Jenis-Jenis Fintech yang Resmi Masuk Pengawasan OJK

Jenis-jenis fintech
Jenis-Jenis Fintech yang Resmi Masuk Pengawasan OJK

Mikaylabinar.com– Jenis-jenis fintech yang ada saat ini memang cukup beragam sebagai bentuk inovasi dalam layanan keuangan digital. Sebagai layanan keuangan yang memanfaatkan teknologi digital tentu memberikan kemudahan bagi banyak pihak.

Produk dari finansial technology ini biasanya berupa sebuah sistem keuangan yang dirancang sedemikian rupa. Sehingga mampu memberikan keuntungan dan kemudahan terutama dalam layanan jasa keuangan secara online.

Layanan keuangan digital ini juga semakin populer karena banyak perusahaan menggunakan sistem ini. Sehingga memunculkan berbagai jenis layanan terbaru yang semakin beragam untuk digunakan masyarakat umum.

Kategori Jenis Fintech yang Umum Ditemui dan Terdaftar di OJK

Financial technology terus berkembang sehingga memunculkan banyak jenisnya dan sudah terdaftar di OJK. Anda bisa memilih sendiri jenis fintech seperti apa akan digunakan dengan memahami secara detail dari masing-masing pilihan.

1. Crowdfunding

Jenis fintech ini termasuk ke dalam jenis-jenis fintech yang cukup populer dikalangan masyarakat di berbagai negara termasuk Indonesia. Crowdfunding sendiri adalah sistem penggalangan dana dengan memanfaatkan layanan keuangan secara digital.

Dengan teknologi ini membuat penggalangan dana menjadi lebih mudah dan cepat untuk berbagai tujuan. Program donasi saat ini tidak lagi sulit sehingga berbagai program sosial dapat dilaksanakan oleh semua masyarakat.

Pada jaman dulu jika ingin mengumpulkan dana untuk aksi sosial harus dilakukan secara langsung. Sehingga memakan waktu lebih lama dan hasilnya juga tidak maksimal karena orang-orang yang memberi sangat terbatas.

2. Microfinancing

Jenis-jenis fintech lainnya yaitu microfinancing sebagai salah satu layanan keuangan untuk kelas menengah ke bawah. Tujuan layanan ini adalah untuk membantu kehidupan dan keuangan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga  Fakta Menarik tentang Fintech yang Menjadi Saingan Perbankan

Microfinancing sangat membantu karena terkadang masyarakat menengah ke bawah tidak mendapatkan akses ke perbankan. Sehingga kesulitan mendapatkan modal pinjaman maupun akses ke perbankan karena berbagai alasan terutama dari segi persyaratan.

Microfinancing dapat membantu mengatasi permasalahan tersebut dengan menjadi jembatan perantara sehingga menyalurkan pinjaman secara langsung. Dari pihak yang memiliki dana kemudian disalurkan langsung ke pihak-pihak membutuhkan dana pinjaman.

Adanya layanan keuangan ini membuat banyak usaha dari kalangan menengah kebawah menjadi berkembang. Sehingga sumber mata pencaharian mereka dapat dimaksimalkan dan akhirnya ekonomi juga semakin meningkat.

3. P2P Lending

Mungkin banyak yang sudah tidak asing dengan Peer to Peer lending atau P2P lending karena sudah populer. Jenis-jenis fintech ini sangat populer sebagai layanan keuangan terutama dalam pemberian pinjaman online.

P2P lending mempertemukan antara pemilik dana (lender) dengan orang-orang yang membutuhkan dana (borrowers). Biasanya modal pinjaman yang diberikan dimanfaatkan untuk pengembangan UMKM di Indonesia maupun berbagai kebutuhan konsumtif.

Nasabah bisa mendapatkan pinjaman tanpa harus melalui proses perbankan dengan syarat lebih mudah dan cepat. UMKM bisa mendapatkan modal sesuai kebutuhan dan masyarakat juga diberikan kesempatan mendapatkan pinjaman.

Bagi pemilik modal bisa mendapatkan keuntungan dari modal dipinjamkan berupa bunga bulanan. Sementara peminjam dana dibebani biaya bunga harus dibayarkan setiap bulan atau sesuai dengan kesepakatan di awal.

4. Market Comparison

Market Comparison sangat membantu untuk melakukan perbandingan dari berbagai jenis-jenis fintech. Anda bisa membandingkan produk-produk dari layanan keuangan untuk bisa mendapatkan produk paling sesuai atau yang dibutuhkan.

Fintech juga sangat bermanfaat karena dapat membantu perencanaan keuangan secara bijak. Terlebih lagi Anda dapat memilih berbagai pilihan investasi di Market Comparison yang sangat bermanfaat untuk masa depan.

Baca juga  Tips Membeli Macbook Untuk Pemula Agar Tidak Tertipu

5. Digital Payment System

Digital Payment System adalah startup yang bergerak dalam layanan berbagai pembayaran secara online. Contoh sederhana seperti pembayaran rekening listrik, air, pulsa, kartu kredit, layanan pascabayar dan banyak lainnya.

Kerap kali kesulitan dalam proses transaksi menyebabkan berbagai kendala terutama tidak adanya pembayaran. Jika harus akses menggunakan bank memakan waktu, tenaga dan prosesnya lebih lama.

Dengan adanya inovasi digital payment system membuat masyarakat lebih mudah membayar semua tagihan mereka. Bahkan tidak hanya itu yaitu mudah dalam transaksi terutama jika ingin belanja online.

Saat ini sudah banyak perusahaan yang menyediakan layanan ini dengan membuat aplikasi khusus. Sehingga segala macam proses pembayaran dalam dilakukan dengan sangat mudah, cepat dan minim biaya.

Perkembangan fintech memang sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat saat ini. Terlebih lagi banyaknya pilihan jenis-jenis fintech yang ada tentunya bisa dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *