Saham  

Investasi dengan Menabung Saham untuk Jangka Panjang

investasi dengan menabung saham
Investasi dengan Menabung Saham untuk Jangka Panjang

Mikaylabinar.com- Investasi dengan Menabung Saham untuk Jangka Panjang menjadi pilihan yang tepat bagi investor

Saham masih menjadi pilihan yang bagus sebagai instrument investasi karena menawarkan pertumbuhan yang tinggi dengan tingkat likuiditas yang juga tinggi dibanding dengan instrument lain misalnya emas atau deposito.

Namun, investasi saham berbeda dengan menabung di bank karena saham memiliki tingkat resiko yang juga tinggi. Oleh karena itu diperlukan pengetahuan tentang saham jika ingin berinvestasi di pasar modal. Investasi saham bisa dilakukan dengan cara menabung, yaitu dengan cara menyisihkan sebagian pendapatan setiap bulan untuk dibelikan saham.

Cara seperti ini cukup mudah bagi pekerja yang menerima gaji bulanan, jika membeli saham dalam jumlah banyak secara sekaligus (lumpsum) membutuhkan modal yang lumayan besar. Baca juga : Strategi investasi saham yang bisa anda lakukan

Seperti  dijelaskan sebelumnya bahwa saham memiliki risiko yang tinggi, oleh karena itu jangan salah memilih saham untuk ditabung sebagai investasi jangka panjang.

Kesalahan memilih saham tidak hanya rugi dalam bentuk material tetapi juga rugi dalam waktu. Bagaimana cara memilih saham yang tepat untuk ditabung sebagai investasi jangka panjang ?

 Sebelum membahas lebih lanjut, perlu diketahui bahwa investasi jangka panjang disini memiliki makna rentang waktu yang lama minimal 5 tahun atau tetapkan minimal 10 tahun.

Semakin lama rentang waktunya semakin rendah risiko yang dialami dan tentunya semakin besar profit yang didapatkan

Memilih saham untuk ditabung

Kesalahan dalam memilih saham untuk ditabung akan berakibat fatal dan sia-sia, uang dan waktu akan menjadi sia-sia.

Baca juga  Trading Plan Saham: Definisi dan Pengertiannya

Oleh karena itu diperlukan strategi dalam menabung saham. Terdapat beberapa kriteria yang bisa dijadikan patokan dalam memilih saham untuk ditabung dalam jangka panjang, yaitu:

1. Pilih perusahaan yang sudah mapan, bukan yang baru berdiri

Pengertian Perusahaan mapan adalah perusahaan yang sudah lama berdiri dan stabil, memiliki kapitalisasi besar dan fundamental yang kuat.

Suatu Perusahaan yang sudah berdiri 50 tahun silam dan akan tetap berdiri 50 tahun kedepan. Perusahaan jadul namun konsisten mencetak laba. Perusahaan seperti ini seringkali disebut sebagai perusahaan first liner, blue chip atau big cap

Menabung atau investasi jangka panjang pada perusahaan yang baru berdiri memiliki risiko tinggi karena belum teruji menghadapi fluktuasi atau risiko perusahaan lainnya.

Namun demikian, bagi  trader membeli saham second liner termasuk perusahaan yang baru listing di bursa efek merupakan bagian dari strategi trading karena saham-saham tersebut kadang memiliki tingkat kenaikan yang tinggi dalam jangka pendek

Selain perusahaan blue chip, perusahaan second liner dengan fundamental bagus juga bisa dijadikan pilihan dalam investasi jangka panjang. oleh karena itu, diperlukan pengetahuan yang mendalam dalam analisis fundamental

2. Pilih perusahaan yang produknya senantiasa dibutuhkan masyarakat

Setelah memilih perusahaan mapan, langkah selanjutnya pilih perusahaan yang penjualan produknya cenderung stabil.

Biasanya produk barang atau jasa dari perusahaan seperti ini sangat dibutuhkan masyarakat baik dalam kondisi perekonomian baik maupun resesi.

Saham-saham yang termasuk dalam kriteria ini sebagian besar berasal dari perusahaan yang bergerak di sektor barang konsumsi seperti industri makanan atau barang kebutuhan sehari-hari seperti sabun, odol juga termasuk kosmetik, rokok dan sebagainya

3. Pilih perusahaan dengan histori kinerja bagus

Pilih perusahaan yang memiliki histori profitabilitas 5 atau 10 tahun kebelakang secara konsisten dapat menghasilkan keuntungan.

Baca juga  Gampang Bukan Main ! Inilah 2 Cara Beli Saham di IndoPremier

Walaupun histori tidak menjamin kinerja perusahaan kedepan paling tidak sebagai pertimbangan dalam meminimalisir risiko kedepannya.

Lebih baik memilih perusahaan yang memiliki track record konsisten mencetak laba daripada perusahaan yang tidak konsisten atau yang tidak ada track record nya

Selanjutnya, yang perlu diperhatikan adalah manajemen perusahaan. Sebuah Perusahaan akan berjalan kearah mana tergantung pada manajemennya. Perusahaan dengan manajemen solid dan berintegritas menjadi sopir yang akan mengarahkan perusahaan menuju keberhasilan.          

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *