Kesalahan dalam Investasi Reksadana yang Patut Dihindari Pemula

kesalahan dalam investasi reksadana
Kesalahan dalam Investasi Reksadana yang Patut Dihindari Pemula (Image: unsplash/micheile henderson)

Mikaylabinar.com Kesalahan dalam Investasi Reksadana yang Patut Dihindari oleh Pemula agar tidak mengalami kerugian dalam berinvestasi.

Jenis investasi reksadana memang dikenal murah dan bisa dilakukan dengan mudah.

Pasalnya, segala proses didalamnya dikelola oleh manajer keuangan berkualitas, sehingga investor hanya bertindak sebagai pengamat.

Meski demikian, tak jarang banyak orang mengalami kesalahan saat berinvestasi reksadana. Akibatnya, hasil yang diperoleh tidak optimal dan tujuan keuangan tidak tercapai.

Apabila kamu tidak ingin mengalami nasib serupa, berikut ini kesalahan dalam berinvestasi reksadana yang perlu dihindari.

1. Tidak Menentukan Tujuan Keuangan

Saat investasi, tentukan terlebih dulu apa tujuan keuanganmu. Kebanyakan orang langsung memilih jenis produk investasi tanpa tahu apa tujuannya.

Salah satu kondisi tersebut ditandai oleh pertanyaan yang dilontarkan seseorang mengenai rekomendasi investasi dengan untung yang besar dan aman.

Jika diibaratkan jalan tol, kamu menginginkan jalan yang bisa cepat sampai tujuan. Namun, apabila kamu tidak tahu tujuannya, bagaimana jalan tol tersebut bisa dikatakan cepat sampai?

Inilah kesalahan utama dan pertama yang perlu kamu hindari. Sebenarnya, tujuannya simpel, apakah investasi itu untuk persiapan dana pendidikan, dana pensiun, atau sekedar dana jaga-jaga?

2. Keliru Memilih Jenis Reksadana

Investasi satu ini menawarkan berbagai jenis produk dengan penawaran return dan risiko yang berbeda-beda.

Sebelum memilih, pastikan untuk mempelajari terlebih dulu secara objektif masing-masing produk investasi yang tersedia. Jangan lupa, sesuaikan dengan tujuan keuangan pada poin pertama ya!

Sebagai contoh, kamu ingin investasi untuk tujuan keuangan jangka pendek. Disaat yang bersamaan, kamu juga harus siap dengan risiko yang tinggi.

Baca juga  4 Jenis Investasi Jangka Pendek dan Jangka Panjang untuk Kaum Milenial

Meski demikian, investasi jangka pendek selalu memberikan imbal hasil yang cukup besar.

3.  Menunda Mulai Investasi Terlalu Lama

Setiap orang memiliki pertimbangan yang berbeda-beda dalam memilih produk reksadana. Bahkan, ada yang enggan memulai investasi karena takut menghadapi risiko yang tinggi.

Mereka merasa lebih aman dan nyaman ketika uangnya disimpan dalam bentuk deposito ataupun tabungan, daripada diinvestasikan.

Sebenarnya, kekhawatiran semacam itu sudah wajar terjadi. Apalagi, banyak kasus investasi bodong yang bermunculan.

Pada dasarnya, investasi reksadana sangat solid dalam hal perizinan sekaligus perlindungan konsumen. Bahkan, penggunaan instrumen ini pun diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan atau OJK.

Untuk memastikannya, buka website OJK dan cek apakah reksadana yang kamu ikuti terdaftar pada situs tersebut atau tidak.

Bicara soal investasi, maka kamu tidak perlu menggunakan budget yang besar. Sebab, nominal kecil sekalipun bisa memulai investasi dengan resiko kerugian yang bisa dibatasi.

4. Tidak Paham terhadap Risiko Investasi

Setiap investasi memiliki resiko, termasuk reksadana. Pemahaman investor terhadap risiko investasi ini sangat penting diketahui.

Dengan demikian, tidak ada yang menjual produk secara tergesa-gesa saat harga turun. Siapa tahu, beberapa waktu kemudian harga kembali naik.

Pertimbangkan pula faktor jangka waktu dari jenis investasi yang kamu pilih, apakah untuk jangka panjang atau jangka pendek.

Masih ada banyak kesalahan berinvestasi yang perlu dihindari. Namun, dengan menghindari kesalahan-kesalahan di atas, setidaknya bisa membuatmu mendapatkan hasil yang sesuai dengan tujuan keuangan. Demikian kesalahan dalam investasi reksadana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *