Perbedaan Crowdfunding dan Fundraising

Beberapa Hal yang Perlu Diketahui Perbedaan Crowdfunding dan Fundraising Tradisional
Beberapa Hal yang Perlu Diketahui Perbedaan Crowdfunding dan Fundraising Tradisional

Dalam dunia Financial Technology (Fintech), telah mengalami perkembangan yang sangat pesat baik dari jenis dan cara untuk menjalankan usahanya. Tulisan ini membahas tentang Perbedaan Crowdfunding dan Fundraising, mari kita selami lebih lanjut

Sebagaimana diketahui jika crowdfunding merupakan salah satu jenis fintech yang sedang digunakan oleh banyak masyarakat tidak hanya di Indonesia tapi hampir di seluruh dunia.

Sesungguhnya baik crowdfunding maupun penggalangan dana (fundraising) tradisional memiliki beberapa irisan perbedaan dan persamaan dalam beberaa konsepnya.

Definisi: Crowdfunding VS Fundraising

Sebenarnya bahasa Indonesia mengidentifikasi kata ‘urunan’ atau ‘patungan’ sudah dikenal sejak lama. Sebagai bentuk untuk mengumpulkan dana dari beberapa individu yang biasanya nominalnya kecil.

Crowdfunding sebenarnya bukanlah produk baru, karena konsepnya adalah tetap pada istilah ‘patungan’ atau ‘urunan’ tadi.

Tetapi yang membedakan dengan penggalangan dana secara tradisional adalah bahwa crowdfunding telah mengeksploitasi teknologi.

Eksploitasi terhadap teknologi ini bertujuan untuk membentuk suatu jaringan dan pemasaran yang mengular (mempengaruhi beberapa orang lalu ke banyak orang dan ke jaringan besar) dengan konsep viral networking and marketing.

Tujuannya agar para pengguna (calon pemberi dana) termobilisasi dalam jumlah sebesar mungkin yang mengakses internet dalam waktu yang cepat.

Prinsipnya adalah siapapun pengguna yang mengakses web crowdfunding yang memiliki ketertarikan yang sama. Mereka bersedia untuk mengumpulkan dana secara sukarela kepada pihak yang akan menyalurkannya.

Sehingga berbeda dengan penggalangan dana (fundraising) yang tetap kegiatan utamanya adalah mengumpulkan dana. Namun dalam lingkungan yang terbatas dan biasanya tanpa penggunaan teknologi.

Para fundraiser (pengumpul dana) terbatas pada mereka yang biasanya satu kantor, satu komunitas atau masyarakat tertentu yang biasanya sudah saling mengenal.

Baca juga  Belanja Online Tanpa 3D Secure Benarkah Aman !

Cara yang digunakan biasanya juga dengan konvensional seperti getok tular yang sarananya dengan menggunakan amplop atau kantung dan dikelola penanggungjawab yang ditunjuk.

Sementara Norton hanya membatasi penggalangan dana pada pelayanan sosial. Yang diartikan sebagai upaya mengumpulkan dana untuk membiayai pelayanan sebagai bantuan yang membiayai pelayanan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.

Jenis Crowdfunding dan Fundraising

Dalan crowdfunding ada tiga aktor utama yang membuat kegiatan ini berjalan lancar, pemrakarsa yaitu pihak yang terlebih dahulu melemparkan gagasan suatu proyek yang akan didanai melalui kegiatan ini.

Investor yaitu pihak yang bisa perorangan, kelompok, atau korporasi yang mendukung gagasan proyek dengan menyumbangkan sejumlah dana.

Perantara yaitu pihak yang menghubungkan antara pemrakarsa dengan investor yang biasanya adalah berupa platform situs website yang dapat dipercaya.

Dilansir dari Sawakinome, ada tiga jenis crowdfunding yang selama ini sudah berjalan:

Crowdfunding berbasis donasi : kegiatan ini tidak ada kewajiban bagi penyelenggara untuk mengembalikan dana yang sudah dikumpulkan karena konsepnya berupa sumbangan.

Crowdfunding berbasis hadiah : investor yang berkontribusi dengan dana yang berharap akan ada pengembalian dalam bentuk hadiah atau bisa berupa layanan yang diberikan oleh perusahaan.

Crowfunding berbasis ekuitas : para investor/kontributor yang memberikan sejumlah uangnya bisa memiliki kesempatan untuk mendapatkan sebagian saham ketika berinvestasi ekuitas dalam bisnis.

Sementara untuk penggalangan dana, sumber dana bisa berasal dari tiga hal yaitu:

Pinjaman,  ketika perusahaan kecil dan pemula memberikan pinjaman kepada lembaga keuangan seperti bank bersamaan dengan bunga dengan jangka waktu tertentu

Modal usaha,  individu menyediakaan pembiayaan bersamaan atau secara mandiri dengan bank dan lembaga keuangan kepada perusahaan pemula yang dinilai memiliki prospek bisnis yang baik, kadang juga disebut modal ventura.

Baca juga  Tips Memilih Perusahaan Fintech Terbaik

Perbedaan Konsep

Ada perbedaan crowdfunding dan fundraising secara konsep dari kedua platform tersebut yang terletak pada ide, jaringan, fokus dan kontrol.

Perbedaan crowdfunding dan fundraising

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *