Bisnis  

Perhatikan 9 Biaya Yang Muncul Dalam Suatu Usaha Bisnis

9 Biaya Yang Muncul Dalam Suatu Usaha Bisnis
9 Biaya Yang Muncul Dalam Suatu Usaha Bisnis (ilustrasi - pixabay)

Biaya Yang Muncul Dalam Suatu Usaha– Begitu banyak yang harus dipertimbangkan oleh wirausahawan ketika akan membangun sebuah usaha. Apalagi masih tergolong baru dan awam akan bidang yang sedang digeluti.

Walaupun sudah berusaha sebaik mungkin untuk dirinci kemungkinan biaya-biaya yang akan muncul. Bisa jadi masih ada saja ada biaya yang belum sepenuhnya ter-cover.

Bagi sobat Mibi yang kemungkinan akan menjajaki untuk memulai usaha dagang kemungkinan juga akan mengalami hal berikut. Sehingga ada baiknya untuk dapat disimak sebagai langkah persiapan. Berikut 9 Biaya Yang Muncul Dalam Suatu Usaha Bisnis

Biaya Fasilitas

Apapun jenis usaha yang akan dijalankan, tentunya tetap membutuhkan tenaga kerja. Konsekuensinya tentu harus memberikan gaji yang layak kepada mereka.

Namun yang harus disadari bahwa karyawan yang bekerja pada anda tidak hanya diberikan gaji saja. Ada biaya-biaya yang harus anda tanggung sebagai pemilik usaha yang bertanggungjawab pada kesejahteraan karyawan.

Contoh yang paling mudah adalah ketika penjualan mengalami peningkatan dan mencapai target. Anda harus memberikan bonus atau reward (yang bisa dinilai dengan satuan uang) atas kinerja baiknya itu.

Begitu juga ketika memerintahkan untuk bekerja diluar jam kerja yang ditentukan harus ada uang lembur yang dihitung tiap jamnya.

Belum lagi jika punya karyawan yang tiap harinya harus berkeliling menawarkan barang dagangan. Maka setidaknya diberikan fasilitas motor berikut dengan BBM.

Biaya Asuransi

Asuransi disatu sisi akan memberikan proteksi/perlindungan terhadap usaha anda. Misalnya asuransi kebakaran, karena gudang banyak barang dan ada kemungkinan kebakaran tanpa pernah didudga, maka jenis asuransi ini penting.

Baca juga  Intip Daftar Ide Bisnis Saat Pandemi yang Bisa Dilakukan

Belum lagi ketika harus mendaftarkan karyawan untuk ikut dalam asuransi kesehatan, tentunya membuat pengeluaran bertambah banyak.

Ada beberapa lagi jenis asuransi yang memang harus diikuti supaya kelancaran usaha anda terjamin. Seperti asuransi siber, asuransi kelalaian kerja, asuransi kecelakaan kerja dan sebagainya. Semua bentuk asuransi itu berelevansi terhadap pengeluaran-pengeluaran baru.

Biaya Penyusutan

Biaya penyusutan sifatnya pasti, walaupun mungkin usaha anda tidak berjalan baik, biaya ini tetap muncul yang bisa menggerus nilai aset.

Dalam hal memiliki toko material, anda memiliki mobil angkut untuk mengantarkan barang. Mobil ini lama kelamaan akan menyusut nilainya dari segi nilai jual mobil itu sendiri karena karena tahun pengeluaran kendaraan yang semakin tua.  Anda tidak bisa menghindari biaya ini karena sifatnya pasti.

Biaya Kerusakan Barang Persediaan

Untuk usaha dagang, barang persediaan yang ditawarkan seiring berjalannya waktu bisa jadi menyusut dari segi kualitas, kuantitas dan fungsinya.

Contoh yang paling mudah adalah kalau anda memiliki usaha toko material, cat adalah barang yang paling mudah rusak.

Rusak maksudnya adalah kualitasnya sudah jauh menurun dari segi kekentalan dan kecerahan warnanya. Jika dalam jangka waktu tertentu produk ini tidak segera laku. Sehingga jika sudah rusak tidak akan laku dijual ke konsumen, artinya ada uang yang hilang tanpa disadari.

Biaya Pajak

Baik perorangan maupun yang sudah berbentuk badan usaha, semua lini tetap dikenai pajak, yang membedakan hanyalah besaran pajaknya. Ketika masih perorangan maka usaha anda dikenai pajak sebesar 0,5 % dari omzet penjualan.

Nampaknya kecil, ketika omzet masih kecil. Tetapi seiring berjalannya usaha yang semakin maju dan berkembang omzet meroket dan pajak yang disetor semakin banyak. Pada titik itu baru dirasakan jika biaya ini cukup terasa.

Baca juga  Menjalankan Usaha Dengan Pasangan Keuntungan dan Kerugiannya

Belum lagi ketika memiliki karyawan akan dikenai PPh pasal 21 dengan perhitungan tersendiri. Usaha dagang juga tidak akan lepas dengan PPN (Pajak Pertambahan Nilai). Karena memang yang dijual adalah barang, yaitu sebesar 10 % dari nilai jual. Belum lagi jika bicara sewa dan lainnya yang juga dikenakan pajak dengan tarif yang berbeda.

Biaya Tidak Terduga

Kehidupan tidak selamanya mulus, begitu juga dengan merintis usaha. Pasti mengalami hal-hal yang tidak diduga yang tidak bisa dicegah dan membutuhkan pengeluaran ekstra. Misalnya memiliki usaha fotokopi. Mesin fotokopi anda sudah rusak karena sudah termakan usia, maka harus membeli unit baru agar usaha tetap lancar.

Belum lagi misal ada kelalaian yang dilakukan karyawan yang berimbas pada usaha, misalnya salah menjilid buku karena ada bagian yang belum lengkap maka harus diganti. Komplain dari pelanggan juga bisa berimbas pada pengeluaran ekstra.

Biaya Teknologi

Teknologi sifatnya membantu pekerjaan dan meningkatkan produktivitas. Konsekuensi logisnya adalah ada biaya lain yang harus dikeluarkan untuk teknologi ini dalam usaha. Misalnya ingin membangun minimarket pasti butuh sistem pembayaran, yang juga terhubung pada sambungan internet.

Butuh seorang ahli IT untuk membuat sistem pembayaran agar mudah dalam pencatatan, begitu juga langganan internet tiap bulan.

Belum lagi jika membutuhkan sistem laporan keuangan digital, yang hanya dari input data sudah jadi laporan hariannya. Dalam hal untuk mengembangkan usaha di dunia maya, dapat membangun sendiri website dan domain, yang juga merupakan pengeluaran.

Biaya Izin Usaha

Ijin usaha diperlukan ketika usaha sudah mulai membesar dengan penjualan dalam skala besar. Izin ini diperlukan sebagai legalitas usaha supaya dapat bersaing dengan kompetitor-kompetitor besar lainnya. Misalnya membuat Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP), Tanda Daftar Perusahaan, akta notaris dan sebagainya memerlukan biaya dalam pengurusannya yang tidak sedikit. Apalagi jika bentuk usahanya sudah PT.

Baca juga  Manfaat Membuat Bisnis Plan untuk Kemajuan Usaha Rintisan

Biaya Konsultasi

Konsultasi bisnis secara rutin dilakukan dalam hal untuk dapat menggali dan belajar tentang segala hal yang berkaitan dengan kemajuan usaha.

Untuk mendapatkan sarang yang tajam dan tepat tentunya seorang konsultan bisnis adalah pihak yang tepat, karena memang ahli di bidangnya.

Mereka akan memerikan saran terkait perbaikan, pesaing, segmentasi pasar, dan hal-hal rinci lainnya yang kaitannya untuk mengembangkan bisnis.

Demikian beberapa biaya tersembunyi yang kadang tidak diperhitungkan sebelumnya oleh para wirausahawan dalam membangun bisnisnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *