengubah mind set sesuai alur dari cash flow quadrant dalam memandang sumber pendapatan.

Mikaylabinar.com– Setiap orang tentunya menginginkan untuk memiliki kebebasan finansial, ada banyak cara, salah satunya adalah cash flow quadrant. Yaitu sebuah teknik untuk mengatur sumber pemasukan seseorang agar bisa cepat mencapai kebebasan finansial.

Konsep ini diperkenalkan oleh Robert T Kiyosaki, berdasarkan pengalamannya dalam mengelola keuangan serta bergelut sebagai seorang investor.

Kiyosaki berusaha menguak sebab orang tidak segera mencapai kebebasan finansialnya dari sisi mind set pendapatan.

Kiyosaki juga mengidentifikasi penyebab sulitnya seseorang mencapai kemapanan finansialnya.

Darinya Ia mencoba untuk merumuskan cara ideal untuk mencapainya. Salah satunya adalah dengan memahami posisi dan peran pada setiap quadrant cashflownya.

Komponen Cash Flow Quadrant yang Wajib Diketahui

Salah satu fokus perhatian dari Robert T Kiyosaki adalah bagaimana seseorang memandang terkait pendapatan dan dari mana sumber pendapatannya. Pengamatan tersebut menghasilkan kesimpulan bahwa ada 4 jenis perilaku dalam menyikapi pendapatannya.

1.      Empoyee

Pada kelompok ini cenderung didominasi oleh orang – orang dengan pemikiran mendapatkan keamanan finansial. Perilakunya cenderung menghindari risiko besar, sehingga pertumbuhan keuangannya juga tidak begitu besar.

Ciri lainnya adalah cenderung lebih suka bekerja pada usaha orang lain, aspek pendapatan tetap menjadi pertimbangan utamanya. Mulai dari gaji pokok bulanan, tunjangan, serta berbagai insentif lainnya yang memang sudah terprediksi jumlahnya.

2.      Self-Employed

Cash flow quadrant berikutnya diisi oleh orang yang cenderung sedikit menyukai tantangan.

Baginya tidak masalah pendapatan selalu fluktuatif, fleksibilitas, dan kebebasan bekerja menjadi perhatiannya. Sehingga semakin keras bekerja, pendapatannya juga semakin baik.

Kelompok ini biasanya diisi oleh pebisnis kecil atau pekerja dengan sistem komisi. Dirinya bebas menentukan tarif atas usahanya serta berpeluang mendapatkan penghasilan sangat besar apabila terus bekerja.

3.      Business Owner

Kelompok ini biasanya mampu mendapatkan penghasilan meskipun dirinya tidak sedang melakukan kerja.

Contohnya sebagai pemilik bisnis dengan karyawan yang terspesialisasi. Meskipun dirinya tidak berada di kantor untuk mengawasi, bisnisnya sudah bisa berjalan sendiri.

Meskipun sama – sama memiliki bisnis, business owner berbeda dari self-employed karena dirinya menciptakan sistem kerja. Sistem tersebut otomatis akan bergerak sendiri setelah di dalamnya diisi oleh orang – orang kompeten pada bidangnya.

4.      Investor

Grup ini terdiri dari penanam modal pada perusahaan. Pendapatan diperoleh seiring dengan berkembangnya perusahaan yang diberi modal. Sehingga tanpa harus campur tangan dengan perusahaannya, bisa memperoleh penghasilan.

Penerapan Cash Flow Quadrant untuk Mengatur Finansial

Pada dasarnya tujuan finansial setiap orang adalah bisa memenuhi berbagai kebutuhan jangka pendek serta jangka panjangnya tanpa disibukkan oleh pekerjaannya. Beberapa orang menyebutnya sebagai kondisi kebebasan finansial.

Berdasarkan rumusan dari Robert T Kiyosaki, terdapat cara untuk setiap person agar mencapai tujuan finansialnya tersebut. Salah satunya adalah dengan mengubah pola pikir keuangannya dari sisi Employee menuju sisi Investor.

Langkahnya bisa dicapai secara bertahap, yaitu dengan menyadari bahwa kapasitasnya untuk senantiasa mencari uang suatu saat akan terbatas. Contohnya ketika mengalami sakit, bertambahnya usia, serta melemahnya kondisi fisik.

Pada kondisi tersebut tentunya sudah tidak mampu lagi untuk bekerja, akibatnya pendapatan juga akan berhenti. Di sisi lain, pengeluaran akan terus menggerogoti fondasi keuangan yang telah dibangun bertahun – tahun sebelumnya.

Dari sini perlu adanya perubahan perilaku ketika menyikapi pemasukan. Mulai dari mempertanyakan bagaimana cara menambah pemasukannya atau bagaimana agar pemasukannya tetap aman ketika tubuh sudah mulai melemah serta tidak dapat bekerja.

Pola pikir tersebut perlahan – lahan akan mengantarkan pada perilaku sebagai business owner atau investor langsung. Seperti dengan menghitung aset, tabungan, serta potensi pendapatan nantinya bisa diatur atau rencanakan untuk mulai berinvestasi.

Idealnya investasi dilakukan setelah melalui tahapan business owner, namun untuk membangun sistem bisnis perlu kepekaan serta talenta tersendiri.

Berbeda dengan investor, di sini yang dibutuhkan hanyalah modal capital dan psikologis berani untuk menghabiskan uangnya.

Bisa memulai dengan berinvestasi pada aset aman seperti emas, properti, atau reksadana. Bisa juga mencoba investasi dengan risiko tinggi untuk memaksimalkan pendapatan, yaitu berinvestasi saham. Bisa sebagai investor atau seorang trader.

Baca juga: Kenali perbedaan trader dan investor beserta peranannya

Memiliki kemapanan dalam finansial tentunya tidak mudah, perlu pengorbanan serta proses panjang.

Kemapanan tersebut bisa dicapai salah satunya dengan mengubah mind set sesuai alur dari cashflow quadrant dalam memandang sumber pendapatan.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *