Family  

Pertolongan Pertama Mengatasi Demam Anak

Deretan Pertolongan Pertama Mengatasi Demam Anak
Deretan Pertolongan Pertama Mengatasi Demam Anak

Bagi para orang tua, mengatasi demam anak bukanlah perkara yang mudah. Terutama bagi orang tua baru yang belum memiliki banyak pengalaman mengasuh anak. Tidak heran ketika anak mengalami demam banyak orang tua yang langsung panik.

Tips Mudah Mengatasi Demam Anak

Demam pada anak sebenarnya bisa disebabkan oleh banyak hal. Namun, yang paling sering biasanya disebabkan karena infeksi, efek imunisasi, serta lingkungan. Oleh sebab itu, cara mengatasi demam anak bisa berbeda-beda tergantung pada penyebabnya.

Meski begitu, para orang tua masih bisa memberikan pertolongan pertama jika anak mengalami demam tinggi. Caranya sangat mudah dan tidak perlu keahlian khusus. Jika tertarik,berikut adalah deretan tips mudah mengatasi demam pada anak.

1. Kompres

Memberikan kompres merupakan hal yang lazim dilakukan untuk menurunkan demam. Namun, sayang sekali masih banyak orang yang salah dalam melakukannya. Kebanyakan justru menggunakan air dingin dengan tujuan untuk mengurangi suhu tubuh pasien.

Penggunaan air dingin untuk kompres sebenarnya bukanlah hal yang tepat. Sebaliknya, air hangat justru lebih disarankan untuk kompres demam. Cukup gunakan kain yang sudah direndam ke dalam air hangat atau air biasa kemudian tempatkan di bagian dada, dahi, perut, atau ketiak pasien.

Diamkan selama 20-30 menit serta ganti kompres secara teratur ketika kompres mulai kering. Jangan lupa untuk memantau suhu tubuh anak setiap 1-2 jam sekali setelah diberikan kompres.

2. Jangan berikan pakaian tebal

Terkadang orang tua memberikan anak pakaian yang tebal saat demam dengan tujuan agar anak cepat berkeringat. Sayangnya, hal itu juga bukan hal yang tepat. Penggunaan baju yang nyaman dan tidak terlalu tebal justru lebih disarankan untuk pasien demam.

Hal ini dikarenakan pakaian tebal kemungkinan akan membuat pasien tidak nyaman, kepanasan, dan sulit untuk mengeluarkan panas tubuhnya. Alhasil demamnya akan sulit turun meski sudah dikompres.

3. Makanan dan minuman bergizi

Meski sedang demam, pastikan jika pasien tetap makan dan minum yang bergizi. Hal ini dikarenakan saat demam pasien terutama anak-anak sangat rentang kekurangan cairan tubuh alias mengalami dehidrasi. Jika masih bayi, pastikan ibu memberikan ASI sesering mungkin agar bayi tidak dehidrasi.

Jika anak sudah bisa mengkonsumsi makanan padat,orang tua bisa menyelingi dengan air minum. Gunakan air minum berkualitas seperti air mineral yang lebih terlindungi serta mengandung lebih banyak mineral dibandingkan air biasa.

4. Perhatikan suhu ruangan

Hal ini biasanya kurang disadari para orang tua atau masyarakat pada umumnya. Ketika demam, pastikan ruangan yang ditempati pasien memiliki ventilasi yang baik serta tetap sejuk. Jangan nyalakan AC atau kipas angin secara berlebihan karena bisa membuat pasien kedinginan.

Jika ingin menyalakan AC atau kipas angin maka sebaiknya atur suhunya agar tidak terlalu dingin. Selain itu, hindari mengarahkan kipas angin atau AC secara  langsung kepada pasien karena bisa membuatnya tidak nyaman.

5. Berikan obat pereda demam

Selanjutnya adalah memberikan obat-obatan pereda demam jika diperlukan. Khusus pada anak, pemberian obat-obatan memang tidak bisa sembarangan. Orang tua bisa menggunakan obat penurun panas yang aman untuk anak seperti paracetamol.

Saat ini dipasaran sudah banyak tersedia parasetamol khusus untuk anak sehingga orang tua tidak perlu khawatir lagi. Meski begitu, perlu diingat jika pemberian obat penurun panas harus sesuai dengan dosisi yang disarankan.

Orang tua juga bisa memberikan obat-obatan lain seperti antibiotik, obat flu, dan sebagainya asalkan masih dalam pengawasan dokter.

Perlu diingat jika cara-cara mengatasi demam anak di atas merupakan pertolongan pertama. Jika kondisinya belum membaik dan menunjukan tanda-tanda dehidrasi, kejang,pingsan,sesak napas, dan sebagainya maka sebaiknya langsung dibawa ke dokter. 

Info lain: Inilah Deretan Cara Mengetahui Kecerdasan Anak Sejak Dini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *