Indikator MACD Histogram dalam Teknikal Analisis Saham

Mengenal pola marubozu dan doji pada candlestick mikaylabinar.com
Cara Menggunakan MACD Histogram Dalam Teknikal Analisis

Mikaylabinar.com– Pada laman sebelumnya telah dijelaskan tentang indikator MACD menggunakan dua garis. Pada kali ini  yang akan dibahas cara menggunakan indikator MACD Histogram.

Untuk mengetahui lebih lanjut bagaimana cara menggunakan indikator ini dan apa perbedaannya antara MACD Histogram dan MACD maka simak halaman ini hingga selesai

Apa itu Indikator MACD Histogram ?

Jenis MACD ini menggunakan Histogram yang digambarkan dalam batang-batang (bars) berjejer menghadap ke bawah atau keatas garis level 0 (nol).

Garis level 0 ini menjadi patokan bagi Histogram untuk menunjukkan market yang sedang naik atau sedang turun. Dibagian atas garis level 0 ini disebut sebagai zona overbought dan dibagian bawah garis disebut sebagai zona oversold

Bars pada Histogram MACD ditampilkan dalam dua warna yaitu warna hijau dan warna merah.

Bars ini berada disekitar garis level 0 (perlu diketahui bahwa tidak semua aplikasi charting menampilkan Histogram MACD dalam dua warna seperti dalam contoh dibawah ini yang hanya menggunakan satu warna).

Jika bars berada disisi atas garis level 0 biasanya ditampilkan dalam warna hijau dan ini menunjukkan bahwa market sedang bullish. Sebaliknya, jika bars berada di sisi bagian bawah level 0 dan warnanya biasanya berwarna merah menandakan market sedang bearish.

Semakin panjang batang yang terbentuk menandakan trend semakin kuat. Namun demikian, trend yang terjadi kadang tidak diikuti pula dengan kenaikan atau penurunan pada bars Histogram secara signifikan. Kondisi seperti inilah yang disebut sebagai kondisi divergensi

Secara umum MACD Histogram memberikan sinyal kepada trader tentang kondisi: sinyal beli, sinyal jual dan divergensi.

Cara Menggunakan MACD Histogram

Cara penggunaan indikator ini sama dengan indikator lainnya. Anda tinggal tambahkan indikator MACD Histogram pada aplikasi charting yang anda gunakan maka secara otomatis terbentuk MACD Histogram. Tugas Anda sebagai trader adalah mampu membaca sinyal yang terbentuk dari MACD Histogram ini

Baca juga  Indikator Moving Average Crossover Pada Analisis Saham

Sebagai contoh:

MACD Histogram dalam indikator teknikal analisis

Keterangan:

Pada kotak osilator dibagian bawah tergambar MACD Histogram dengan garis lurus disisi tengahnya (garis level 0).

Perhatikan lingkaran berwarna hijau dengan tanda panah mengarah ke atas dibagian bawah garis level 0. Lingkaran hijau menandakan bahwa sinyal beli telah menembus garis level 0 pada garis bagian atas dengan tanda bentuk bar kecil. Ini sebagai penanda bahwa market akan bullish.

Batang kecil yang menembus ke atas garis level 0 sebagai penanda awal dari gerakan market. Jika batang telah memanjang dibagian atas garis level 0 artinya market telah berada pada zona overbought dan biasanya akan terjadi reversal.

Demikian pula lingkaran warna merah dengan panah menuju ke bawah menandakan bahwa akan terjadi bearish atau market akan mengalami penurunan. Ketika bar memotong ke bawah garis level 0 artinya sebagai sinyal jual karena harga akan mengalami penurunan kedepannya menuju zona oversold

Garis lurus berwarna biru disebut sebagai divergensi (divergence) sebagai sinyal bahwa trend akan berbalik. Perhatikan garis biru dibagian atas dalam kotak candlestick menunjukkan arah kenaikan namun tidak disertai dengan hal yang sama pada garis dibagian osilator MACD Histogram.

Garis ini tidak terbentuk secara otomatis namun trader harus membuatnya secara manual dengan membaca trend pada kotak charting lalu bandingkan dengan trend pada kotak osilator MACD.

Jika trend tidak sesuai seperti gambar diatas dimana market cenderung naik di dalam kotak charting namun hal sebaliknya yakni market cenderung menurun di kotak osilator maka dipastikan kedepannya market akan mengalami penurunan (bearish).

Kesimpulan

Indikator MACD Histogram bisa Anda kombinasikan dengan indikator lainnya. Misalnya indikator stochastic untuk mengetahui market telah masuk zona overbought atau zona oversold sehingga lebih mudah bagi trader dalam membaca sinyal pergerakan market.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *