Inilah 3 Jenis Investasi Berdasarkan Waktu dan Risikonya

  • Share
jenis investasi berdasarkan waktu
Photo by Lukas from Pexels

Mikaylabinar.com– Pemula Wajib Tahu! Inilah 3 Jenis Investasi Berdasarkan Jangka Waktu dan Risikonya. Investasi merupakan salah satu cara yang dilakukan banyak orang untuk meningkatkan pendapatan.

Tentu saja dengan berinvestasi, seseorang akan mendapatkan keuntungan yang berlimpah. Keuntungan dari berinvestasi ini dinamakan dengan bunga (return).

Banyak orang beranggapan berinvestasi ini penting, terutama untuk kebebasan finansial kita di masa depan. Jika kamu tertarik untuk berinvestasi, kamu perlu mengetahui jenis-jenis investasi.

Apa saja jenis-jenis investasi? Simak penjelasan jenis-jenis investasi berdasarkan jangka waktu dan risikonya berikut ini.

Investasi Berdasarkan Jangka Waktu

Salah satu hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan investasi adalah memperhatikan jenis investasi berdasarkan jangka waktunya.

Ternyata, jenis investasi berdasarkan jangka waktunya dikelompokkan dalam 3 jenis.

Adapun jenis investasi berdasarkan jangka waktunya yang perlu kamu ketahui adalah sebagai berikut.

1.    Investasi Jangka Pendek

Sesuai dengan namanya investasi jangka pendek adalah investasi yang dapat memberikan keuntungan atau return dalam waktu yang cepat, yaitu kurun waktu kurang dari satu tahun.

Pada umumnya, investasi jenis ini dikenal dengan nama investasi sementara.

Perlu kamu ketahui, dengan melakukan investasi jangka pendek, kamu dapat menikmati keuntungan dalam jangka waktu antara 3 sampai dengan 12 bulan.

Adapun ciri-ciri investasi jangka pendek adalah sebagai berikut.

  • Meskipun termasuk dalam investasi sementara, namun investasi yang dilakukan harus berkualitas. Artinya harus menghasilkan keuntungan yang signifikan.
  • Keuntungan atau return dari investasi jangka pendek memiliki nilai yang lebih rendah dibandingkan dengan jenis investasi menengah dan jangka panjang.
  • Instrumen investasi jangka pendek harus bersifat likuid, artinya dapat dijual kembali dengan mudah. Selain itu, jenis investasi jangka pendek lebih mudah dicairkan. Contoh investasi jenis ini adalah saham, deposito, dan emas.

2.   Investasi Jangka Menengah

Investasi jangka menengah merupakan investasi yang dapat memberikan keuntungan dalam kurun waktu 5 tahun. Adapun ciri investasi jangka menengah adalah bersifat lebih likuid dibandingkan dengan investasi jangka pendek.

Nah, jika kamu ingin mendapatkan keuntungan yang lebih besar, kamu dapat melakukan investasi jangka menengah.

Namun, jenis investasi ini tidak mudah dicairkan seperti investasi jangka pendek. Contoh investasi jangka menengah, antara lain: reksadana, Obligasi Ritel Indonesia (ORI) dan sukuk ritel (sejenis investasi syariah yang dikeluarkan oleh negara kepada per orangan).

3.   Investasi Jangka Panjang

Jika kamu menginginkan investasi yang memberikan keuntungan dalam waktu jangka panjang, kamu dapat melakukan investasi jangka panjang.

Investasi jangka panjang ini merupakan investasi yang dapat memberikan keuntungan atau return lebih dari lima tahun sampai dengan puluhan tahun.

Pada umumnya, keuntungan atau return yang didapat dari investasi jangka panjang ini lebih besar dibandingkan dengan investasi jangka pendek dan menengah.

Namun,  risiko yang harus ditanggung investor dalam investasi jangka panjang juga besar. Contoh jenis investasi ini adalah tanah dan bangunan properti.

Nah, jika kamu berani mengambil risiko, pastikan kamu siapkan mentalmu untuk melakukan investasi jangka panjang. Hal tersebut karena investasi jangka panjang dapat menghasilkan keuntungan yang besar.

Investasi Berdasarkan Risikonya

Perlu kamu ketahui, jenis investasi selain dikelompokkan berdasarkan jangka waktunya juga dikelompokkan berdasarkan risikonya. Adapun investasi berdasarkan risikonya adalah sebagai berikut.

1.   Investasi Risiko Rendah

Investasi risiko rendah merupakan investasi yang memberikan keuntungan rendah dan tidak terlalu berisiko. Artinya nasabah yang melakukan investasi risiko rendah menginginkan posisi aman dan tidak ingin menanggung banyak risiko. Adapun instrumen yang termasuk dalam investasi risiko rendah adalah emas, obligasi dan deposito.

2.   Investasi Risiko Menengah

Sesuai dengan namanya, investasi risiko menengah merupakan investasi di mana posisi nasabah bersedia menanggung risiko dengan skala sedang.

Artinya nasabah menghendaki menanggung risiko di atas investasi risiko rendah. Contoh investasi risiko menengah adalah reksadana.

3.   Investasi Risiko Tinggi

Investasi risiko tinggi merupakan investasi yang mengandung risiko tinggi. Namun, keuntungan investasi risiko tinggi ini adalah besar dan tinggi.

Pastinya, nasabah yang menghendaki investasi risiko tinggi akan mendapatkan keuntungan atau return yang tinggi dalam jangka panjang. Contoh invesasi ini adalah saham, kontrak berjangka komoditas dan forex.

Tersebut merupakan 3 jenis investasi berdasarkan waktu dan risikonya. Bagi kamu pemula yang ingin berinvestasi, pastikan kamu telah memahami ketiga jenis investasi tersebut.

Jika kamu sudah memahami jenis-jenis investasi, pilihlah salah satu jenis investasi yang menguntungkan dan sesuai dengan profil dan kepribadianmu.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *