Perbedaan Asuransi Konvensional dan Asuransi Syariah

7 Perbedaan Asuransi Konvensional dan Syariah, Apakah Benar Berbeda?
7 Perbedaan Asuransi Konvensional dan Syariah, Apakah Benar Berbeda? (Photo by Monstera from Pexels)

Ada dua jenis asuransi yaitu konvensional dan syariah. Bagi anda yang ingin mencari informasi tentang perbedaan asuransi konvensional dan asuransi syariah simak disini

Setiap orang memiliki pandangan tersendiri melihat ke arah masa depan, tergantung prinsip hidup masing-masing orang. Ada yang just go with the flow, tapi tidak sedikit orang yang merencanakan masa depannya dengan matang.

Salah satu yang menunjang hal tersebut adalah asuransi karena memberikan perlindungan terhadap suatu kemungkinan yang terjadi di masa depan.

Ada dua kategori asuransi yang ada di Indonesia, yaitu asuransi konvensional dan syariah. Apa, ‘sih perbedaan asuransi itu? Yuk, simak informasi berikut ini.

Sekilas Penjelasan Asuransi Konvensional dan Syariah

Asuransi syariah memiliki bahasa yang berbeda dengan konvensional. Karena syariah maka setiap transaksi atau perjanjian harus didasarkan pada syariat islam.

Pada asuransi syariah, terdapat tiga hal yang tidak wajib dihindari, yaitu gharar (ketidakpastian), riba (tambahan), atau maysir (judi).

Tidak hanya pada asuransi, hal tersebut berlaku pada seluruh transaksi keuangan yang menggunakan kata-kata syariah pada akhir kalimat.

Jika ada unsur ketiga hal tersebut di dalamnya, maka dipastikan bahwa transaksi tersebut haram karena tidak sesuai dengan syariat islam.

Sedangkan untuk asuransi konvensional lebih luas cakupannya dan lebih fleksibel asalkan sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

Perbedaan Asuransi Konvensional dan Asuransi Syariah

Dilansir dari kanal Youtube Asep Sopyan Network, terdapat tujuh perbedaan antara asuransi konvensional dan syariah. Berikut adalah perbedannya.

Baca juga  Cara Kerja Asuransi dan Definisinya

1. Prinsip Pertanggungan

Sebagian penduduk Indonesia beragama muslim. Oleh karena itu, setiap hal yang diatur oleh Pemerintah, terutama di sektor keuangan dibagi menjadi dua kategori, termasuk asuransi. Asuransi konvensional adalah asuransi umum yang telah banyak diketahui.

Perbedaan asuransi konvensional dan syariah yang pertama dilansir dari kanal Youtube Kang Andre Prudential adalah berdasarkan prinsip pertanggungan.

Asuransi syariah merupakan usaha saling tolong menolong antara peserta melalui pembentukan kumpulan dana yang disebut dana tabarru’ dan bersifat risk sharing.

Sementara asuransi konvensional bersifat risk transferring, dimana terjadi pengalihan resiko antara pihak tertanggung (individual maupun perusahaan) kepada pihak asuransi.

Setelah perjanjian tertanggung wajib membayar premi yang besarnya disepakati dan posisi perusahaan asuransi adalah sebagai penanggung.

Secara sederhana, mekanisme asuransi syariah adalah mengumpulkan dana atas dasar saling tolong menolong dan dikelola oleh perusahaan asuransi.

Perusahaan asuransi yang memegang amanah dan mengelola dana akan mendapatkan upah atau disebut ujrah.

2. Akad atau Kontrak

Dari segi perjanjian yang disebut akad dalam asuransi syariah, akadnya merupakan akad tabarru, yaitu saling tolong menolong antar sesame peserta.

Sementara akad antara peserta dengan perusahaan syariah disebut dengan wakalah bil ujrah, dimana terdapat sistem pengupahan yang diberikan kepada perusahaan.

Dalam asuransi konvensional dikenal dengan kontrak. Untuk model kontraknya adalah jual beli dimana ada transfer risiko antara satu pihak ke pihak lain.

Berbeda dengan syariah, konvensional tidak memberikan sistem upah kepada perusahaan, kecuali pada produk unit link.

3. Penyimpanan Dana Klaim

Untuk asuransi konvensional, dana yang dipakai untuk membayar klaim akan disimpan dalam rekening perusahaan. Sementara untuk syariah dana disimpan pada rekening tabarru’ yang terpisah dengan rekening perusahaan.

Baca juga  Apakah Asuransi itu Bentuk Investasi ? simak Beberapa Fakta tentang Asuransi dan Investasi

Mengapa ada perbedaan? Karena pada dasarnya dalam asuransi konvensional premi yang dibayarkan akan menjadi milik perusahaan.

4. Surplus Klaim Atau Underwriting

Perbedaan asuransi konvensional dan syariah yang keempat adalah surplus klaim. Pada asuransi syariah jika ada surplus, maka dana akan dibagikan kepada akan dibagikan kepada peserta yang memenuhi syarat, disimpan untuk cadangan dana tabarru, dan juga untuk perusahaan.

Setiap perusahaan memiliki persentase pembagian yang berbeda terkait surplus. Namun jika hal tersebut terjadi dalam asuransi konvensional , maka dana akan menjadi milik perusahaan seluruhnya.

5. Defisit Klaim

Jika ada surplus, maka selanjutnya ada defisit. Dalam asuransi syariah jika terdapat defisit klaim maka hal tersebut akan ditanggung bersama oleh seluruh peserta dengan dipinjami dahulu oleh perusahaan dengan akad qard al hasan, yaitu pinjaman tanpa bunga.

Nantinya jika terjadi surplus underwriting maka pinjaman tersebut dibayarkan kepada perusahaan. Kalau dalam asuransi konvensional, perusahaan asuransi sebagai pihak penanggung yang bertanggung jawab.

6. Penyaluran Investasi

Dalam asuransi syariah, dana peserta disalurkan pada instrumen investasi yang sesuai dengan syariat islam dan diperbolehkan berdasarkan undang-undang. Sementara untuk asuransi konvensional, investasi bisa bebas di mana saja asal sesuai dengan undang-undang.

Contoh untuk investasi yang diperbolehkan oleh syariat islam adalah investasi pada perusahaan telekomunikasi, pertambangan, kebutuhan pokok, infrastruktur, properti, dan lain-lain.

Yang tidak diperbolehkan adalah berinvestasi pada perusahan rokok, alkohol, perbankan konvensional, dan lain-lain.

7. Pengawas

Sebagai lembaga keuangan yang legal, perusahaan asuransi wajib memiliki pengawas. Asuransi syariah dan konvensional sama-sama dibawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Namun selain itu, asuransi syariah juga diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah MUI.

Baik itu asuransi syariah dan asuransi konvensional sama-sama menawarkan suatu produk yang memberikan perlindungan untuk pihak tertanggung. Namun hal mendasar yang menjadi perbedaan asuransi terletak dari niat untuk akad.

Baca juga  Inilah Penyebab Klaim Asuransi Jiwa Ditolak

Syariah diniatkan untuk membantu sesama, sementara konvensional adalah perjanjian antara pihak tertanggung dan penanggung dalam memberikan perlindungan terhadap kejadian tidak pasti di masa depan. Jadi, pilih asuransi yang mana?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *