Bisnis  

Bisnis Franchise : Kelebihan dan Kekurangannya

Keuntungan dan Kekurangan Bisnis Franchise Yang Perlu Anda Ketahui
Keuntungan dan Kekurangan Bisnis Franchise Yang Perlu Anda Ketahui (Ilustrasi - Pexel)

Memiliki sebuah usaha tentunya menjadi impian bagi banyak orang, salah satu yang bisa dilakukan yaitu dengan membangun bisnis franchise.

Namun, yang harus diketahui bahwa memang ada keuntungan yang ditawarkan dalam bisnis franchise begitu juga ada sejumlah kerugian yang harus dipertimbangkan.

Untuk itu ada baiknya mengetahui apa itu bisnis waralaba/franchise. Bisnis franchise menurut PP Nomor 42 Tahun 2007 didefinisikan sebagai hak khusus yang dimiliki oleh orang perseorangan atau badan usaha atas sistem usaha.

Singkatnya, terjalin hubungan usaha antara pemberi hak (franchisor) dan penerima hak (biasanya disebut mitra franchise) untuk mendapatkan manfat kekayaan intelektual dalam hal penjualan barang dan atau jasa yang diikat dalam suatu perjanjian dengan adanya kewajiban pemberian keuntungan kepada pihak lain.

Untuk itu, bagi sobat Mibi yang tertarik untuk membangun usaha franchise, ada baiknya simak tentang keuntungan dan kekurangan bisnis franchise berikut ini yang dikutip dari beberapa sumber:

Kelebihan Sistem Bisnis Franchise

Terdapat beberapa kelebihan dari sistem bisnis franchise, diantaranya sebagai berikut:

1. Sistem yang Mapan

Hampir semua bisnis franchise yang ditawarkan sudah memiliki prosedur yang baku. Baik dalam pengiriman barang, pembuatan bahan, tampilan bisnis yang seragam, standar harga dan sebagainya.

Para calon investor tidak perlu pusing lagi membangun bisnisnya dari nol. Karena sebenarnya dengan sistem ini memungkinkan investor untuk tinggal menjalankan saja apa yang telah ditetapkan oleh pemberi ijin.

Baca juga  Rekening Bersama : Definisi dan Cara Kerja

2. Merk Sudah Dikenal

Sebuah bisnis franchise tentunya sudah melalui tahap yang panjang sehingga sudah banyak pelanggan yang mengenal usaha waralaba yang ditawarkan. Calon investor tidak perlu menganggarkan lagi untuk biaya marketing terutama untuk pengenalan merk.

Promosi sebagian besar sudah ditangani oleh pemberi waralaba, sehingga hanya berfokus pada pelayanan terhadap pelanggan. Dengan nama brand yang telah dikenal luas maka akan dapat mendongkrak penjualan yang menguntungkan bagi kedua belah pihak.

3. Mendapatkan Dukungan Pelatihan

Para pemberi lisensi waralaba akan secara berkala mendapatkan notifikasi yang berisi tentang pengembangan bisnis melalui pelatihan baik daring maupun luring. Pelatihan-pelatihan itu biasanya digratiskan bagi penerima hak karena memang manfaatnya akan didapatkan kedua belah pihak.

Materi yang diberikan biasanya seputar permasalahan yang dihadapi dalam menjalankan bisnis, pengembangan teknologi serta bagaimana meningkatkan penjualan secara tepat.

4. Penggunaan Teknologi

Menjalankan bisnis franchise biasanya menggunakan teknologi dalam marketing. Memperoleh feedback dari pelanggan serta pemesanan makanan yang bisa bekerja sama dengan provider khusus yang melayani pesan antar.

Penggunaan teknologi tentunya akan sangat berguna dalam operasional usaha. Teknologi juga bisa dimanfaatkan untuk dapat mengetahui perkembangan laporang keuangan dari hari ke hari.

5. Jaringan

Jaringan dalam konteks ini tidak hanya tentang persoalan pemasaran. Tetapi juga biasanya para pemilik usaha franchise tentunya memiliki jaringan dengan tokoh-tokoh yang sudah berpengalaman dalam menjalankan bisnis tersebut.

Pengalaman, pengetahuan dan ketrampilan yang mereka miliki tentunya akan sangat membantu dalam perkembangan usaha, karenanya sering-sering untuk bertanya jika ada masalah.

Kekurangan Usaha Franchise

Terdapat beberapa kekurangan dari usaha franchise, diantaranya sebagai berikut:

1. Biaya Pembelian Lisensi

Untuk bisa membuka bisnis franchise maka mitra franchise diharuskan untuk menyetorkan sejumlah dana sebagai modal awal kepada franchisor yang sebenarnya digunakan untuk membeli lisensi usaha tersebut.

Baca juga  Cara Mengelola Keuangan Usaha Kecil yang Penting untuk Diterapkan

Biaya ini meliputi peralatan, bahan-bahan dan sumber daya lainnya yang tentunya diperlukan untuk menjalankan usaha. Besarnya nominal biasanya berbeda-beda tergantung besar kecilnya jenis usaha yang akan dibeli. Untuk itu perlu dicari informasi terlebih dahulu usaha apa yang sekiranya ingin dibuka.

2. Royalti

Walaupun tidak semua jenis usaha ini mengharuskan adanya pembagian hasil atau royalti. Namun sebagian besar franchise meminta pembagian keuntungan dari usaha yang telah dilakukan. Tentunya kewajiban ini memberatkan karena penerima hak yang bekerja untuk menghasilkan uang sementara pemilik lisensi juga mendapatkan bagian keuntungannya

3. Sifatnya Mengikat

Dengan menjalankan usaha sistem ini maka pembeli lisensi bekerja berdasarkan sistem yang itu bisa saja mengurangi tingkat kreatifitas dalam melakukan penjualan. Begitu juga kurangnya otonomi karena hampir semua hal dari hulu sampai hilir telah diatur dalam kontrak

4. Durasi Kontrak

Biasanya dalam perjanjian usaha waralaba disebutkan durasi/jangka waktu diberikannya lisensi/hak bagi mitra franchise dalam menjalankan usahanya. Biasanya waktunya antara lima sampai dua puluh tahun, sehingga usaha yang dengan durasi mengharuskan untuk melakukan pembaharuan kontrak jika bersedia, jika tidak maka harus mencari usaha baru dari awal lagi.

5. Menjaga Reputasi

Mitra franchise diharuskan untuk menjaga reputasi bisnis waralaba yang telah diberikan, jika melanggar maka sanksinya sangat berat sekali. Reputasi yang menurun juga akan berakibat pada menurunnya omzet penjualan yang akan memukul usaha ini.

Bagaimana sobat Mibi apakah berminat untuk memulai usaha sistem franchise?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *